Musni Umar Socmed

Search

ibu-ibu memakai masker sedang naik motor bersama anak yang memakai masker plastik karena kuatir terkena covid-19 di jakarta (1/4/2020) - twitter #CoronaIndonesia

Covid-19

Dampak Covid-19: 3,7 Juta Penduduk Miskin di DKI Harus Diberi Makan

Rp 1 juta per keluarga akan dikucurkan ke warga miskin dan rawan miskin di Jakarta.

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta mengemukakan bahwa 3,7 juta orang di DKI yang dalam posisi miskin dan rentan miskin. Mereka terdampak cukup serius dan perlu ada dukungan untuk bisa membiayai kehidupan di Jakarta (Tempo.co., Kamis, 2 April 2020).

Jika lockdown atau karantina wilayah diberlakukan di Jakarta, maka penduduk miskin harus diberi makan. Gubernur Anies Baswedan telah mengemukakan bahwa mereka yang miskin akan memperoleh Rp.1juta per keluarga akan dikucurkan ke warga miskin dan rawan miskin di Jakarta yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi virus corona (covid-19) (Tempo.co, Kamis, 2 April 2020).

Pertanyaannya, apakah penduduk musiman yang tidak mempunyai KTP (Kartu Tanda Penduduk) DKI Jakarta yang juga miskin dan rentan miskin yang selama ini mencari nafkah di Jakarta, yang tidak bisa pulang kampung karena di berbagai daerah tempat mereka tinggal di Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur) sudah dilakukan lockdown atau karantina lokal, juga akan diberi sembako atau lauk-pauk agar bisa bertahan hidup di Jakarta selama darurat corona dan karantina lokal?

Belum ada penjelasan dari Gubernur Anies. Akan tetapi, saya bisa pastikan, jika di Jakarta sudah dikeluarkan karantina wilayah atau lokal sesuai Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan Nomor 6 Tahun 2019, pasti mereka yang miskin atau jatuh miskin karena wabah Covid-19 akan mendapatkan jaminan kehidupan.

Jumlah Penduduk Miskin

Wabah virus corona atau covid-19 telah membuat tabir kebohongan yang selama ini disembunyikan dengan memberi batas garis kemiskinan yang rendah oleh BPS yaitu Rp.14.175 setiap harinya (Kompas.com, Senin, 11 November 2019).

Sementara jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta per Maret 2019 menurut BPS sebesar 365,55 ribu orang (3,47 %) (BPS Provinsi DKI jakarta.bos.go.id).

Kalau konsisten dengan batas garis kemiskinan di DKI Jakarta per Maret 2019 sebesar Rp.637.260 perkapita per bulan atau Rp.21.242 perkapita perhari dan batas garis kemiskinan nasional sebesar Rp.425.250/kapita perbulan atau Rp.14.175/perkapita (perkepala/perhari) dengan jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2019 sebanyak 25,14 juta jiwa atau 9,41 persen dari total 260 juta penduduk Indonesia (Republika.co.id., Selasa, 16 Jul 2019), maka pemerintah pusat atau pemerintah daerah tidak perlu takut melakukan lockdown atau karantina wilayah atau nasional karena penduduk sebesar itu, bisa dijamin kehidupan mereka selama masa lockdown atau karantina wilayah atau nasional.

Lockdown Nasional

Akan tetapi, jika seperti yang dikemukakan Puan Maharani, Ketika menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Pendidikan RI bahwa rakyat miskin yang menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI) tetap akan ditanggung oleh negara, walaupun besaran iuran BPJS kesehatan naik. Masih ada 120 juta rakyat miskin ditanggung negara. (Republika.co.id, Kamis, 05 Sep 2019).

Maka jika lockdown nasional atau karantina nasional untuk menghentikan penyebaran covid-19, pemerintah harus menyediakan dana yang amat besar karena harus menyediakan jaminan hidup orang miskin selama masa karantina nasional.

Jika setiap orang miskin di Indonesia yang berjumlah 120 juta orang diberi biaya hidup sebesar Rp.50.000/hari dalam satu bulan (30 hari), maka diperlukan dana yang luar biasa besar.

Dengan demikian, saya bisa membenarkan pernyataan seorang warga Malaysia yang disiarkan secara luas di media sosial, pemerintah Indonesia tidak berlakukan lockdown karena tidak mampu menjamin kehidupan rakyat Indonesia selama lockdown.

Satu-satunya cara menghentikan penyebaran wabah covid-19 dengan karantina wilayah. DKI Jakarta bisa diberlakukan karantina wilayah dengan dana yang bisa ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta.

Alhamdulillah dalam rangka melindungi warga DKI dari wabah covid-19, Gubernur Anies telah mengalokasikan dana dari APBD DKI untuk menjamin kehidupan penduduk miskin dan rentan miskin di DKI Jakarta.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Covid-19

Salah satu kalimat yang penting diamalkan bangsa Indonesia saat ini ialah saling jaga. Kalimat itu sangat penting dibahas dan diamalkan bangsa Indonesia saat ini...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

Covid-19

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

Covid-19

Tahun 2020 sebagai tahun kesedihan dan tahun yang amat sulit bagi sebagian warga DKI Jakarta, bangsa Indonesia, dan bangsa-bangsa lain di dunia telah dilewati.

Covid-19

Saya kemukakan tahun 2020 merupakan tahun kesedihan karena hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia diserang pandemi Covid-19.

Covid-19

Universitas Ibnu Chaldun Jakarta bukan saja bisa survive (bertahan) ditengah badai Covid-19, tetapi bisa bangkit dan maju.

Covid-19

Program Studi Perbankan Syariah Universitas Ibnu Chaldun Jakarta pada 12 Desember 2020 telah menyelenggarakan Webinar dengan tema "Peran Perbankan Syariah Dalam Membantu UMKM Dimasa...

Covid-19

Prof. Mahfud MD, Menko Polhukam RI mengatakan, tak ada sanksi pidana bagi yang melanggar protokol kesehatan ataupun tidak ikut dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.