Musni Umar Socmed

Search

Pusat Pengkajian Strategis Lemhanas RI bersama Musni Umar - twitter musniumar

Lainnya

Konflik Amerika Serikat – Iran dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia (Bagian ke-2)

Anggaran militer Amerika 716 miliar dollar AS, sementara Iran disebutkan mempunyai anggaran hanya sebesar 6,3 miliar dollar AS.

<<< Baca juga: Bagian ke-1

Bagian ke-2

Mengapa Amerika Serikat Tidak Berani Serang Iran?

Sebenarnya kekuatan militer Amerika Serikat luar biasa. Jauh dibandingkan dengan Iran.

Amerika Serikat memiliki angkatan perang nomor wahid di dunia. Sampai saat ini tidak ada negara di dunia yang mampu menandingi.

Berdasarkan laporan Global Firepower (GFP), Amerika Serikat mempunyai anggaran militer berlimpah, sebesar 716 miliar dollar AS, sementara Iran disebutkan mempunyai anggaran hanya sebesar 6,3 miliar dollar AS.

Dari segi personel militer, total tentara Amerika Serikat sebanyak 2.141.900, sedangkan Iran memiliki 873.000 personel.

Kemampuan Udara

Amerika Serikat unggul kemampuan udara dengan 13.398 pesawat tempur, baik jet tempur, pembom, angkut hingga latih.

Iran memiliki 509 pesawat dengan 165 jet tempur dan 126 helikopter. Sementara Amerika Serikat memiliki helikopter sebanyak 5.760 buah.

Akan tetapi, Iran unggul dalam peluncur roket. Iran memiliki peluncur roket sebanyak 1.900,. Sementara Amerika Serikat mempunyai peluncur roket sebanyak 1.056.

Kendaraan lapis baja, Amerika Serikat memiliki hampir 20 kali lipat lebih banyak. Amerika Serikat mempunyai lapis baja 39.223, sedangkan Iran hanya sebanyak 2.345 buah.

Iran mempunyai peluncur roket lebih banyak dibandingkan dengan AS, yakni 1.900 berbanding 1.056 rudal milik AS. Iran telah membalas atas kematian Jenderal Soleimani dengan membom pangkalan militer Amerika Serikat di Irak.

Kekuatan Matra Laut

Kekuatan Matra Laut hampir d seimbang antara Amerika Serikat dengan Iran.

Amerika Serikat memiliki kapal perang sebanyak 415, sementara Iran memiliki kapal perang sebanyak 398. Selain itu, Amerika Serikat memiliki 68 kapal selam, sementara Iran sebanyak 34 buah.

Kekuatan Darat

Amerika Serikat sangat digdaya di darat. Negara super power mempunyai tank 6.384 unit, dengan senjata andalan MBT generasi ketiga M1 Abrams. Amerika Serikat mempunyai 950 unit artileri self propelled melalui M 109 Hoeitzer serta kendaraan tempur lapis baja yang mencapai 41.760.

Sedangkan Iran mempunyai 2.531 tank, rata-rata merupakan produksi Uni Soviet.

Mengapa Iran Dibiarkan?

Amerika Serikat dengan kekuatan militernya yang dahsyat, mengapa tidak berani serang Iran?

Ada tiga kemungkinan Amerika Serikat tidak mau serang Iran:

Pertama, kepentingan strategi Amerika Serikat di Timur Tengah tidak boleh kawasan itu damai. Kalau Iran sebagai musuh dihabisi, tidak akan ada perang. Jika tidak ada perang, industri militer Amerika Serikat akan gulung tikar (bangkrut). Maka Iran dibiarkan supaya negara-negara Arab yang merasa terancam minta bantuan dan perlindungan ke Amerika Serikat dengan membeli senjata dan mengundang kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah atas biaya negara-negara Arab.

Kedua, Iran sudah sangat kuat dengan proxy-proxynya, sehingga menyerang Iran tidak ada jaminan Amerika Serikat menang. Pada hal kalau terjadi perang antara Amerika Serikat dengan Iran, sekutu Amerika Serikat seperti negara-negara Arab dan Israil akan terseret dalam perang.

Ketiga, kepentingan pertahanan dan hegemoni. Amerika Serikat dalam rangka mempertahankan citranya sebagai negara super power, suka tidak dan mau tidak mau harus hadir dan memberi pengaruh politik dan keamanan di seluruh kawasan di dunia.

Pengaruh Konflik Amerika Serikat Serikat – Iran Terhadap Indonesia

Dunia sudah terintegrasi. Konflik yang terjadi di suatu negara segera diketahui di seluruh penjuru dunia. Apalagi kalau terjadi perang antara Amerika Serikat dengan Iran.

Baca juga: Bagian ke-3 >>>

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).


Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Pendidikan

Seminar internasional bertajuk Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid untuk memperingati 65 Tahun Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Pendidikan

Ekonomi rakyat atau juga dikenal dengan istilah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) merupakan sektor usaha yang paling terpuruk di era pandemi Covid-19. Hal tersebut...

Politik

Donald Trump masih menghadapi pemakzulan di parlemen Amerika Serikat. Anggota DPR Amerika Serikat yang didominasi Partai Demokrat sudah memakzulkan Trump. Untuk mensahkan pemakzulan Trump...

Pendidikan

Seminar internasional Universitas Ibnu Chaldun yang bertema "Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid" pada 11 Februari 2021.

Opini

Hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat tersebut sampai hari ini 3 Januari 2021, belum mau dinerima Donald Trump atas kemenangan Joe Biden, walaupun hasil ellectoral...

Pendidikan

Diskusi virtual dengan Dr. Sheikh Mas'oud, Cendekiawan Muslim Arab Saudi serta Sheikh Hilal Bahri dan Sheikh Marhum keduanya pengusaha, yang dipandu Hartono Subirto.

Covid-19

Program Studi Perbankan Syariah Universitas Ibnu Chaldun Jakarta pada 12 Desember 2020 telah menyelenggarakan Webinar dengan tema "Peran Perbankan Syariah Dalam Membantu UMKM Dimasa...

Pendidikan

Pada 4 dan 6 Desember 2020, selaku rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), saya diminta memberi sambutan sekaligus membuka webinar nasional UIC yang pertama bertema...