Musni Umar Socmed

Search

video call dengan banyak orang - unsplash cwmonty

Covid-19

Cegah Covid-19: Warga DKI Tetap #StayAtHome, Silaturrahim Idul Fitri Via Medsos

Karena kita masih dalam suasana darurat corona, maka silaturrahim bisa menggunakan media sosial, aplikasi whatsapp dan semua sarana teknologi.

Corona virus disease dengan akronim Covid-19 belum berakhir di DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Peraturan Gubernur No. 47/2020 yang mengatur tentang pembatasan bepergian ke luar masuk atau keluar DKI Jakarta dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

“Dengan adanya Pergub ini, maka seluruh penduduk di Provinsi DKI Jakarta tidak diizinkan untuk bepergian ke luar kawasan Jabodetabek,” kata Anies dalam konferensi pers, Jum’at (15/5/2020).

Anies mengatakan aturan tersebut diterbitkan untuk membatasi pergerakan masyarakat di wilayah ibu kota, sehingga upaya pencegahan penyebaran virus Corona lebih terkendali.

Dalam peraturan tersebut ada yang dikecualikan antara pimpinan lembaga tinggi negara, organisasi internasional, TNI-Polri, petugas jalan tol, petugas penanganan Covid-19, petugas pemadam kebakaran, petugas ambulance, petugas mobil jenazah, dan pengemudi kendaraan angkutan barang yang tidak membawa penumpang.

Selain itu, pekerja di 11 sektor yang mendapat pengecualian dari penerapan PSBB juga tetap diperkenankan melakukan aktivitas. Namun, mereka tidak otomatis bisa bepergian, tetapi harus mengurus surat izin secara virtual melalui website corona.jakarta.go.id.

Kepentingan Bersama

Peraturan Gubernur No. 47/2020 yang mengatur tentang pembatasan bepergian ke luar masuk atau keluar DKI Jakarta dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 adalah untuk kepentingan bersama.

Peraturan Gubernur tersebut terasa membatasi pergerakan warga DKI Jakarta untuk melakukan silaturrahim dalam rangka Idul Fitri 1441 H.

Akan tetapi, pembatasan pergerakan warga DKI Jakarta harus dilakukan untuk kepentingan bersama.

Warga DKI Jakarta sudah berkorban dua bulan lebih #StayAtHome sebagai partisipasi nyata untuk melawan dan mencegah Covid-19.

Jika warga dibiarkan berkeluyuran untuk silaturrahim dalam rangka Idul Fitri 1441 H., maka bisa berlaku pepatah “karena nila setitik rusak susu sebelanga.”

Oleh karena itu, kita apresiasi keluarnya peraturan Gubernur DKI Jakarta tersebut dan bertekad menyukseskan dan melaksanakan pembatasan warga DKI demi melindungi diri sendiri, keluarga dan warga DKI dari penyebaran Covid-19.

Peraturan tersebut sekaligus menegaskan supaya warga DKI tetap #StayAtHome pada saat Idul Fitri 1441 H.

Silaturrahim Via Medsos

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, momentum Idul Fitri 1441 H tidak bisa dilakukan sebagaimana biasa dengan saling mengunjungi keluarga, bersalam-salaman, kumpul bareng keluarga dekat, makan ketupat bareng dan opor ayam, serta berbagai aktivitas Idul Fitri.

Oleh karena kita masih dalam suasana darurat corona, maka silaturrahim Idul Fitri 1441 H bisa menggunakan media sosial, aplikasi whatsapp dan semua sarana teknologi.

Untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari corona, teknologi memberi jalan keluar tetap bisa silaturrahim Idul Fitri melalui media sosial melalui facebook, whatsapp, instagram, twitter dan sebagainya.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Covid-19

Salah satu kalimat yang penting diamalkan bangsa Indonesia saat ini ialah saling jaga. Kalimat itu sangat penting dibahas dan diamalkan bangsa Indonesia saat ini...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

Covid-19

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

Covid-19

Tahun 2020 sebagai tahun kesedihan dan tahun yang amat sulit bagi sebagian warga DKI Jakarta, bangsa Indonesia, dan bangsa-bangsa lain di dunia telah dilewati.

Covid-19

Saya kemukakan tahun 2020 merupakan tahun kesedihan karena hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia diserang pandemi Covid-19.

Covid-19

Universitas Ibnu Chaldun Jakarta bukan saja bisa survive (bertahan) ditengah badai Covid-19, tetapi bisa bangkit dan maju.

Covid-19

Program Studi Perbankan Syariah Universitas Ibnu Chaldun Jakarta pada 12 Desember 2020 telah menyelenggarakan Webinar dengan tema "Peran Perbankan Syariah Dalam Membantu UMKM Dimasa...

Covid-19

Prof. Mahfud MD, Menko Polhukam RI mengatakan, tak ada sanksi pidana bagi yang melanggar protokol kesehatan ataupun tidak ikut dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.