Mengakhiri Prostitusi: Harus Ada Pembinaan dan Solusi Ekonomi

 Di Opini, Sosial, Top

Pada 2 Februari 2020 setelah saya selesai olah raga mengelilingi Gelora Bungkarno, TV ONE menjemput saya di rumah untuk Tiping di lokasi prostitusi di Gang Royal Penjaringan Jakarta Utara.

Saya bersyukur karena sebelum Tiping dengan TV ONE, saya sempat berdialog dengan seorang tokoh masyarakat yang juga ketua Rukun Tetangga (RT) di kawasan itu.

Dia memberitahu bahwa para wanita muda yang melayani hidung belang bukan warga DKI Jakarta. Mereka pernah beroperasi di Kalijodo yang telah digusur dan kawasan lokalisasi itu dijadikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Akibat lokalisasi Kalijodo diruntuhkan dan dijadikan RPTRA, maka para pelajur yang pada umumnya tidak ada pendidikan dan kepakaran kerja, karena desakan ekonomi, germo dan para pelacur itu mencari dan akhirnya menemukan lokasi baru di Gang Royal Penjaringan, tidak jauh dari Kalijodo.

Germo mengontrak rumah selama 3 tahun senilai Rp 300 juta di gang itu. Pada hal gang itu gelap pada siang, dan nampak tidak ada kegiatan prostitusi sebab para pelacur di kontrakkan wisma di Gang lain sekitar 500 meter dari Gang Royal.

Beberapa rumah di Gang Royal pada malam hari dijadikan kafe untuk minum-minum. Setelah ada deal harga baru main dilantai atas. Supaya menarik, pada malam hari di Gang itu dipasangi lampu berkelap-kelip dan suara musik untuk hiburan di kafe.

Pada malam Sabtu, Ahad dan Senin, sangat ramai kendaraan mobil dan motor datang ke lokasi itu.

Penataan Kalijodo

Penataan Kalijodo dengan menggusur prostitusi, ternyata bukan mengakhiri prostitusi tetapi hanya berpindah tempat mereka beroperasi.

Penataan Kalijodo di masa lalu tidak disertai penataan dan pembangunan sumber daya manusia para pelacur.

Dampaknya para pelacur tidak ada yang alih profesi – mereka terus melanjutkan prostitusi dilokasi lain.

Mengapa Jadi Pelacur?

Saya terenyuh melihat wisma tempat mereka ditampung dan tempat tidur seperti ikan bandeng yang disusun saat dibakar.

Saat saya tanya beberapa warga yang berkerumun di depan wisma tempat menampung para pekerja seks, tidak ada yang tahu apa pekerjaan mereka.

Akan tetapi masyarakat di Gang Royal, tahu ada praktik prostitusi, karena ada kafe dan banyak berseliweran para hidung belang. Akan tetapi tidak sedikit yang membiarkan karena memberi manfaat ekonomi bagi warga adanya praktik prostitusi.

Pertanyaannya apa yang mendorong mereka melakukan praktik prostitusi.

Pertama, tertipu dijanjikan mau bekerja direstoran, kafe dan sebagainya, tetapi faktanya jadi pelayan seks. Mereka tidak bisa melepaskan diri dari dekapan germo karena diancam dan harus membayar jutaan rupiah.

Kedua, ingin mengubah nasib dan menolong orang tua yang miskin dikampung. Akan tetapi tanpa disadari sebelumnya, ternyata pekerjaannya adalah menjadi pelayan seks.

Ketiga, orang tua dikampung terkena bujuk rayu germo sehingga tanpa disadari telah menjual anaknya. Germo menjanjikan kepada orang tua dan anaknya akan mendapat kehidupan yang baik dan gaji yang besar di kota.

Bagaimana Mengatasi Prostitusi

Menggusur lokalisasi prostitusi di Kalijodo yang heboh dan mendapat pemberitaan media yang luar biasa, tidak ditindaklanjuti dengan pembinaan para pelacur.

Oleh karena tidak ada pembinaan para pelacur dan germo, maka setelah Kalijodo digusur dan dijadikan sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), para germo dan pelacur mencari lokasi baru pelacuran antara lain yang sudah terungkap ialah di Gang Royal Penjaringan, tidak jauh dari Kalijodo.

Pertanyaannya, bagaimana mengakhiri praktik pelacuran?

Pertama, harus ada pembinaan dengan mengubah pola pikir karena pelayan seks sangat berbahaya sebab mudah tertular penyakit yang mematikan seperti HIV dan sebagainya.

Kedua, harus ada solusi ekonomi. Pembinaan tanpa solusi ekonomi tidak akan bisa mengakhiri praktik prostitusi.

Ketiga, harus ada pelatihan para ex pelacur sesuai bidang yang diminati. Tidak hanya pelatihan tetapi pembinaan berkelanjutan disertai pemberian modal usaha dan pengawasan.

Berikut wawancara saya dengan tvone

Berikut foto-foto kegiatan


Gang menuju wisma tempat penampungan para pekerja seks


Lokasi yang sdh dipasang police line


Para polisi yang dampingi dalam liputan TV ONE


Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Imam Rifai sedang di wawancara oleh TV ONE – twitter musniumar


Kafe di Gang Royal

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search