Kritik ke Penguasa: Nasehat Untuk Kebaikan Bersama

 In Opini, Sosial, Top

Di dalam negara demokrasi, kritik terhadap mereka yang sedang memegang kekuasaan adalah hal yang lazim.

Tidak ada negara yang menganut sistem demokrasi, yang rakyatnya dipasung dan mulutnya dibungkam.

Oleh karena di dalam negara demokrasi, rakyat merdeka mencari nafkah untuk menghidupi dirinya. Sebaliknya dalam negara komunis yang totaliter, negara menafkahi warganya, tetapi warganya dipasung tidak merdeka menyampaikan pendapat dan dilarang mengeritik penguasa.

Akan tetapi, budaya menerima kritikan belum bersemi di kalangan penguasa, sehingga mereka balik kepada mereka yang mengeritik.

Melawan Pengeritik

Mereka yang berkuasa, pada umumnya melakukan serangan balik kepada pengeritik denga menggunakan tiga cara.

Pertama, membuat undang-undang yang berisi pasal-pasal yang dikenakan kepada setiap pengeritik penguasa.

Kedua, membayar buzzer untuk menyerang para pengeritik penguasa. Siapapun yang mengeritik penguasa, mereka akan serang dengan kata dan kalimat yang amat kasar dengan menjelek-jelekkan para pengeritik.

Selain itu, para pengeritik dilaporkan ke aparat untuk diproses secara hukum dengan tuduhan seperti telah mencemarkan nama baik, menfitnah, menghina dan sebagainya.

Ketiga, menggunakan aparat untuk memproses secara hukum para pengeritik.

Kritik ke Penguasa Itu Nasehat

Kritik itu pahit tetapi bagaikan obat yang menyembuhkan. Pada umumnya obat adalah pahit, tetapi baik karena bisa menyembuhkan penyakit yang diidap.

Begitu pula dalam negara demokrasi, harus ada kritik dari parlemen atau dari cerdik pandai karena sejatinya rakyat berdaulat.

Kritik dalam negara demokrasi adalah nasehat yang diberikan kepada penguasa agar memperbaiki kesalahan yang dilakukan atau supaya melakukan sesuatu yang baik, atau melarang penguasa melakukan yang tidak baik.

Oleh karena itu, sepahit apapun kritik harus didengar dan sebaiknya diterima dengan lapang dada.

Di dalam Alqur’an surat Al Ashar ayat 3 ditegaskan, orang-orang yang beriman diperintahkan memberi nasihat untuk mewujudkan kebenaran.

Selain itu, juga diperintahkan untuk memberi nasehat supaya sabar. Hal tersebut ditegaskan dalam Alqur’an: “wa tawaashau bilhaqqi wa tawashau bisshabri.” (Hendaklah memberi nasehat kepada kebenaran dan memberi nasehat kepada kesabaran).

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search