Connect with us

Datuk Yahaya Ibrahim, Direktur Global Education Services - twitter musniumar

Lainnya

Banyak Orang Miskin dari Kampung Jadi Orang Kaya di Malaysia

Prof Dr Datuk Yahaya Ibrahim mengatakan berkat pendidikan, orang-orang Malaysia yang miskin dari berbagai kampung di Malaysia, berubah nasib dari miskin menjadi kaya.

Prof Dr Datuk Yahaya Ibrahim, mantan rektor Universitas Sultan Zainal Abidin (Unisza) mengatakan bahwa pada periode pertama Tun Mahathir Mohamad memimpin Malaysia, telah mengirim sangat banyak putera(i) dari berbagai kampung di Negara-negara Bagian Malaysia untuk belajar di luar negara.

Pada masa awal Malaysia merdeka, pemimpin Malaysia mengirim banyak pelajar untuk belajar di England (Inggris). Akan tetapi pada masa Tun Mahathir Mohamad memimpin Malaysia periode pertama, sangat banyak mengirim pelajar untuk belajar di Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Eropa.

Dampak positifnya sangat banyak. Pertama, ilmu pengetahuan dan pengalaman di negara-negara lain selama menuntut ilmu, mereka praktikkan di Malaysia, Sehingga terjadi perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja, sehingga mereka mampu bersaing.

Kedua, mereka mendirikan perusahaan (syarikat) di Malaysia dan menjalankan bisnis seperti yang banyak diamalkan orang-orang China.

Ketiga, sebagian bekerja di kerajaan (pemerintah) dan perusahaan negara (BUMN) dan dosen di berbagai universitas (perguruan tinggi) di Malaysia.

Menurut Direktur Global Education Services Datuk Yahaya Ibrahim, berkat pendidikan, orang-orang Malaysia yang miskin dari berbagai kampung di Malaysia, berubah nasib dari miskin menjadi kaya.


Lahir Generasi Baru

Pendidikan yang diberikan kepada para pelajar Malaysia untuk belajar di negara lain dan di dalam negeri dengan bantuan beasiswa dan pinjaman dana dari pemerintah telah melahirkan generasi baru di Malaysia.

Pertama, terpelajar dan sanggup bersaing dengan bangsa lain di Malaysia seperti China, India, Arab dan lain sebagainya.

Kedua, percaya diri karena telah memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman di negara lain.

Ketiga, bekerja keras karena mendapat pelajaran dan pengalaman dari negara lain.

Keempat, banyak yang memilih profesi bisnis untuk berpartisipasi membangun ekonomi Malaysia.

Kelima, pemerintah Malaysia memberi dukungan kepada kaum pribumi untuk berkembang dan maju melalui afirmasi dalam bidang pendidikan dan ekonomi (New Economic Policy).

Mereka yang terlibat dalam membangun Malaysia saat ini pada umumnya dari kalangan masyarakat bawah yaitu anak-anak orang miskin dari kampung.

Berkat pendidikan, lahir generasi baru sebagai kelas menengah. Banyak diantara mereka orang tuanya miskin dan dari kampung, tetapi berkat pendidikan, mereka berubah nasib menjadi orang kaya dan berpendidikan tinggi.

Berikut foto-foto kegiatan

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Opini

Pendidikan adalah investasi yang mahal dan bersifat jangka panjang. Maka, pemimpin yang tidak memiliki visioner, lebih memilih pembangunan ekonomi dengan membangun jalan, jembatan dan...

DKI Jakarta

Media memberitakan bahwa Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bakal hadir dalam KTT ASEAN yang digelar di Jakarta pada Sabtu ini, 24 April 2021. Kehadiran...

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

Opini

Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah setelah bermusyawarah dengan Raja-raja dari berbagai Negara Bahagian di Malaysia menegaskan dirinya tidak melihat perlunya keadaan darurat.

Covid-19

Pada 14 September 2020 sore, RRI Pro3 wawancara saya secara live tentang surat Budi Hartono, orang terkaya Republik Indonesia kepada Presiden Jokowi.

Covid-19

Pemerintah Malaysia telah mengeluarkan keputusan yang melarang Warga Negara Indonesia (WNI), Warga Negara Pilipina dan warga negara India, masuk ke Malaysia.

Covid-19

Sejatinya tidak ada orang yang sudah berkeluarga, keluarganya yang sudah dibangun dan dibina apalagi sudah mempunyai anak menjadi pecah dan runtuh.