100 Hari Jokowi-Maruf: Dari Politik Gaduh Jadi Politik Damai

 In Lainnya, Politik

Pada 29 Januari 2020, Aktivis Gerakan Mahasiswa 77/78 dan Kampus Kuning bersilaturrahim dengan Prof Mahfud MD, Menko Polhukam RI di kediamannya di jalan Denpasar Kuningan Jakarta.

Indro Tjahyono dan Soekotjo Soeparto memimpin pertemuan dengan Menko Polhukam. Semua aktivis yang menemui Prof Mahfud MD menyampaikan pandangan apa sebaiknya dilakukan Kementerian Polhukam RI.

Mengubah Jadi Politik Damai

Setidaknya ada tiga persoalan yang saya sampaikan kepada Prof Mahfud MD.

Pertama, mengakhiri politik gaduh. 100 hari pemerintahan Jokowi-Maruf sarat dengan kegaduhan politik. Kegaduhan dipicu oleh berbagai pernyataan para menteri seperti isu radikalisme, terorisme, khilafah dan sebagainya yang menguras energi bangsa, tanpa hasil nyata untuk memperbaiki bangsa dan negara.

Saya mengusulkan ke depan diwujudkan politik damai dengan merangkul semua kekuatan bangsa, sangat selektif dan hati-hati dalam menyampaikan pendapat di publik, tidak mempraktikkan politik belah bambu, menekan kelompok yang tidak sepaham dan mengangkat setinggi-tingginya kelompok yang mendukung pemerintah.

Kedua, menyelesaikan pelanggaran HAM berat di masa lalu. Kasus pelanggaran HAM berat harus diselesaikan karena menyandera bangsa ini untuk maju dan bersatu.

Prof Mahfud MD merespon dengan segera mengajukan Draft RUU Tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di DPR sebagai dasar untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat di masa lalu. Prof Mahfud MD minta dukungan kepada Aktivis Gerakan Mahasiswa 77/78 dan aktivis Kampus Kuning.

Ketiga, para menteri supaya fokus merealisasikan visi misi Jokowi-Maruf. Saya mengusulkan hal tersebut karena dalam 100 hari Jokowi-Maruf tidak ada menteri yang berbicara tentang implementasi visi misi Jokowi-Maruf, pada hal merupakan janji politik kepada rakyat yang harus ditunaikan.

Terkuat Sepanjang Sejarah

Pada pertemuan dengan Prof Mahfud MD, seorang aktivis Gerakan Mahasiswa 77/78 dari Bandung mengemukakan bahwa sepanjang sejarah pemerintahan Indonesia, Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf merupakan pemerintah terkuat. Kedua pemimpin merupakan representasi dari nasionalis-islamis.
Di dukung oleh mayoritas mutlak di parlemen dari berbagai partai politik, di dukung penuh oleh TNI dan Polri, birokrasi, Ormas besar dan kecil serta relawan.

Akan tetapi, besarnya dukungan politik terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf tidak diimbangi dengan kinerja para menteri yang memadai dan memberi harapan kepada perbaikan masa depan rakyat.

Semoga 100 hari berikutnya, para menteri bisa meningkatkan kinerja dengan merelisasikan visi misi Jokowi-Maruf.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Tonton juga:

Berikut foto-foto silaturrahmi dengan Prof Mahfud MD, Menko Polhukam RI

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search