Pengkhianatan: Mahathir Mundur Pemerintahan Pakatan Harapan Bubar

 Di Lainnya, Opini, Politik

UPDATE

Hasil Pemilu (PRU) 2018 yang dimenangkan oleh Pakatan Harapan akhirnya bubar setelah Mahathir Mohamad mengundurkan diri, mahathir mundur sebagai Perdana Menteri Malaysa.

Surat pengunduran Mahathir Mohamad disampaikan kepada Yang di-Pertuan Agong Al Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al Mustafa Billah Shah. Setelah Yang di-Pertuan Agong menerima surat pengunduran diri Mahathir dan berdiskusi selama 90 menit, Yang di-Pertuan Agong meminta kepada Mahathir untuk membantu negara, kemudian Mahathir Mohamad dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong menjadi Perdana Menteri Sementara.

Mundurnya Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri, mengakibatkan pemerintahan Pakatan Harapan Bubar.

Terjadi Pengkhianatan

Bubarnya pemerintahan Pakatan Harapan setidaknya disebabkan tiga faktor.

Pertama, adanya pengkhianatan tokoh Pakatan Harapan karena ingin menjadi Perdana Menteri pasca Mahathir Mohamad.

Kedua, matangnya berpolitik para tokoh UMNO dan PAS, sehingga mampu merayu para tokoh Pakatan Harapan untuk membentuk koalisi baru yang akhirnya memecah belah Pakatan Harapan.

Ketiga, pimpinan UMNO dan PAS mampu mengemas isu, saya duga isu “Pribumi” untuk memperdaya tokoh-tokoh politik dari Pakatan Harapan yang jam terbangnya dalam berpolitik masih minim, sehingga tega berkhianat dari Pakatan Harapan demi kekuasaan.

Pelajaran bagi Indonesia

Pengkhianatan dalam politik yang terjadi dalam koalisi Pakatan Harapan di Malaysia merupakan pelajaran dan pengingat karena pernah terjadi di Indonesia.

Pertama, orang dekat dan orang kepercayaan tidak selamanya amanah. Sebagai contoh, Azmin Ali, Timbalan Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) adalah orang kepercayaan Datuk Anwar Ibrahim. Akan tetapi akhirnya dipecat oleh PKR karena dianggap berkhianat lantaran melakukan pertemuan dengan kalangan oposisi.

Kedua, para menteri yang dibesarkan Presiden Soeharto, pada saat kritis mengundurkan diri sebagai Menteri dan tidak bersedia dilantik menjadi menteri pada Kabinet Reformasi. Kasus tersebut dikenang sebagai pengkhianatan.

Oleh karena itu, kasus pengkhianatan terhadap Pakatan Harapan dan lebih khusus kepada Datuk Anwar lbrahim dapat menjadi pengingat agar bangsa Indonesia lebih hati-hati terhadap para pengkhianat, karena pengkhianat merupakan musuh dalam lipatan yang amat berbahaya.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search