Solusi Puasa Ramadhan 1441 H Ditengah Wabah Covid-19

 In Covid-19, Opini, Ramadhan 1441H

Shaum yang populer dengan kata “puasa” yang dilaksanakan pada setiap bulan Ramdhan merupakan ritual tahunan yang wajib dilaksanakan oleh kaum muslim dan di muslimat yang sudah baligh (dewasa).

Shaum Ramadhan, ada rangkaian kegiatan di Masjid yang dianjurkan untuk dilaksanakan yaitu shalat traweh. Ada yang melaksanakan 11 rakaat yaitu 8 rakaat shalat traweh dan 3 rakaat shalat witir. Ada pula yang melaksanakan shalat traweh sebanyak 23 rakaat yaitu 20 rakaat shalat traweh dan 3 rakaat shalat witir.

Sudah lazim dilaksanakan, sebelum shalat traweh di dahului shalat Isya berjamaah dan ceramah ramadhan yang sering disebut kultum (kuliah tujuh menit).

Selesai shalat traweh, ada jamaah yang melanjutkan tadarus Alqur’an di Masjid.

Selain itu, hampir semua Masjid menyediakan makanan untuk buka puasa. Ada yang hanya untuk ta’jil (makanan kecil) untuk buka puasa. Sumber makanan atau ta’jil dari sumbangan jamaah.

Disamping itu, ada pula buka puasa dengan tetangga, keluarga dekat, satu organisasi, satu partai politik, satu kantor dan sebagainya.

Tidak Ada Kegiatan

Semua aktivitas di Masjid yang biasanya sangat semarak setiap Ramadhan, tahun ini sepi.

Mengapa tidak boleh mengadakan aktivitas keagamaan di Masjid? Jawabannya satu,
untuk mencegah tidak terinfeksi corona virus disease (Covid-19).

Salah satu cara mencegah penularan Covid-19, tidak boleh berkerumun. Shalat berjamaah di Masjid merupakan aktivitas keagamaan yang menghadirkan kerumunan massa.

Kaedah fiqh yang digunakan ulama untuk melarang shalat jamah dan shalat traweh ditengah wabah Covid-19 ialah “Dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (mencegah kerusakan lebih didahulukan ketimbang mengupayakan kemaslahatan).

Solusi DiTengah Covid-19

Puasa Ramadhan dengan berbagai aktivitas di Masjid yang menyertainya, tahun ini tidak bisa dilaksanakan, karena wabah Covid-19.

Solusi tidak bisa shalat berjamaah di Masjid dan traweh, juga tidak bisa silaturrahim dalam buka puasa yang sudah menjadi budaya.

Adapun solusi yang sedang dijalankan umat Islam antara lain:

Pertama, semua kegiatan ritual keagamaan dilaksanakan di rumah seperti shalat rawatib (Ashar, Magrib, Isya, Subuh dan Zuhur) dilaksanakan berjamaah di rumah.

Kedua, shalat traweh yang didahului shalat Isya, dilaksanakan shalat berjamaah dengan anggota keluarga di rumah.

Ketiga, kirim pesan Ramadhan melalui sms, whatsApp, twitter, facebook, instagram dan sebagainya sebagai pengganti buka puasa bersama di Masjid, kampus PTN/PTS, berbagai organisasi, partai politik dan sebagainya, yang selama ini dilaksanakan sebagai sarana silaturrahim.

Keadaan darurat yang dihadapi umat Islam saat puasa Ramadhan 1441 H, akibat wabah Covid-19 sangat menyedihkan hati. Apa lagi dampak negatifnya sangat banyak perusahaan yang mengalami kesulitan, sehingga amat banyak karyawan yang di PHK atau dirumahkan, yang mengakibatkan situasi dan kondisi sebagian besar umat Islam amat memprihatinkan.

Dalam situasi yang amat sulit, kita hanya bisa melakukan dua hal, pertama, mengikuti dan melaksanakan ketentuan yang dikeluarkan pemerintan dengan disiplin yang tinggi untuk mencegah penularan Covid-19.

Kedua, berdoa kepada Allah semoga wabah Covid-19 segera berlalu. Doa sangat penting karena doa adalah senjata orang yang beriman.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search