PSBB dan Perlindungan Ojol dan Opang (Ojek Online dan Ojek Pangkalan)

 Di Covid-19, Opini

Pada 10 April 2020 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan di berlakukan di DKI Jakarta.

Salah satu masalah yang menjadi perbincangan publik bahwa motor tidak boleh membawa penumpang. Artinya Ojol (Ojek Online) dan Opang (Ojek Pangkalan) kurang bisa beroperasi karena tidak mungkin kalau tidak membawa penumpang.

Sejak Corona Virus Disease (Covid-19) mewabah di Indonesia, telah menghadirkan penderitaan banyak orang. Salah satu yang menderita ialah pengendara ojek online dan ojek pangkalan yang sering disebut dengan akronim Ojol dan opang.

Ojek Online terbagi dua jenis. Pertama, ojek motor yaitu ojek yang menggunakan motor untuk menjemput penumpang ke suatu tempat, atau menjemput untuk pulang ke rumah. Ojol semakin bertambah tugasnya karena juga mengambil atau mengirim barang, pesanan atau makanan untuk dibawa kepada pemesan atau yang ditunjuk. Ojol dalam melaksanakan pekerjaan, semuanya menggunakan aplikasi online.

Kedua, ojek mobil. Para pengendara ojek mobil pada umumnya dari kelas menengah. Mereka ini ada yang pernah bekerja di perusahaan swasta kemudian di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) lalu memilih profesi menjadi ojek kendaraan online, ada juga karena gagal dalam bisnis alias bangkrut lalu terjun sebagai ojek mobil. Bahkan saya pernah bertemu seorang ojek mobil adalah mantan calon wakil bupati di salah satu kabupaten di Sumatera. Ada juga mantan sopir di sebuah perusahaan angkutan di Jakarta.

Mereka mayoritas kredit mobil untuk dipergunakan ojek online.

Ketiga, ojek pangkalan. Pengendara ojek ini masih konvensional. Mereka ada yang motor ada juga mobil. Mereka menunggu penumpang di terminal bus, stasiun kereta api, diujung jalan, di tempat tertentu. Ojek pangkalan (Opang) ini semakin lama semakin terpinggirkan dengan kehadiran ojek online secara masif.

Perlindungan Ojol dan Opang

Ojol dan Opang motor merupakan profesi yang tidak mudah. Menurut saya, mereka adalah pejuang ekonomi yang sangat tangguh untuk menghidupi isteri dan anak. Saya yakin, jika ada pekerjaan lain, mereka akan memilihnya.

Mereka sejak pagi sampai malam bertarung ditengah panas terik matahari dan hujan yang membasahi mereka.

Pada saat wabah covid-19 meningkat di Jakarta, perkantoran pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan sebagainya diminta bekerja di rumah, mereka kehilangan langganan atau penumpang.

Jakarta dan berbagai kota sepi, otomatis sepi penumpang dan konsekuensinya mereka tidak memperoleh penghasilan.

Lebih malang lagi, kalau kendaraan yang dipergunakan untuk ngojek masih kredit.

Maka dalam rangka menyukseskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang mulai di berlakukan 10 April 2020, saya mengusulkan:

Pertama, ojol dan opang motor jika tidak bisa membawa penumpang, mereka masih bisa melayani konsumen dengan membawakan sembako ke rumah, mengirim atau mengantar makanan dan sebagainya.

Kedua, ojol dan opang motor sepatutnya mendapat sembako dari pemerintah.

Ketiga, ojol online baik motor maupun mobil yang masih dalam masa kredit kendaraan agar diberi keringanan sebab wabah covid-19 adalah force majeure.

Keempat, diharapkan ojol, opang dan seluruh keluarga tetap sabar dan tabah dalam menghadapi musibah Covid-19.

Kelima, saya mengharapkan kita semua lebih mendekatkan diri kepada Allah dan disiplin dalam mematuhi ketentuan yang diberlakukan pemerintah. Kita berdoa semoga badai Corona segera berlalu.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search