Kritik Banjir ke Anies Spirit Bekerja Lebih Keras Melayani Warga DKI

 In DKI Jakarta, Opini, Sosial

Dalam negara demokrasi, rakyat berhak mengeritik mereka yang diberi amanah memimpin. Sama ada sebagai Wali kota/Walikota, Bupati/Wakil Bupati, Gubernur/Wakil Bupati Presiden/Wakil Presiden serta para pembantu Presiden (para menteri).

Kritik yang dilancarkan terus-menerus kepada Anies Baswedan, Gubernur DKi Jakarta, misalnya mengenai masalah banjir, disatu sisi kita prihatin karena tidak mencerminkan keadilan, kebenaran dan kejujuran.

Akan tetapi, kritik banjir ke Anies di sebagian wilayah di DKI Jakara mengandung hikmah.

Pertama, merasa di kontrol (diawasi) oleh warga, sehingga Gubernur Anies dan jajaran Pemprov DKI Jakarta bekerja lebih keras untuk melayani warga Jakarta.

Kedua, warga menyuarakan masalah banjir merupakan bentuk partisipasi yang harus diapresiasi. Dengan demikian Gubernur Anies dan jajarannya lebih waspada terhadap banjir.

Ketiga, kritik banjir ke Anies sebaiknya dimaknai sebagai wujud dari rasa memiliki DKI Jakarta. Walaupun ditengarai kritik yang dilancarkan ke Anies sarat dengan dendam dan kebencian, karena calonnya kalah dalam pemilihan Gubernur 2017, tetapi lebih baik positive thinking saja.

Tidak Dilapor ke Polisi

Sebaiknya kritik warga kepada para pejabat, tidak dilaporkan ke polisi.

Setidaknya ada tiga alasan, sebaiknya para pejabat tidak melaporkan mereka yang mengeritik ke polisi.

Pertama, untuk melindungi Marwah polisi dari cercaan publik. Selama ini, polisi selalu dalam posisi dipersalahkan. Memproses laporan pejabat dipersalahkan publik karena dianggap hukum tajam ke bawah.

Kedua, untuk melindungi demokrasi. Rakyat dalam negara demokrasi berhak mengeritik pejabat publik. Bentuk kritikan bisa bermacam-macam dari sindiran sampai yang paling keras.

Para pejabat publik sebaiknya tidak tipis telinga, cepat marah dan enggan menerima kritik.

Ketiga, untuk melindungi rakyat. Rakyat sebagai pemilik kedaulatan jangan hanya diperlukan saat pemilihan umum (pemilu). Setelah pemilu, rakyat diperlakukan sebagai musuh kalau mengeritik.

Apresiasi Anies

Sebagai sosiolog saya apresiasi Anies karena walaupun dikritik bahkan dihina, tidak melaporkan mereka mengeritik dan menghinanya.

Wajar kalau ada warga pendukung Anies yang melapor ke polisi, tetapi amat disayangkan tidak pernah diproses secara hukum. Ini titik lemah dalam penegakan hukum.

Walaupun begitu, saya menaruh simpati dan apresiasi kepada Anies karena tidak pernah ada niat, kata dan perbuatan untuk melaporkan para pembenci, pendendam dan pengeritik mengenai banjir dan segala persoalan di Jakarta.

Sikap Anies yang legowo menerima kritikan, hinaan dan caci-maki, sebaiknya dicontoh oleh pejabat publik dan siapapun yang diberi amanah memimpin.

Jadikan kritik sebagai pemacu, pemicu serta spirit untuk bekerja lebih baik.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Tonton Juga:

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search