Musni Umar Socmed

Search

Masker medis yang terjatuh di jalan - unsplash purzlbaum

Covid-19

Covid-19 Segera Dihentikan: Jangan Terjadi Korban Seperti Pemilu 2019

Berdasarkan pengalaman pemilu 2019, saya sangat khawatir korban wabah covid-19 yang terus bertambah jumlahnya seperti peristiwa pemilu serentak tahun 2019, karena dibiarkan seiring dengan terjadi kematian dan yang sakit cukup besar.

Indonesia sedang mengalami darurat corona akibat serangan covid-19. Setiap hari terus meningkat jumlah yang meninggal dunia dan positif corona.

Berdasarkan pengalaman pemilu 2019, saya sangat khawatir korban wabah covid-19 yang terus bertambah jumlahnya seperti peristiwa pemilu serentak tahun 2019, karena dibiarkan seiring dengan terjadi kematian dan yang sakit cukup besar.

Lebih memprihatinkan, seolah kematian tidak ada masalah. Ini tidak boleh terulang seperti pemilu serentak 2019 karena membiarkan kematian seolah kita membunuh manusia seluruhnya.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, jumlah petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia total 894 dan 5.175 petugas mengalami sakit (Kompas.com, 22 Januari 2020).

Covid-19 Dihentikan

Virus corona atau covid-19 telah menjadi masalah dunia, sehingga masalah tersebut terus dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization).

Bukan saja yang dipantau orang-orang yang terpapar covid-19 dan mereka yang meninggal dunia, tetapi juga pemimpin pemerintahan di suatu negara, bagaimana aksi yang dilakukan dalam mengatasi pandemi covid-19.

Sebaliknya kematian para penyelenggara pemilu yang sangat besar jumlahnya, demikian pula yang sakit, segera dilupakan karena semua elemen pendukung negara kompak dan sangat kuat termasuk partai politik mendukung kekuasaan karena berharap mendapat kue kekuasaan.

Sementara kekuatan oposisi sudah dihancurkan dengan politik akomodasi. Selain itu, kekuatan civil society berhasil diporak-porandakan dan tidak ada dukungan internasional, juga tidak ada krisis ekonomi yang membuat lemah kekuasaan.

Covid-19 Segera Diatasi

Covid-19 menimbulkan dua masalah besar. Pertama, kematian massal jika abai mengatasi dengan cepat dan tepat.

Kedua, keruntuhan ekonomi yang bisa menimbulkan pengangguran dan kemiskinan yang sangat besar. Jika salah satu atau kedua masalah tersebut tidak segera diatasi, maka bisa menimbulkan krisis politik.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka Presiden harus segera mengambil keputusan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Pertama, segera memberi kewenangan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota untuk mengambil keputusan politik di daerah masing-masing untuk mencegah dan menghentikan penyebaran covid-19 dengan menyediakan dana untuk membantu daerah.

Kedua, lebih banyak mendengar saran dan pandangan para pakar kedokteran yang tidak lain adalah para dokter untuk mengatasi masalah covid-19.

Ketiga, harus menyediakan APD (Alat Pelindung Diri) secara cukup terutama para petugas kesehatan yang berada digarda terdepan dalam memerangi Covid-19.

Keempat, sebaiknya Presiden berada selalu di garda terdepan dalam memandu rakyat Indonesia menghadapi wabah virus corona-19.

Kelima, harus mengutamakan keselamatan nyawa rakyat Indonesia sebagaimana Pembukaan UUD 1945. Jangan sampai kematian para petugas kesehatan dalam memerangi covid-19 dan rakyat Indonesia seperti dialami penyelenggara pemilu 2019.

Keenam, Presiden harus terus mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bersama-sama mengatasi dan menghentikan penyebaran Covid-19.

Semoga tulisan ini memberi pencerahan dan kesadaran bagi bangsa Indonesia.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Pemilu

Sejarah pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 cukup mengenaskan karena kematian massal panitia pemilu sebanyak 894 petugas dan petugas lainnya yang sakit ada 5175 orang.

DKI Jakarta

Untuk menggerakkan kembali ekonomi yang lesu akibat Covid-19 tidak mungkin kalau warga tidak disiplin mengamalkan protokol kesehatan.

Covid-19

Suka tidak suka dan mau tidak mau harus diakui bahwa Jakarta leader dalam melawan Covid-19.

Covid-19

Jakarta merupakan daerah yang tingkat penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Akan tetapi patut bersyukur, tingkat kematian warga cukup rendah. Bersama kita bisa melawan Covid-19.

Covid-19

kata-kata Mari Semua Sehat, sangat menyentuh perasaan karena saat ini semua merasa khawatir sehubungan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang terpapar Corona, mengigat gejala Corona...

Covid-19

Salah satu kalimat yang penting diamalkan bangsa Indonesia saat ini ialah saling jaga. Kalimat itu sangat penting dibahas dan diamalkan bangsa Indonesia saat ini...

In Memoriam

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

Covid-19

Program Studi Perbankan Syariah Universitas Ibnu Chaldun Jakarta pada 12 Desember 2020 telah menyelenggarakan Webinar dengan tema "Peran Perbankan Syariah Dalam Membantu UMKM Dimasa...