Connect with us

#manusiamerdeka - twitter @msaid_didu

Opini

Analisis Sosiologis Kekuatan LBP dan Said Didu Dalam Perseteruan

Perseteruan itu berawal dari pernyataan M. Said Didu yang ditayangkan di You Tube yang menyebut LBP yang dipikirkan uang, uang, uang.

Ditengah wabah Covid-19 menyerang Indonesia, sejatinya bangsa Indonesia bersatu, sangat disayangkan terjadi perseteruan antara Jenderal TNI Purn. Luhut Binsar Panjaitan (LBP), Menteri Koordinator Kemariman dan Investasi RI dengan Dr. Ir. Mohammad Said Didu, M.Si (Mosad), mantan Sekretaris Kementerian BUMN RI.

Perseteruan itu berawal dari pernyataan M. Said Didu yang ditayangkan di You Tube yang menyebut LBP yang dipikirkan uang, uang, uang.

Pernyataan tersebut mengundang reaksi dari LBP. Melalui juru bicaranya, beliau meminta Mosad (Mohammad Said Didu) untuk minta maaf kepada LBP. Mosad mengirim surat klarifikasi ke LBP tapi tidak ada kata meminta maaf.

Setelah batas waktu yang ditetapkan, Mosad tidak minta maaf, melalui jubir LBP menyatakan bahwa kasus dugaan penghinaan terhadap LBP diteruskan ke ranah hukum.

Pada Senin, 4 Mei 2020 Bareskrim Polri telah memanggil Mosad untuk menghadap penyidik, tetapi Mosad berhalangan dengan alasan sedang PSBB, dan meminta diundur sampai usai PSBB.

Kekuatan LBP

Kasus yang tengah dihadapi Mosad dilihat dari aspek politik, LBP sangat kuat (powerful) sehingga hanya keajaiban dia tidak memenangkan kasus yang dianggap menghina dirinya.

Setidaknya ada 5 kekuatan LBP:

Pertama, LBP Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI. Selain itu, banyak mendapat penugasan dari Presiden Jokowi seperti menteri ad interim Perhubungan RI. Tidak heran, mohon maaf, ramai yang menyebut beliau sebagai “The riel President.” Ini persepsi sebagian masyarakat bisa benar bisa salah tergantung dari sisi mana melihatnya.

Kedua, LBP memiliki back up politik yang amat kuat. Beliau sebagai Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar.

Ketiga, LBP memiliki kekuatan ekonomi yang kuat sebagai pengusaha yang sukses.

Keempat, LBP adalah Jenderal TNI Purn. yang memiliki kedekatan emosional dengan TNI dan para purnawirawan TNI.

Kelima, LBP orang dekat dan kepercayaan Presiden Jokowi, sehingga memiliki pengaruh politik dan hukum yang kuat. Semua menteri dan seluruh jajaran kekuasaan pasti mendukung LBP.

Selain itu, masih banyak lagi kelebihan dan kehebatan LBP. Oleh karena itu, dilihat dari kekuasaan politik yang masih banyak mempengaruhi penerapan hukum, Mosad akan kalah dan dijatuhi hukuman.

Kekuatan Said Didu (Mosad)

Mohammad Said Didu (Mosad) tidak mempunyai kekuasaan dan kekuatan politik sebagaimana yang dimiliki LBP.

Menurut saya, kekuatan yang dimiliki Mosad dalam menghadapi perseteruan dengan LBP terletak “nilai” yang diperjuangkan yaitu keadilan, kebenaran dan kejujuran, sehingga dukungan rakyat terhadap Mosad akan membesar.

Pertama, dukungan kaum cendekiawan, kelas menengah dan aktivis pergerakan termasuk mahasiswa di seluruh penjuru tanah air.

Kedua, dukungan massa 212 yang sudah menyatakan memberi pembelaan dan dukungan terhadap Mosad.

Ketiga, dukungan masyarakat Bugis yang tersebar di seluruh penjuru tanah air serta masyarakat di Kawasan Timur Indonesia.

Keempat, dukungan dari berbagai kelompok di masyarakat yang selama ini beroposisi dengan kekuasaan.

Kelima, korban Covid-19 dari berbagai kalangan yang mengekspresikan kemarahan dengan mendukung Mosad.

Dalam keadaan normal, secara sosiologis dukungan terhadap Mohammad Said Didu (Mosad) tidak akan membesar, tetapi saat ini Indonesia sedang mengalami krisis akibat Covid-19, sehingga bisa membesar dan menjadi pemicu terjadinya gejolak sosial.

Oleh karena itu, saya pernah sarankan kepada LBP supaya masalah Said Didu tidak dilanjutkan, dimaafkan saja.

Saya berpendapat, mereka yang sedang berkuasa sebaiknya menggunakan politik merangkul, bukan politik memukul. Apalagi menggunakan aparat dan hukum untuk menghukum para pengeritik.

Sekedar mengingatkan, dalam situasi krisis seperti sekarang semua hal bisa terjadi termasuk kasus Mosad dimanfaatkan untuk mempersatukan kekuatan guna melawan LBP dan kekuasaan dengan menggunakan isu agama, etnis dan TKA China.

Belajarlah dari sejarah karena sejarah selalu berulang.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Politik

Akhiri perang di Palestina dengan mendorong kemerdekaan bangsa Palestina dengan ibukota Yerusalem Timur merupakan kunci untuk mewujudkan perdamaian abadi dan berakhirnya perang antara Israel...

In Memoriam

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

Opini

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) luar biasa. Sudah mendeklarasikan pembentukannya pada 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi Jakarta, sampai akhir Agustus 2020, isu KAMI...

Covid-19

Point ke-2 Maklumat KAMI ialah "Menuntut Pemerintah agar bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi Covid-19.."

Opini

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia dengan akronim KAMI, sangat fenomenal karena dalam waktu singkat sudah mendapat dukungan publik yang luas.