Analisis Sosiologis PSBB: Kita Harus Bersatu dan Kolaborasi #PSBBday5

 In Covid-19, Opini

Corona Virus Disease (Covid-19) telah mewabah di seluruh dunia dan sudah menimbulkan dua bencana dan malapetaka yang amat besar yaitu keruntuhan ekonomi yang dahsyat dan kematian manusia yang amat banyak.

Dampak negatif Covid-19 di seluruh dunia luar biasa, juga dialami negara kita.

Pertama, terjadi keruntuhan ekonomi

Dampaknya sangat banyak antara lain:
1) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mencatat 1,6 juta pekerja pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan sebagai dampak ekonomi pandemi virus corona (CNN Indonesia, 13/04/2020).

2) Pengangguran meningkat. Pemerintah memperkirakan angka pengangguran tahun akan kembali meningkat akibat penyebaran wabah virus corona yang tak kunjung usai. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dalam skenario terberat saat ini tingkat pengangguran bisa naik 5,2 juta (CNN Indonesia, 14/04/2020).

3) Kemiskinan meningkat. Dampak lanjutan dari Corona, kemiskinan meningkat. Ada korelasi yang sabgat erat antara pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran dan kemiskinan.

Semakin meningkat jumlah orang yang di PHK, semakin meningkat pengangguran dan meningkat pula kemiskinan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat “jumlah penduduk miskin pada September 2019 sebesar 24,79 juta orang. Garis kemiskinan pada September 2019 tercatat sebesar Rp 440.538 per kapita per bulan dengan komposisi makanan sebesar Rp 324.911 (73,75 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp 115.627 (26,25 persen) (Beritasatu.com, 15 Jan 2020).

Jumlah penduduk miskin, sejatinya jauh lebih besar dari data BPS. Hal tersebut sangat tergantung dari garis kemiskinan yang ditetapkan. Semakin kecil garis kemiskinan yang dipatok, semakin menurun jumlah penduduk miskin.

Dalam pemberian bantuan sembako di DKI Jakarta sebagai contoh, jumlah keluarga yang diberikan sembako sebanyak 1,2 juta. Jika setiap 1 keluarga ada 3 orang, maka jumlah orang miskin atau rentan miskin di DKI sebanyak 3,6 juta orang. Dampak lain dari PHK, pengangguran dan kemiskinan, meningkat perceraian, kriminalitas, kekurangan gizi dan sebagainya.

Kedua, kematian meningkat

Data Corona RI yang dibuka 14 April 2020 jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 10.482 orang, sedang Orang Dalam Pengawasan (ODP) mencapai 139.137 orang.

Achmad Yurianto, juru bicara penanganan Corona menjelaskan total kasus Corona di Indonesia ada 5.136 kasus. Total 469 pasien yang tutup usia. “Seperti yang kita saksikan bersama, dari data yang kita saksikan bahwa penularan masih terjadi. Penyebaran penyakit masih terjadi” (Kompas.com, 15 April 2020).

Menurut saya, untuk memastikan PSBB sukses, maka koordinasi antar Menteri dibawah komando Presiden Jokowi harus ditingkatkan. Masalah dualisme keputusan seperti Keputusan Menteri Kesehatan RI yang melarang ojek online bawa penumpang, sementara Menteri Perhubungan membolehkan ojek online bawa penumpang dengan syarat tertentu.

Demikian pula mudik lebaran, Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam tidak membolehkan mudik bahkan sudah ada fatwa haram hukumnya dalam keadaan pandemik, tetapi Kementerian Perhubungan membolehkan mudik.

Dalam rangka melawan dan mencegah penularan Covid-19, saya mendesak pemerintah pusat supaya bersatu dan berkolaborasi serta bekerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat luas.

Dengan bersatu dan kolaborasi, yakin usaha kita dalam melawan dan mencegah Covid-19 berhasil dan sukses.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search