Musni Umar Socmed

Search

Moch. Hafidh (9 tahun) membawa kaleng Biskuit yang berisikan pecahan uang koin untuk membantu membeli APD - IG polsekdayeuhkolot1

Covid-19

Analisis Sosiologis PSBB: Covid-19 Dorong Solidaritas Sosial #PSBBDay6

Hadirnya gerakan sosial di kalangan masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi sosial untuk menolong sesama yang terdampak Covid-19.

Salah satu fenomena sosial yang saya amati dalam melawan Corona virus disease (Covid-19) ialah hadirnya gerakan sosial di kalangan masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi sosial untuk menolong sesama yang terdampak Covid-19.

Banyak organisasi sosial yang menghimpun dana dan bantuan materiil untuk menolong sesama pada saat pandemi Covid-19 menerjang bangsa Indonesia.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia misalnya merupakan salah satu lembaga sosial yang aktif dalam mewujudkan solidaritas sosial di Indonesia.

Pada saat wabah Covid-19 mengganas di DKI Jakarta, dan para dokter serta perawat kekurangan APD (Alat Pelindung Diri) lembaga ini turun tangan menyerahkan bantuan APD dan alat-alat kesehatan lainnya kepada Gubernur DKI Jakarta.

Selain itu, Hilmi FPI sangat aktif mewujudkan solidaritas sosial di kalangan masyarakat. Dapat dikatakan di mana ada bencana disitu ada Hilmi FPI. Mereka selalu berada di garda terdepan melakukan aksi sosial.

Dalam menolong masyarakat yang terkena dampak Covid-19, Hilmi FPI kembali berada digarda terdepan dalam menolong masyarakat.

Lembaga sosial lain yang aktif melakukan solidaritas sosial ialah Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Yayasan ini didirikan tanggal 14 September 1994 dengan pendiri Parni Hadi, Haidar Bagir, Sinansari Ecip dan Arie Sudewo.

Yayasan ini sudah malang melintang mengembangkan dan menggelorakan solidaritas sosial dengan menghimpun ziswaf (zakat infak shadaqah dan wakaf) dan menyalurkannya kepada fakir miskin.

Dalam melawan Covid-19, lembaga ini aktif mencegah dan menangkal corona seperti menggelar cek kesehatan kepada penggali makam di Taman Permakaman Umum (TPU) Pondok Rangon Jakarta Timur pada 13-14 April 2020 (Kompas.com, 15 April 2020).

Selain itu, DD (Dompet Dhuafa) membuat program “Tak Rela Lapar” Dompet Dhuafa Sasar 1 juta jiwa terdampak Covid-19 (Kompas.com, 9 April 2020).

Lembaga lain yang melakukan aksi untuk mewujudkan solidaritas sosial ialah ACT (Aksi Cepat Tanggap). Lembaga ini aktif membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

Salah satu kegiatan ACT yang diluncurkan ialah program varian dari operasi makan gratis, yaitu Humanity Food Van (HFV). Ini dilakukan untuk menolong mereka yang terkena dampak Covid-19.

Sebanyak 10 armada HFV akan beroperasi di wilayah Jabodetabek untuk mendistribusikan ribuan porsi makanan setiap harinya (DetikNews, Selasa, 07 Apr 2020).

Disamping itu, tidak ketinggalan Baznas Bazis DKI dalam melawan Covid-19 telah menyerahkan bantuan sebanyak 250 set Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan 800 coverall suit untuk petugas pemulasaran jenazah dan penggali kubur. Bantuan diserahkan oleh Lutfi Fathullah, Ketua Baznas Bazis DKI kepada Asisten Kesra Pemprov. DKI Jakarta.

Pengusaha Turun Tangan

Sejumlah pengusaha turut membantu penanganan wabah Covud-19. Sandiaga Uno membantu dengan memberikan jaminan biaya hidup bagi keluarga yang orang tuanya positif Covid-19.

Selain itu, Nurhayati Subakat, menggelontorkan 40 milyar untuk menyediakan alat medis di rumah sakit rujukan Covid-19. Tak ketinggalan Garibaldi Thohir, kakak kandung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyumbang dana 20 milyar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dato Sri Tahir, pemilik Mayapada membagikan makanan untuk 1.000 orang tiap hari kepada pekerja informal yang kehilangan penghasilan akibat Covid-19.

Kita menunggu pengusaha 9 naga termasuk pemilik Djarum yang merupakan pengusaha terkaya di Indonesia untuk menjadi bagian dalam mewujudkan solidaritas sosial dalam melawan Covid-19.

Sangat banyak anak bangsa yang telah mewujudkan solidaritas sosial untuk menolong saudaranya yang terkena dampak Covid-19 yang tidak dapat disebutkan dalam tulisan ini.

Kita berharap seluruh elemen bangsa mewujudkan solidaritas sosial. Sebaiknya Presiden Jokowi beri contoh, diikuti Wapres, para Menteri, para pimpinan lembaga tinggi negara, para pejabat negara, dan kepada daerah, misalnya gaji mereka selama 3 bulan disumbangkan untuk dana dalam melawan wabah Covid-19.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Covid-19

Salah satu kalimat yang penting diamalkan bangsa Indonesia saat ini ialah saling jaga. Kalimat itu sangat penting dibahas dan diamalkan bangsa Indonesia saat ini...

Covid-19

Bus Trans Jakarta di masa Gubernur Anies Baswedan, sangat terjangkau biayanya, semakin baik pelayanannya, tertambah aman dan nyaman bagi semua penumpang khususnya ibu-ibu, pelajar...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

Covid-19

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

Covid-19

Achmad Izul Waro, Direktur Pelayanan dan Pengembangan Trans Jakarta mengemukakan bahwa pengguna moda Trans Jakarta Aman dari Covid-19.

Covid-19

Tahun 2020 sebagai tahun kesedihan dan tahun yang amat sulit bagi sebagian warga DKI Jakarta, bangsa Indonesia, dan bangsa-bangsa lain di dunia telah dilewati.

Covid-19

Saya kemukakan tahun 2020 merupakan tahun kesedihan karena hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia diserang pandemi Covid-19.

Covid-19

Universitas Ibnu Chaldun Jakarta bukan saja bisa survive (bertahan) ditengah badai Covid-19, tetapi bisa bangkit dan maju.