Connect with us

sedang mengikuti Round Table 2020 Discussion in the Habibie and Ainun Library - twitter musniumar

Lainnya

Pendidikan Abad 21: Melampaui Teknologi

The 21st Century Teacher: Going Beyond Technology di The Habibie & Ainun Library undangan oleh Indonesia Education Forum

Pada 5 Maret 2020, Indonesia Education Forum mengundang saya menjadi partisipan dalam IDEF Round Tables 2020. Dengan tajuk “The 21st Century Teacher: Going Beyond Technology” yang dilaksanakan di The Habibie & Ainun Library.

Saya mempersiapkan tulisan ini sebagai bahan diskusi dengan memulai, kita hidup dalam dunia tanpa batas sebagai dampak dari kemajuan teknologi.

Dampak lebih jauh dari kemajuan teknologi, terjadi perubahan dan perkembangan yang dahsyat.

Pertama, sangat banyak informasi yang berseliweran. Setiap saat hadir informasi dihadapan kita, yang positif dan negatif.

Kedua, meningkat interaksi sosial dengan menggunakan media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram dan lain sebagainya.

Ketiga, muncul arus keterbukaan dan demokratisasi yang dalam banyak hal menghadirkan kegaduhan.

Keempat, meningkat ketergantungan antara satu negara dengan negara lain, antara komunitas dengan komunitas lain, antara daerah dengan pusat.

Kelima, terjadi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang cepat.

Keenam, semakin terjadi kesenjangan antara negara maju dengan negara berkembang, antara masyarakat maju dan miskin.

Adaptasi Tantangan

Untuk mengantisipasi tantangan yang dihadapi, Indonesia yang mayoritas penduduknya belum maju, harus dihantarkan menjadi masyarakat yang maju.

Cara yang sudah terbukti mampu membawa masyarakat bawah menjadi maju adalah pendidikan.

Dalam upaya membawa pendidikan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi, maka pilihan yang sebaiknya ditempuh adalah menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas anak didik atau mahasiswa.

Selain itu, menggunakan teknologi bisa mempercepat dan memperluas jangkauan masyarakat yang memperoleh pendidikan yang berkualitas, dan bisa memperoleh ilmu pengetahuan secara mandiri.

Tujuan menggunakan teknologi dalam metode pembelajaran adalah untuk menghadirkan anak didik dan mahasiswa yang unggul.

Dalam upaya mewujudkan anak didik unggul yang melahirkan manusia Indonesia yang unggul, maka pendidikan sebagai sarana untuk mencetak anak didik dan manusia unggul yang mampu bersaing, maka pendidikan harus dibangun secara profesional.

Untuk membangun pendidikan yang baik dan berkualitas, guru merupakan pilar utama. Disamping itu, teknologi merupakan sarana yang sangat efektif, efisien dan murah untuk dimanfaatkan melalui sistem pembelajaran elektronik (e-learning).

Kunci Kemajuan

Untuk mewujudkan pendidikan di abad 21 yang melampaui teknologi, maka setiap lembaga pendidikan harus memiliki lima hal.

Pertama, leader dan leadership.
kepala sekolah atau rektor haruslah seorang leader (pemimpin) yang memiliki kepemimpinan (leadership) yang berfungsi memimpin, membina, memandu, memotivasi, mencerahkan dan menyadarkan yang dipimpin.

Kedua, manajemen terbuka dan akuntabel.
Pendidikan harus menjadi lembaga yang menghadirkan kepercayaan publik. Kebesaran suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kepercayaan publik. Semakin tinggi kepercayaan publik terhadap suatu lembaga pendidikan, semakin besar peluang untuk meraih kemajuan. Oleh karena itu, manajemen suatu lembaga pendidikan harus baik.

Ketiga, guru atau dosen.
Kunci kemajuan institusi pendidikan yang sangat penting dan menentukan adalah guru atau dosen. Oleh karena itu, guru atau dosen harus berkualitas. Selain berkualitas harus pula mendapatkan penghasilan (gaji) yang memadai.

Keempat, ketersediaan dana.
Pada tahap awal, institusi pendidikan harus memiliki dana sendiri untuk menggerakkan kegiatan akademik (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat). Kalau sudah memperoleh kepercayaan publik, anak didik atau mahasiswa sudah banyak, maka semua kegiatan akademik bisa dibiayai dari iuran anak didik atau mahasiswa.

Kelima, kualitas yang di didik.
Kualitas anak didik dan mahasiswa harus baik. Maka, setiap penerimaan calon anak didik atau calon mahasiswa selalu dilakukan seleksi. Tujuannya untuk mendapat calon anak didik atau calon mahasiswa yang berkualitas.

Dengan melakukan semua yang dikemukakan diatas, maka pendidikan di Indonesia bisa maju dan melampaui teknologi.

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Pendidikan

Tina Nur Alam, setelah menjadi anggota DPR RI mengusahakan beasiswa untuk membantu putera (i) tamatan Sekolah Lanjutan Atas (SLA) di Sulawesi Tenggara yang orang...

Pendidikan

Kaspudin Nor, komisioner Kejaksaan Agung 2011-2016 mengemukakan pentingnya membangun budaya hukum. Budaya hukum bisa dibangun mulai dari kampus, dikemukakan dalam Seminar UIC Jakarta (30/12/2021).

Pendidikan

Kritikan keras Rizal Ramli dibantah A. Anshari Ritonga, saat menjadi Keynote Speaker dalam seminar Seminar UIC Jakarta "Refleksi Akhir Tahun dalam bidang hukum, HAM,...

Pendidikan

Universitas Ibnu Chaldun dalam rangka menyusun program kerja dan anggaran pendapatan dan belanja tahun 2022, pada 29 Desember 2021 telah melaksanakan rapat kerja yang...

Lainnya

Margarito Kamis, Musni Umar, Bayu Saputra Muslimin dan Jospan Jaluhu. Dialog ini diinisiasi Pengurus Pusat KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) dan Ikatan Media Online...

Pendidikan

Korupsi menjangkiti bangsa, telah menjadi budaya yang diamalkan hampir seluruh bangsa Indonesia di era demokrasi. Merupakan Dialog memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang dilaksanakan...

Pendidikan

Seminar UIC Jakarta secara nasional yang bertema Strategi Pengembangan Teknologi Pertanian Berbasis Digital Sebagai Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan Nasional (27/11/2021).

DKI Jakarta

Tawuran merupakan perkelahian massal yang merupakan fenomena sosial yang sudah lama berhenti dan kambuh lagi. Pertanyaannya, mengapa tawuran tidak pernah bisa dihentikan secara total?