Musni Umar Socmed

Search

Suasana pagi ini di Pasar Kebayoran (19/5/2020) - IG jakarta.hari.ini

Covid-19

Keadilan Ekonomi Tidak Diwujudkan

Wabah corona yang menyerang bangsa Indonesia telah memberi dampak negatif terhadap hampir semua aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi.

Wabah corona yang menyerang bangsa Indonesia telah memberi dampak negatif terhadap hampir semua aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi.

Mereka yang terkena dampak ekonomi meliputi, pertama, swasta, yaitu usaha besar, menengah, kecil, mikro pedagang kaki lima, dan sebagainya.

Kedua, usaha pemerintah, yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketiga, koperasi.

Keempat, lembaga keuangan milik pemerintah maupun swasta.

Stimulus BUMN

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dihadapan Komisi IX DPR RI mengemukakan, pemerintah akan menyuntikkan dana kepada sejumlah BUMN dengan tiga skenario, yaitu penyertaan modal negara (PMN), pembayaran kompensasi, dan dana talangan (investasi).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah untuk program pemulihan ekonomi nasional. Dana yang disiapkan untuk pemulihan ekonomi nasional mencapai Rp 641 triliun (mnsindonesia, 19 Mei 2020).

Stimulus UMKMK

Usaha mikro, kecil dan menengah serta koperasi termasuk yang terkena dampak Corona.

Pemerintah telah menetapkan bahwa UMKMK termasuk kelompok usaha yang mendapat stimulus (rangsangan) ekonomi dengan anggaran yang cukup besar.

Menurut saya, tidak cukup menyediakan modal usaha, tetapi juga pasar, tempat usaha, promosi usaha, dan pembinaan manajemen.

Selama ini UMKMK dilepas di pasar bebas untuk bersaing. Kebijakan semacam itu, telah menimbulkan banyak persoalan.

Pertama, UMKMK terus terpinggirkan dan sulit naik kelas menjadi usaha menengah apalagi usaha besar.

Kedua, berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah selalu lebih menguntungkan usaha besar karena mereka memiliki posisi tawar dan turut berkontribusi dana dalam pemilihan Presiden.

Ketiga, semakin tercipta kesenjangan sosial ekonomi. Ini tidak sesuai tujuan Indonesia merdeka untuk memajukan kesejahteraan.

Keempat, kondisi ekonomi Indonesia semakin jauh dari keadilan sosial yang tercantum dalam sila kelima dari Pancasila.

Kelima, dunia usaha Indonesia dikuasai segentir usaha besar dan pihak asing.

Oleh karena itu, momentum Corona harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pemerintah dan pelaku UMKMK untuk membangun kekuatan ekonomi kerakyatan sehingga ekonomi Indonesia di masa depan berbentuk seperti belah ketupat, yaitu ditengah UMKMK menjadi besar dan kuat.

Sudah saatnya kita tinggalkan struktur ekonomi Indonesia yang berbentuk seperti piramida sosial, dibawah sangat besar karena diisi UMKMK, sementara ditengah dan diatas sangat kecil jumlahnya.

Momentum puasa Ramadhan semoga menyadarkan bangsa Indonesia untuk berjuang bersama mewujudkan keadilan ekonomi di Indonesia yang sejak zaman penjajahan dan zaman Indonesia merdeka sampai saat ini belum terwujud.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

Covid-19

Ada perbedaan perlakuan yang amat menyolok menikah saat pandemi, antara resepsi perkawinan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah dengan Syarifah Najwa Syihab (Puteri HRS) dan...

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog saya sangat bergembira melihat dinamika masyarakat yang kembali berdenyut akhir-akhir ini di Jakarta. Terlihat banyak kegiatan di Jakarta mulai berjalan seperti sebelum...

DKI Jakarta

Untuk menggerakkan kembali ekonomi yang lesu akibat Covid-19 tidak mungkin kalau warga tidak disiplin mengamalkan protokol kesehatan.

Covid-19

Suka tidak suka dan mau tidak mau harus diakui bahwa Jakarta leader dalam melawan Covid-19.

Covid-19

Jakarta merupakan daerah yang tingkat penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Akan tetapi patut bersyukur, tingkat kematian warga cukup rendah. Bersama kita bisa melawan Covid-19.

Covid-19

kata-kata Mari Semua Sehat, sangat menyentuh perasaan karena saat ini semua merasa khawatir sehubungan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang terpapar Corona, mengigat gejala Corona...

Covid-19

Salah satu kalimat yang penting diamalkan bangsa Indonesia saat ini ialah saling jaga. Kalimat itu sangat penting dibahas dan diamalkan bangsa Indonesia saat ini...