UIC: Badai Corona Pasti Berlalu Ayo Disiplin PSBB

 Di Covid-19, DKI Jakarta, Opini

Universitas Ibnu Chaldun (UIC) terpanggil untuk ikut kampanye melawan dan mencegah wabah Corona Virus Disease Covid-19 #StayHome selain sebagai penjelmaan dalam mewujudkan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, juga menyadari bahaya wabah Covid-19.

Tiap hari kita membaca di media tentang kematian orang-orang yang kita cintai dan sayangi, orang-orang pintar dan pakar dalam ilmu kedokteran, para perawat yang dedikatif, politisi, pejabat, seniman dan rakyat pada umumnya yang menjadi tulang punggung kehidupan ekonomi keluarga.

Selain itu, kita membaca di media para buruh yang dirumahkan tanpa gaji, para penjaga toko yang diberhentikan dan menangis ramai-ramai karena memikirkan kehidupan mereka selanjutnya, hotel terpaksa berhenti operasi, bagaimana penghidupan para pekerja hotel dan ekonomi keluarga mereka.

Juga, banyak perusahaan yang tutup, bagaimana nasib para buruh atau karyawan, para pedagang kecil dan warteg kehilangan pelanggan karena pelanggannya mudik atau tidak mempunyai penghasilan untuk beli makanan, ojek tidak memperoleh penghasilan karena sepi akibat kantor tutup dan pegawai disuruh kerja di rumah dan sebagainya.

Disamping itu, Perguruan Tinggi berpaksa menyelenggarakan perkuliahan tidak tatap muka. Mahasiswa dipaksa mengikuti kuliah jarak jauh melalui media sosial. Pada hal tidak semua siap menyelenggarakan perkuliahan jarak jauh.

Masalah lain yang dihadapi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kalau wabah Covid-19 berlangsung lama, bagaimana membiayai kegiatan operasional, yang selama ini banyak bergantung pada pembayaran uang kuliah mahasiswa dan kegiatan lain.

Dan 1000 macam persoalan yang dihadapi masyarakat dari semua strata sosial akibat Covid-19.

6 Hal Harus Dilakukan untuk sukseskan PSBB

Masyarakat menghadapi situasi yang berat dan sangat tidak mudah.

Menurut saya, dalam menghadapi keadaan darurat Covid-19 yang tidak mudah, sebaiknya dilakukan 6 hal.

Pertama, bangsa Indonesia harus bersatu dalam menghadapi badai corona. Jangan bercerai-berai, bermusuhan dan ingin menghabisi atau memenjarakan sesama anak bangsa dengan menggunakan hukum dan tangan aparat.

Kedua, Presiden Jokowi sebaiknya berada digarda terdepan untuk memimpin mempersatukan seluruh bangsa dalam menghadapi wabah Covid-19.

Ketiga, para buzzers berhentilah membela penguasa. Yang harus dibela adalah rakyat karena kritikan dari banyak tokoh, cendekiawan dan aktivis tidak lebih hanya sebagai nasihat dan pemerintah tidak akan jatuh karena kritikan, sebab pemerintah memiliki segalanya seperti dana, menguasai parlemen, aparat intelejen, TNI, Polisi dan sebagainya.

Keempat, para tokoh, cendekiawan, aktivis teruslah sampaikan kritikan sebagai nasihat kepada penguasa dengan penuh hikmah kebijaksanaan dan beri solusi.

Kelima, rakyat jangan ada yang putus asa apalagi sampai bunuh diri. Jangan mencuri, merampok dan mengambil harta orang secara tidak halal. Percayalah dan yakinlah di dalam kesulitan ada kemudahan.

Keenam, para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, anggota DPR, DPRD disemua tingkatan supaya lebih aktif dan progresif menjalankan fungsi masing-masing terutama dalam menghadapi Covid-19 supaya fokus mewujudkan tujuan Indonesia merdeka yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 “melindungi segenap bangsa Indonesia …”

Kita berdoa di hari Jum’at yang penuh dengan keberkahan, insya Allah doa kita diijabah (dikabulkan), sehingga badai corona segera berakhir dan kita terhindar dari wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang mematikan.

Mari kita dukung dan sukseskan dengan penuh disiplin dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang mulai diberlakukan hari ini.

Yakin dan percaya berkat doa, dukungan dan partisipasi seluruh warga DKI, PSBB di Jakarta sukses menghentikan wabah Covid-19. Aamiin

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search