Pembantaian Muslim India: Harus Dikecam, Pelajaran Bangsa Indonesia

 In Opini, Sosial, Top

Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa hubungan Muslim yang satu dengan Muslim lainnya ibarat satu badan, jika ada bagian dari satu badan sakit, maka seluruh badan terasa sakit.

Begitulah ajaran Nabi Muhammad SAW dalam hubungan Muslim dengan Muslim lainnya di manapun mereka berada.

Jika ajaran itu diimplementasikan dengan kasus pembantaian kaum Muslim di India, di mana mereka disiksa, dibunuh dan Masjid tempat mereka beribadah dibakar, maka Muslim sedunia termasuk Muslim Indonesia tidak boleh diam karena apa yang mereka rasakan, kita merasa ikut sakit seperti yang dialami Muslim di India.

Sebab Pembantaian

Muslim di India yang minoritas pasti menjadi warga negara yang baik, karena mereka sadar bahwa mayoritas penduduk di India bukan dari kalangan mereka.

Akan tetapi, Muslim India walaupun minoritas mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan perlakuan yang adil seperti warga negara lainnya.

Maka ketika Partai Bharatiya Janata (Bharatiya Janata Party) mengesahkan amandemen Undang-Undang Kewarganegaraan India, Desember 2019, yang bersifat diskriminatif terhadap Muslim India, sangat wajar jika mereka melakukan protes secara damai.

Akan tetapi harus dikecam dan dikutuk secara keras, protes damai yang dilakukan umat Islam India, dibalas oleh umat Hindu yang mendukung amandemen undang-undang kewarganegaraan dengan kekerasan. Mereka membantai, menyiksa dan membunuh umat Islam serta membakar Masjid mereka. Berdasarkan pemberitaan, mereka membantai umat Islam dan aparat membiarkan sehingga sangat banyak umat Islam yang terbunuh dan mengalami cedera.

Bantu Muslim India

Muslim yang jumlahnya minoritas di India, harus dibantu oleh Muslim seluruh dunia agar pemerintah India yang dipimpin oleh Ram Nath Kovind wajib melindungi jiwa, harta, kehormatan, agama dan tempat beribadah Muslim di India.

Hal tersebut sesuai Universal Declaration of Human Right pasal 5 yang menegaskan: “Tidak seorangpun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam, memperoleh perlakuan atau dihukum secara tidak manusiawi atau direndahkan martabatnya.”

Dalam menghadapi pembantaian umat Islam di India, sebaiknya umat Islam Indonesia melakukan lima hal:

Pertama, menolak dan mengecam keras pembantaian terhadap umat Islam di India.

Kedua, menyampaikan protes keras dari Pemerintah Indonesia atas bangsa Indonesia terhadap pembantaian umat Islam di India.

Ketiga, umat Islam menyampaikan protes keras kepada pemerintah India atas pembantaian umat Islam di India.

Keempat, menyampaikan pernyataan solidaritas dan dukungan moral terhadap umat Islam di India yang mengalami pembantaian.

Kelima, menggalang solidaritas umat Islam sedunia untuk menekan secara diplomatik terhadap pemerintah India supaya amandemen UU Kewarganegaraan India yang diskriminatif bisa direvisi.

Keenam, mendoakan umat Islam di India dengan membaca qunut nazilah supaya mereka sabar, tabah dan kuat dalam menghadapi ujian hidup.

Kasus pembantaian umat Islam India sebaiknya menjadi pelajaran untuk menyadarkan bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam jangan karena kebaikan dan sikap toleransi mereka yang tinggi tidak dijaga perasaan mereka, sehingga ada umat lain sesukanya berucap di media sosial yang bisa dinilai memperlakukan ulama dan umat Islam tidak sepatutnya.

Hindari ucapan yang bisa dimaknai menyerang ulama dan umat Islam begitu pula sebaliknya dengan umat agama lain.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Tonton juga:

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search