Akademisi dan Ulama Serukan Lockdown Tujuannya Melindungi Nyawa Manusia

 Di Covid-19, Opini

Saya membantah keras pernyataan seorang politisi yang menyebut bahwa mereka yang “ngotot lockdown punya niat busuk.”

Pernyataan tersebut sangat ngawur karena yang menyuarakan pentingnya lockdown adalah para pakar kedokteran dari UI, para dokter, akademisi, ulama, pakar ekonomi. aktivis LSM dan lain sebagainya.

Mereka tidak mempunyai tujuan politik kecuali ingin melindungi nyawa rakyat Indonesia dari wabah covid-19 yang amat mematikan.

Tiga Alasan Lindungi Nyawa

Setidaknya ada tiga alasan, mengapa nyawa manusia harus dilindungi.

Pertama, alasan teologis. Semua agama mengajarkan supaya melindungi nyawa manusia. Dalam Islam ditegaskan bahwa salah satu tugas agama (Ad diin) adalah menjaga nyawa manusia (hifzunnafs). Di dalam Alqur’an suarh Al Maifah ayat 32 dikemukakan “barang siapa yang membunuh manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia semuaya. Dan barang siapa yang menjaga kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menjaga kehidupan manusia semuanya.”

Menurut saya, membiarkan manusia meninggal dunia dalam kasus wabah Covid-19 tanpa keputusan politik yang cepat dan tepat, maka sama saja membiarkan mereka mati. Dalam bahasa vulgar seakan-akan “membunuh” mereka.

Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dan teladan telah memberi contoh “ketika terjadi wabah di satu daerah, penduduk tidak boleh keluar dan dan penduduk dari daerah lain dilarang memasuki daerah yang dilanda wabah.”

Dalam bahasa kontemporer disebut lockdown. Tujuannya untuk mencegah penyebaran wabah penyakit.

Kedua, alasan konstitusi. Salah satu tujuan negara republik Indonesia dibentuk ialah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. Pemerintah tidak mempunyai pilihan kecuali melindungi nyawa setiap bangsa Indonesia.

Dalam kasus wabah virus corona (covid-19) yang sedang menyerang bangsa Indonesia, harus ada tindakan cepat dan tepat untuk menghentikan penyebarannya guna melindungi bangsa Indonesia dari serangan wabah covid-19 yang mematikan.

Ketiga, alasan sosiologis. Para pakar kedokteran, dokter, ulama, akademisi, aktivis LSM, politisi dan sebagainya sudah menyuarakan desakan supaya dilakukan lockdown untuk mencegah dan memutus penyebaran wabah virus corona (covid-19). Mereka adalah representasi masyarakat yang dapat dipercaya. Belum lagi masyarakat internasional dari brrbagai negara yang sudah memberlakukan lockdown. Bahkan pemerintah Malaysia yang baru seumur jagung yang dipimpin Muhyiddin Yassin sudah lockdown Malaysia.

Berdasarkan tiga alasan tersebut, maka sama sekali tidak benar dan salah tuduhan yang dilontarkan bahwa mereka yang ngotot lockdown punya niat busuk.

Justeru sebaliknya yang menolak lockdown punya tujuan jahat untuk membiarkan semakin banyak nyawa rakyat Indonesia yang direnggut wabah covid-19, dalam rangka menjilat penguasa untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search