Connect with us

Pos Pam Chek Pint Tol Cikarang Barat, antisipasi larangan mudik guna memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 - IG #OpsketupatJaya2020

Covid-19

PSBB Dan Dorongan Relaksasi

Akan tetapi pelaksanaan PSBB menghadapi kendala. Sebagai contoh di DKI Jakarta, tingkat kedisplinan warga mulai mengendur. Mungkin jenuh 2 bulan lebih #StayAtHome

DKI Jakarta dan berbagai daerah telah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Akan tetapi pelaksanaan PSBB menghadapi kendala. Sebagai contoh di DKI Jakarta, tingkat kedisplinan warga mulai mengendur. Mungkin jenuh 2 bulan lebih #StayAtHome.

Selain itu, tes corona penting ditingkatkan jumlahnya, sehingga menjangkau lebih banyak orang yang di tes.

Kemudian penting diperhatikan, perlunya konsistensi pada aturan PSBB yang telah ditetapkan. Setiap kementerian sebaiknya menghindari dalam membuat peraturan yang antagonistik dengan peraturan kementerian kesehatan sebagai pembuat regulasi yang menjadi rujukan para kepala daerah dalam membuat peraturan pelaksanaan dilapangan.

Pelaksanaan PSBB

Pelaksanaan PSBB telah menunjukkan keberhasilan dalam menekan penyebaran corona.

Sebagai contoh DKI. Pada awal Maret 2020 tingkat penyebaran Corona cukup besar. Satu orang bisa menyebar sampai 4 orang. Akan tetapi berdasarkan data yang dikemukakan Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia bahwa per 17 Mei 2020 tingkat penyebaran Covid-19 telah menurun menjadi 1,11.

Akan tetapi, menurut Gubernur Anies Baswedan, pada bulan Mei 2020 bertepatan Ramadhan ada kecenderungan mulai merambat menaik penyebaran Covid-19. Penyebabnya, karena setiap sore dan malam banyak warga yang keluar rumah.

Menurut Anies, semakin banyak warga yang tinggal dirumah, semakin rendah penyebaran covid-19. Sebaliknya semakin banyak warga keluar rumah, semakin tinggi penyebaran Covid-19.)

Desakan Relaksasi

Istilah relaksasi berasal dari bahasa Inggris “relaxation” yang berarti istirahat, persantaian, pengendoran, pelonggaran.

Relaksasi PSBB berarti pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mengenai pelonggaran PSBB, setidaknya ada dua kekuatan di masyarakat yang “bertempur” yaitu kesehatan dan ekonomi.

Pertama, para pakar kesehatan khususnya epidemologi berpendapat bahwa covid-19 masih jauh dari selesai. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan Covud-19 akan berakhir.

Dengan demikian, ancaman Covid-19 masih sangat besar. Oleh karena itu, jangan gegabah, harus hati-hati dalam melakukan relaksasi.

Kedua, para pengusaha banyak yang mendesak supaya dilakukan relaksasi. Menurut mereka, kalau dilakukan relaksasi, ekonomi akan bergerak dan bertumbuh kembali.

Pertanyaannya, bagaimana mengembangkan ekonomi ditengah wabah covid-19.

Tidak mudah menjawabnya karena 3 alasan.

Pertama, tidak ada yang tahu kapan Covid-19 akan berakhir.

Kedua, kalau dilakukan pelonggaran PSBB sementara penularan Covid-19 masih tinggi, khawatir penularan makin tidak terkendali.

Ketiga, kalau mau dilakukan relaksasi PSBB, harus terlebih dahulu mendengar para pakar epidemologi.


https://twitter.com/CNNIndonesia/status/1263101866113552386

Solusi PSBB

Agar keputusan yang diambil didasarkan data yang tepat, harus dilakukan:

Pertama, PSBB yang sedang dilaksanakan seperti di DKI, harus didorong supaya sukses.

Kedua, harus dilakukan sosialisasi rencana relaksasi PSBB.

Ketiga, sebaiknya mengikuti saran dan rekomendasi para pakar epidemologi dalam menuju relaksasi Covid-19.

Untuk menyuksekan rencana relaksasi PSBB, maka harus dilakukan secara bersama dan terkoordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Covid-19

Pemerintah pusat mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang hingga 16 Agustus 2021. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dengan akronim PPKM merupakan perubahan...

Covid-19

Sudah sering saya kemukakan bahwa kita gagal melindungi seluruh bangsa Indonesia sesuai amanat pembukaan UUD 1945. Sebagai bukti, kasus kematian harian akibat Covid-19, tiap...

Covid-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa Covid-19 belum selesai. Kalau positif rate bisa 5% insya Allah kita masuk zona aman.

Covid-19

PPKM Level 4 akan berakhir pemberlakuannya pada 2 Agustus 2021. Kita belum tahu apakah PPKM Level 4 akan dilanjutkan atau di stop, kita tunggu...

Covid-19

Setidaknya ada lima alasan pentingnya PPKM diperpanjang: Pertama, Covid-19 belum bisa dikendalikan. Jumlah yang meninggal masih sangat banyak.

DKI Jakarta

Melalui kolaborasi, yakin rakyat Indonesia dan warga DKI Jakarta dapat atasi Covid-19 yang semakin berbahaya.

Covid-19

Pada 22 Juli 2021, saya dan Arteria Dahlan, Anggota DPR RI dari PDIP berdiskusi tentang Covid yang gonta-ganti namanya dan tidak kunjung selesai. Karni...

Covid-19

Penuhi kebutuhan pangan mereka selama PPKM Darurat diberlakukan. Jika tidak, maka PPKM sulit sukses kalau kebutuhan dasar rakyat yaitu "pangan" dalam bentuk sembako tidak...