Virus Corona dan DKI Jakarta, lockdown adalah wewenang pemerintah pusat

 Di Covid-19, Opini

Virus Corona telah menjadi pandemi dan menyerang penduduk di hampir semua negara di dunia.

Dampak dari penyebaran virus Corona yang masif di banyak negara, menyebabkan Arab Saudi sebagai khadimul haraiman (pelayan dua tanah haram) yaitu Makkah dan Madinah menghentikan pelayanan ibadah umrah dan haji.

Dampak dari Virus Corona, Makkah Al Mukarrah dan Madinah Al Munawwarah menjadi sepi. Pada hal biasanya puluhan ribu jamaah selalu memadati kedua ttg tanah suci untuk beribadah.

Selain itu, jutaan orang yang sudah lama mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini terlaksana tertunda karena Arab Saudi sudah memberitahukan kepada seluruh negara di dunia bahwa tahun ibadah haji ditiadakan.

Dalam sejarah pelaksanaan ibadah haji baru tahun ini haji ditiadakan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dampak lebih lanjut banyak perusahaan travel biro yang mengalami kerugian akibat ibadah umrah dan haji ditiadakan tahun ini.

Bukan hanya perusahaan travel biro yang mengalami kerugian, tetapi para pemandu ibadah umrah dan haji yang jumlahnya cukup banyak. Belum termasuk keluarga mereka, pegawai yang bekerja di travel biro, perekrut mereka yang mau umrah dan haji.

Singkat kata banyak sekali yang menggantungkan hidup dalam kegiatan ibadah umrah dan haji. Ketika ibadah umrah dan haji ditiadakan karena wabah virus Corona, maka mereka kehilangan tempat mencari nafkah.

Ditiadakan shalat Jum’at

Dampak lain dari serangan virus corona, masyarakat tidak diperbolehkan berkumpul dalam segala bentuk termasuk untuk shalat Jumat dan shalat rawatib secara berjamaah.

Sepanjang yang saya ketahui,. Baru kali ini shalat Jumat dan shalat rawatib berjamaah ditiadakan untuk mencegah wabah virus Corona.

Berbagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim seperti Iran, Malaysia, Arab Saudi, Indonesia, negara-negara Arab dan lain-lain telah meniadakan shalat Jumat dan shalat berjamaah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

DKI Jakarta Lockdown

Saat ini yang menjadi epicentrum virus Corona adalah DKI Jakarta.

Untuk melokalisir penyebaran virus corona, maka banyak yang mengusulkan supaya dilakukan isolasi (lockdown) pada daerah yang sangat ramai terserang virus Corona.

Akan tetapi, pemerintah pusat berdasarkan pernyataan dari juru bicara Presiden Fadjroel Rachman belum berpikir untuk menerapkan lockdown.

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian ketika menemui Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa lockdown adalah wewenang pemerintah pusat.

Dengan demikian ada tidaknya lockdown di DKI sangat ditentukan kebijakan pemerintah pusat. Kecuali ada kebijakan baru setelah melihat semakin maraknya rakyat positif terinfeksi virus Corona.

Sumber Foto

View this post on Instagram

Jakarta (22/03/2020) Giat Penyemprotan Disinfektan Gabungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sepanjang jalan dan trotoar serta fasilitas umum di beberapa ruas wilayah Jakarta. Diarahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta bersama BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan HIdup DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Satpol PP DKI Jakarta dan pihak terkait. __ Kegiatan penyemprotan disinfektan diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19. Dihimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan tempat umum #dirumahaja. Dengan melakukan kegiatan #Dirumahaja dan pembatasan sosial, dampaknya sangat besar untuk mencegah, menahan, memperlambat penularan virus lebih banyak, serta melindungi orang yang sakit dan orang yang sehat __ Terkait informasi perkembangan dan pengetahuan soal COVID-19 dapat diakses melalui corona.jakarta.go.id. #KegiatanBPBDJkt #OperasiTanggapGalang #CepatResponJkt #jaki #LawanCOVID19 #JakartaTanggapCorona #DKIJakarta #CoronaVirus #covid2019

A post shared by Bpbd DKI Jakarta (@bpbddkijakarta) on

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search