Musni Umar Socmed

Search

bis di jalan tulungagung - IG rendy_opticruise

Covid-19

Izin Operasi Moda Transportasi Jelang Lebaran Rusak PSBB dan Larangan Mudik

Semua moda transportasi massal darat, udara dan laut di buka kembali di seluruh daerah, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi umumkan.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI periode 1 telah berakhir 23 April 2020, telah diperpanjang untuk periode ke-2 selama 14 hari.

PSBB periode pertama 10-24 April 2030 terjadi perkembangan yang menggembirakan, yaitu menurunnya Covid-19 di DKI, paling tidak dalam 3 hari berturut-turut mengalami penurunan, tetapi pada 5 Mei kembali melonjak.

Begitu juga di beberapa daerah yang sudah memberlakukan PSBB, terjadi perlambatan penyebaran covid-19, sehingga ada wacana relaksasi atau pelonggaran PSBB.

Belajar dari Negara

Indonesia tidak menerapkan lockdown dalam memutus penyebaran Covid-19 karena resikonya sangat berat sebab selama berlangsung lockdown, masyarakat harus diberi makan berupa 9 bahan pokok. Hal tersebut dipilih jalan yang relatif moderat, yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang bisa dilaksanakan oleh pemerintah.

PSBB menurut Prof. Mahfud MD berhasil, sehingga dia mewacanakan untuk dilaksanakan relaksasi PSBB. Menurut dia sedang dikaji apa-apa saja yang bisa direlaksasi.

Menanggapi rencana pelonggaran PSBB, saya mengingatkan supaya Indonesia belajar dari negara lain sebelum melakukan pelonggaran.

Pertama, Hokkaido, Jepang pada akhir Februari 2020 mengumumkan keadaan darurat covid-19.

Pemerintah daerah kemudian bekerja keras melawan dan mencegah penyebaran Covid-19. Mereka berhasil melawan wabah tersebut, sehingga pada 19 Maret 2020 keadaan darurat dicabut.

Namun 18 hari sesudahnya, keadaan darurat harus diberlakukan kembali (Detiknews, 17 April 2020).

Kedua, Amerika Serikat telah melonggarkan pemberlakuan lockdown. Para peneliti memperkirakan jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat (AS) meningkat dua kali lipat pada awal Agustus. Menurut para peneliti, peningkatan tersebut terjadi karena pelonggaran lockdown yang terlalu cepat (Republika.co.id, 05 Mei 2020).

Kebijakan Memprihatinkan

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi telah mengumumkan bahwa semua moda transportasi massal darat, udara dan laut di buka kembali di seluruh daerah.

Patut diduga pemberian izin beroperasinya kembali moda transportasi massal darat, udara dan laut karena motif ekonomi, desakan pengusaha untuk memanfaatkan mudik lebaran.

Beroperasinya kembali transportasi massal darat, udara, dan laut, akan dimanfaatkan para pemudik untuk pulang kampung. Kebijaksanaan ini sangat melemahkan PSBB dan memprihatinkan.

Yang pasti mengalami kesulitan adalah petugas dilapangan. Disatu sisi pemerintah melarang mudik, tetapi moda transportasi dioperasikan kembali. Tidak ada transportasi massal saja para pemudik rela naik truk yang ditutup terpal untuk mudik. Apalagi kalau sudah ada bus, kereta api dengan bergembira ria mereka mudik.

Penyebaran Corona

Jumlah pemudik yang sudah pulang kampung sebelum larangan mudik 24 April 2020 sekitar 1 juta orang.

Mereka yang akan memanfaatkan dibukanya transportasi darat, udara dan laut untuk mudik menjelang lebaran Idul Fitri 1441 H. masih berjuta-juta orang.

Dari aspek ekonomi, mudik membuat daerah atau kampung yang dituju menjadi hidup karena para pemudik pasti membawa uang dan akan berbelanja, membayar zakat harta dan zakat fitrah.

Akan tetapi dari aspek keselamatan nyawa, dipertaruhkan karena pemudik berpotensi membawa corona dikampung halamannya.

Sebaliknya, usai lebaran Idul Fitri 1441 H mereka kembali ke DKI dan kota-kota tempat mereka bekerja, berpotensi menularkan virus corona yang dibawa dari daerah atau dari kampung halamannya.

Oleh karena itu, kita sangat prihatin adanya kebijakan membuka moda transportasi massal menjelang lebaran Idul Fitri karena menghancurkan kinerja PSBB yang sudah mulai memberi hasil nyata dengan mulai menurunnya corona.

Lebih memprihatinkan lagi dipastikan corona lebih lama menyerang Indonesia. Pemudik dari zona merah berpotensi menyebarkan corona di daerah atau kampung mereka. Usai lebaran Idul Fitri, mereka kembali ke DKI dan kota-kota tempat bekerja, mereka menyebarkan lagi virus Corona.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

Covid-19

Ada perbedaan perlakuan yang amat menyolok menikah saat pandemi, antara resepsi perkawinan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah dengan Syarifah Najwa Syihab (Puteri HRS) dan...

Covid-19

kata-kata Mari Semua Sehat, sangat menyentuh perasaan karena saat ini semua merasa khawatir sehubungan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang terpapar Corona, mengigat gejala Corona...

Covid-19

Salah satu kalimat yang penting diamalkan bangsa Indonesia saat ini ialah saling jaga. Kalimat itu sangat penting dibahas dan diamalkan bangsa Indonesia saat ini...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

In Memoriam

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

Covid-19

Tahun 2020 sebagai tahun kesedihan dan tahun yang amat sulit bagi sebagian warga DKI Jakarta, bangsa Indonesia, dan bangsa-bangsa lain di dunia telah dilewati.

Covid-19

Saya kemukakan tahun 2020 merupakan tahun kesedihan karena hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia terpuruk ditengah ancaman corona.