Musni Umar Socmed

Search

Day + 1 penerapan #PSBB di Jakarta (11/4/2020) - IG aldoishere

Covid-19

Analisis Sosiologis PSBB: Masalah Kedisplinan Warga Prioritas #PSBBday1

Kita bersyukur adanya peningkatan disiplin warga untuk mencegah dan memutus penyebaran wabah corona.

Saya mengamati dengan saksama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan perasaan gembira.

Setidaknya ada 3 alasan saya merasa gembira terhadap pelaksanaan PSBB di DKI pada hari kedua.

Pertama, ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker. Sebagai contoh, pedagang sayur yang setiap hari menjual aneka macam sayur, pisang, pepaya, semangka dan sebagainya di tempat kami tinggal di Cipete Selatan Jakarta Selatan, sebelum pemberlakuan PSBB tidak pernah menggunakan masker, dalam dua hari ini sejak diberlakukan PSBB selalu memakai masker kain.

Kedua, pemberlakuan PSBB dan masifnya sosialisasi serta penyadaran masyarakat, semakin meningkat kesadaran untuk menjaga diri dari wabah Covid-19. Sebagai contoh, penjual roti yang setiap pagi lewat di depan rumah dengan menggunakan motor sudah menggunakan masker.

Ketiga, ibu-ibu yang keluar rumah untuk membeli sayur dan buah-buahan dari seorang penjual yang menggunakan grobak, dalam dua hari ini memakai masker kain.

Masalah Disiplin

Kita bersyukur adanya peningkatan disiplin warga untuk mencegah dan memutus penyebaran wabah corona.

Akan tetapi, harus dilakukan pemantauan dan pengawasan tentang kedisiplinan warga dalam menaati tentang pemberlakuan PSBB.

Pertama, jangan sampai panas-panas tahi ayam. Pada awal pemberlakuan PSBB terpaksa tinggal di rumah #StayAtHome sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020.

Akan tetapi seiring dengan perjalanan waktu, bosan tinggal
di rumah lalu keluyuran. Ini penting diawasi. Jika tidak disiplin sebagaimana yang sering kita saksikan di jalanan, maka pemberlakuan PSBB akan gagal.

Kedua, masyarakat belum memiliki tradisi dan budaya disiplin. Sebagai contoh, penggunaan Helm bagi pemotor. Kalau ada polisi, para pengendara motor menggunakan Helm, jika tidak ada polisi warga menanggalkan Helm. Bisa juga terjadi, kalau ada polisi, warga tidak kerumunan, tetapi kalau polisi sudah pergi, warga sesukanya.

Ketiga, diperlukan partisipasi tokoh agama, tokoh masyarakat.serta adanya keberanian untuk menegur siapapun yang keluar rumah tinggal menggunakan masker. Menegur dan menasihati para pemuda, ibu-ibu dan siapapun yang nongkrong dan ngobrol bareng karena bisa menyebarkan wabah Covid-19.

Maka kunci kesuksesan dalam pemberlakuan PSBB adalah disiplin warga. Dalam konteks itu, peran Polisi, TNI serta tokoh agama serta tokoh masyarakat amat diperlukan untuk mendisipkan warga yang bandel dan panas-panas tahi ayam.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

Covid-19

Ada perbedaan perlakuan yang amat menyolok menikah saat pandemi, antara resepsi perkawinan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah dengan Syarifah Najwa Syihab (Puteri HRS) dan...

DKI Jakarta

Pembangunan di DKI Jakarta dari waktu ke waktu terus dipacu kemajuannya dalam berbagai bidang. Hasil pembangunan telah dirasakan oleh warga DKI Jakarta pada khususnya...

DKI Jakarta

Untuk menggerakkan kembali ekonomi yang lesu akibat Covid-19 tidak mungkin kalau warga tidak disiplin mengamalkan protokol kesehatan.

Covid-19

Suka tidak suka dan mau tidak mau harus diakui bahwa Jakarta leader dalam melawan Covid-19.

Covid-19

Jakarta merupakan daerah yang tingkat penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Akan tetapi patut bersyukur, tingkat kematian warga cukup rendah. Bersama kita bisa melawan Covid-19.

Covid-19

Trans Jakarta memberi perhatian yang besar terhadap pencegahan penyebaran Covid-19. Semua calon penumpang diukur suhu badannya ketika menuju halte pemberangkatan.

Covid-19

kata-kata Mari Semua Sehat, sangat menyentuh perasaan karena saat ini semua merasa khawatir sehubungan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang terpapar Corona, mengigat gejala Corona...