Apresiasi Terhadap Anies dan Jajarannya Teristimewa Warga DKI Atas Perlambatan Covid-19 di Jakarta #PSBBday20

 In Covid-19, Opini

Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa penyebaran virus corona di DKI Jakarta semakin mengalami perlambatan dari waktu ke waktu.

“Kami jelaskan juga khusus DKI, perkembangan yang terakhir kasus positif telah mengalami perlambatan yang sangat pesat,” kata Doni seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin 27/4/2020 (Kompas.com, Selasa, 28 April 2020).

Berita tersebut sangat mengembirakan. Setidaknya ada 5 alasan saya sangat bergembira dan berbahagia terjadinya perlambatan Covid-19 di DKI.

Pertama, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang saya pimpin merupakan satu-satunya universitas di Jakarta dan Indonesia yang melakukan kampanye di media sosial untuk melawan dan mencegah Covid-19.

Kedua, sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahao pertama (10-24 April 2020), setiap hari saya menulis analisis sosiologis PSBB untuk mendukung dan menyukseskan PSBB di DKI Jakarta.

Ketiga, partisipasi warga DKI sangat tinggi dalam melawan dan mencegah penyebaran Covid-19. Setiap RT, RW dan komplek perumahan melakukan lockdown dilingkungan masing-masing untuk mencegah penyebaran Covid-19 di DKI.

Keempat, tingginya kepercayaan mayoritas warga DKI terhadap Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, sehingga mereka bahu membahu mendukung dan menyukseskan pemberlakuan PSBB.

Kelima, faktor kepemimpinan Anies Baswedan yang piawai mampu memandu dan memotivasi warga DKI untuk berkolaborasi menyukseskan PSBB.

Sinergi Pusat dan Daerah

Pemerintah pusat sebagai pemegang otoritas dalam memberikan izin kepada daerah untuk memberlakukan PSBB harus solid.dan satu.

Pada tahap pertama PSBB di DKI Jakarta, sinkronisasi, koordinasi antara satu kementerian dengan kementerian yang lain tidak terjadi. Sebagai contoh, kebijakan kementerian kesehatan sebagai center point tentang Ojol (ojek online) dalam PSBB tidak boleh bawa penumpang diterabas oleh kebijakan kementerian perhubungan yang membolehkan Ojol bawa penumpang.

Begitu pula kebijakan kementerian kesehatan tentang perusahaan yang boleh tetap beroperasi selama PSBB, tetapi kementerian perindustrian mengeluarkan izin perusahaan yang diperbolehkan beroperasi. Dampaknya buruh tetap berjubel di KRL, sehingga menjadi sumber penyebaran covid-19.

Oleh karena itu, kita apresiasi keputusan Presiden Jokowi bahwa sebelum peraturan menteri dikeluarkan supaya dilaporkan terlebih dahulu ke Presiden.

Selain itu, dalam upaya melawan dan mencegah penyebaran Covid-19, maka harus ada kerjasama yang harmonis dan terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

Harus diketahui bahwa pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat. Kegagalan pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pemerintah pusat dalam melawan dan mencegah Covid-19, juga merupakan kegagalan pemerintah pusat.

Maka arahan, panduan dan pembinaan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah merupakan keniscayaan.

Untuk memastikan PSBB di DKI tahap ke-2 sukses dalam melawan Covid-19, maka kolaborasi, dukungan dan partisipasi seluruh warga DKI terhadap PSBB mutlak diperlukan.

Akhirnya saya memberi apresiasi kepada Anies Gubernur DKI Jakarta dan seluruh jajarannya teristimewa warga DKI atas partisipasinya yang membanggakan dalam melawan dan mencegah Covid-19 yang diwujudkan dengan menaati protokol PSBB sehingga terjadi perlambatan Covid-19.

Saya mengharapkan tahap ke-2 PSBB semakin meningkat semangat dan ketaatan warga DKI Jakarta pada protokol kesehatan dalam upaya melawan dan mencegah Covid-19.

Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi pembaca dalam upaya kita melawan dan mencegah Civid-19.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search