Malam Kemuliaan “Lailatul Qadar”

 In Ramadhan 1441H

Dalam berbagai hadis sahih Nabi Muhammad SAW dan sesuai Alqur’an surat Alqadar ayat 1 Allah menurunkan Alqur’an pada malam kemuliaan “Lailayul Qadar.”

Innaa anzalnaahu fii lailatil qadar (sesungguhnya Kami turunkan Alqur’an pada malam kemuliaan (lailatul qadar).

Umat Islam banyak yang suka mabiit (bermalam) di masjid pada 10 hari terakhir untuk melipat-gandakan ibadahnya dengan harapan pada saat mereka beribadah turun lailatul qadar.

Oleh karena pada malam itu turun para Malaikat dan Malaikat Jibril.

Siapa yang tengah beribadah pada saat malam kemuliaan (lailatul qadar), maka seperti beribadah 1000 bulan (alfi syahr).

Kemuliaan Lailatur Qadar

Menurut Alqur’an surah Al Qadar ayat 1-5 bahwa malam qadar mempunyai 5 kemuliaan.

Pertama, turun para malaikat dan malaikat Jibril di muka bumi. Sebelum Nabi Muhammad SAW wafat, malaikat Jibril bolak balik turun ke muka bumi membawa wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, malaikat Jibril beserta para malailat lainnya hanya turun ke muka bumi pada setiap bulan ramadhan di 10 hari terakhir pada tarikh ganjil.

Kedua, berlipat ganda pahala yang diraih beribadah pada malam kemuliaan seperti beribadah selama 83 tahun 4 bulan (1000) bulan. Jika tengah membaca surah Yaasiin pada saat lailatul qadar lalu tertidur karena mengantuk, maka seperti kita membaca surah Yaasiin selama 83 tahun 4 bulan (1000) bulan.

Ketiga, semua dosa di masa lampau diampuni oleh Allah jika sedang berdoa pada lailatul qadar.

Keempat, malam lailatul qadar, malam yang penuh dengan kemuliaan karena pada malam itu diturunkan Alqur’an.

Kelima, malam yang penuh ketenangan dan kedamaian karena saking banyaknya malaikat turun dari langit ke muka bumi pada malam itu.

Alqur’an dengan Manusia

Relevansi Alqur’an dengan manusia bahwa dalam hidup ini manusia perlu ikhtiar (usaha). Untuk meraih sukses, manusia memerlukan petunjuk (kompas).

Allah menegaskan bahwa Alqur’an yang diturunkan pada lailatul qadar merupakan “hudan” (petunjuk, kompas) bagi manusia dan orang-orang yang bertakwa.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menjadikan Alqur’an sebagai hudan (petunjuk, kompas) dalam hidup agar kita selamat di dunia dan akhirat.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search