Analisis Sosiologis PSBB: Pemerintah Tegas dan Rakyat Disiplin #PSBBday3

 Di Covid-19, Opini

Kita ingin wabah corona virus disease (Covid-19) segera berakhir karena telah memberi dampak negatif yang luas dan berat bagi seluruh bangsa Indonesia.

Setidaknya ada 6 alasan, kita ingin wabah Covid-19 segera berhasi dibasmi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pertama, kita belajar dari China, Iran, Italia, dan sekarang Amerika Serikat, begitu mengerikan karena banyak sekali yang meninggal dunia akibat wabah Covid-19.

Kedua, kita membaca beberapa hari lalu laporan hasil penelitian para pakar dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang menemukan besarnya jumlah masyarakat Indonesia yang terpapar Covid-19 seperti DKI telah terpalar Covid-19 sebanyak 32 ribu orang.

Ketiga, data yang dihimpun Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakara tentang jumlah orang yang meninggal dunia di DKI Jakarta yang meningkat drastis dalam bulan Maret 2020.

Keempat, terus meningkatnya jumlah yang positif Covid-19, meninggal dunia dan sembuh yang dilaporkan setiap hari oleh juru bicara pemerintah Achmad Yurianto dalam melawan dan mencegah Covid-19.

Kelima, terjadinya kemerosotan ekonomi yang luar biasa yang berimbas dengan meningkatnya secara drastis jumlah orag yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Keenam, banyaknya dokter dan perawat yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Pada hal untuk mencetak dokter ahli apalagi yang bergelar Profesor, Doktor memerlukan waktu bertahun-tahun lamanya.

Sukseskan PSBB

Untuk segera mengakhiri serangan wabah Covid-19 yang mematikan, maka kuncinya tergantung pada pemerintah dan masyarakat.

Pertama, pemerintah harus tegas dan berani mengeluarkan kebijakan walaupun pahit guna menghentikan dan mencegah penyebaran Covid-19. Misalnya mudik lebaran. Majelis Ulama Indonesia dan beberapa Ormas Islam sudah mengeluarkan himbauan agar tidak mudik, tetapi pemerintah tetap membolehkan mudik. Pada hal bahaya mudik sangat besar karena bisa menyebarkan Covid-19 ke berbagai desa, tempat mudik para pemudik.

Kedua, pemerintah harus satu langkah dan satu tujuan dalam perang melawan Covid-19. Sangat fatal seperti sekarang, Kementerian Kesehatan RI melarang Ojol (ojek online) motor untuk membawa penumpang, sementara Kementerian Perhubungan RI membolehkan dalam kondisi tertentu. Ini melemahkan PSBB dan semangat masyarakat dalam berpartisipasi melawan dan mencegah Covid-19.

Ketiga, disiplin masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI yang sudah memberlakukan Pembafasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus ditaati oleh seluruh warga DKI dengan disiplin. Kalau yang disiplin hanya 60% misalnya, dan 40% tidak disiplin, maka tidak akan menghentikan penyebaran Covid-19.

Dampak negatif yang bakal dialami, pertama, upaya melawan dan mencegah penyebaran Covid-19 akan memakan waktu yang lama dan sangat mahal.

Kedua, Indonesia akan mengalami kemerosotan ekonomi yang lama dan amat dalam.

Ketiga, akan terjadi kematian yang sangat banyak, karena penularan akan terjadi sampai di desa-desa di seluruh daerah di Indonesia.

Oleh karena itu, Pembatasan Sosial Bershala Besar (PSBB) yang mulai diberlakukan di Jakarta, dan daerah lain harus di dukung dengan semangat dan partisipasi tinggi. PSBB harus sukses tidak boleh gagal.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search