Konflik Amerika Serikat – Iran Dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia (Bagian Ke-3)

 In Lainnya, Politik

<<< Baca juga: Bagian ke-2

Bagian ke-3

Paling tidak ada tiga pengaruh Konflik Amerika Serikat dengan Iran terhadap Indonesia.

Pertama, pengaruh secara politik. Negara-negara Arab yang menjadi mitra investasi dan dagang akan terseret dalam konflik Amerika Serikat dengan Iran.

Indonesia sebagai sekutu Amerika Serikat langsung atau tidak langsung akan diminta memberi dukungan politik dalam perang melawan Iran. Kalau dilakukan akan mendapat reaksi dari berbagai pihak di dalam negeri. Sebaliknya kalau tidak dilakukan, Amerika Serikat akan marah. Indonesia menurut saya dalam posisi serba salah seperti buah simalakama.

Kedua, pengaruh secara ekonomi. Jika konflik terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran, ekonomi dunia akan tergejolak. Selat Hormuz sebagai jalur lalulintas perdagangan dan supply minyak berpotensi di tutup atau terganggu. Kalau itu terjadi, Indonesia akan terkena dampaknya sebab Indonesia sudah menjadi negara net importer minyak.

Ketiga, pengaruh secara sosial. Kalau konflik antara Amerika Serikat dengan Iran meletus, pasti banyak masyarakat yang mendukung Iran. Demo besar-besaran akan terjadi di kedutaan Amerika Serikat.

Langkah-langkah Antisipatif

Dalam menghadapi konflik terbuka antara Amerika Serikat dengan Iran, langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan untuk menjaga agar tetap terpelihara stabilitas nasional.

Pertama, menjaga stabilitas sosial di dalam negeri dengan mewujudkan visi misi Presiden Jokowi – Wapres Maruf Amin. Di dalam misi tercantum pemerataan dan keadilan yang harus diperjuangkan dan diwujudkan.

Kedua, mengamalkan politik merangkul serta dialogis, dan menghindari politik belah bambu. Suatu kelompok diangkat setinggi langit, kelompok lain yang kritis ditekan dan diperlakukan secara tidak adil.

Ketiga, pemerintah melalui Menteri Luar Negeri RI secara konsisten mengamalkan politik luar negeri yang bebas aktif.

Keempat, pemerintah melalui Menteri Luar Negeri RI aktif mempromsikan dan memperjuangkan perdamaian abadi sesuai yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Sikap Indonesia

Dalam menghadapi konflik Amerika Serikat dengan Iran, sikap Indonesia sebaiknya;

Pertama, konsisten mengamalkan politik luar negeri yang bebas aktif.

Kedua, mendamaikan kedua pihak yang konflik melalui G to G, P to P dan mendayagunakan lembaga-lembaga internasional untuk mewujudkan perdamaian.

Ketiga, lembaga-lembaga kajian seperti Lemhanas harus semakin aktif melakukan kajian. Hasil kajian tidak hanya untuk pemimpin pemerintahan dan militer, tetapi untuk publik karena dalam era demokrasi, para pemimpin lebih suka mengambil keputusan berdasarkan pandangan publik.

Saran dan Rekomendasi

Permusuhan antara Amerika Serikat dengan Republik Islam Iran sudah 41 tahun, sejak revolusi Islam Iran tahun 1979.

Oleh karena itu, sewaktu-waktu bisa meletus perang terbuka antara Amerika Serikat dengan Iran.

Sehubungan itu, saya merasa perlu menyampaikan saran dan rekomendasi.

Pertama, perkuat persatuan dan kesatuan. Pelihara, jaga, dan rawat persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia. Jika terjadi perang antara Amerika Serikat dengan Iran, dampak negatifnya bisa diminimalisir bila kokoh persatuan dan kesatuan.

Kedua, penting ada contigency planning yaitu rencana kontigensi untuk melindungi warga negara Indonesia yang berada dalam kawasan perang jika perang meletus.

Ketiga, dalam suasana damai, Indonesia harus selalu menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Iran. Jika terjadi konflik, Indonesia mudah diterima menjadi juru damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Tonton juga:

Berikut foto-foto kegiatan

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search