Dampak corona banyak sekali kegiatan sosial dan keagamaan yang tidak bisa dilaksanakan.
Salah satu kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan pada saat Hari Raya Idul Fitri 1441 H ialah silaturrahim.
Mengapa tidak bisa dilakukan silaturrahim? Setidaknya ada tiga alasannya. Pertama, untuk mencegah penularan corona dari silaturrahim dengan berbagai pihak.
Kedua, untuk memutus penularan corona karena menurut Aagym, corona adalah penyakit kerumunan.
Ketiga, untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga dari terinfeksi corona.
Menanti Lebaran Tanpa Mudik dan Ketupat Sayur di Qatar https://t.co/1Vy7Xq1dWv
— CNN Indonesia (@CNNIndonesia) May 22, 2020
"Rasulullah telah memerintahkan kepada kami pada shalat dua hari raya supaya kami mengenakan pakaian yang terbagus yang kami miliki, memakai minyak wangi yang terwangi yang kami miliki."
(Hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan sanad yang baik)#ramadan #lebaran pic.twitter.com/RWLAf59hzX
— detikcom (@detikcom) May 22, 2020
Pengurus Masjid Raya Jakarta mengikuti imbauan pemerintah. https://t.co/guu60JM2F4
— Republika.co.id (@republikaonline) May 22, 2020
Silaturrahim dan Implementasi
Silaturrahim berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata yaitu silah “hubungan” dan rahim “kasih sayang.”
Jadi bersilaturrahim bermakna menjalin hubungan kasih sayang kekeluargaan.
Dalam kondisi wabah corona masih menjangkiti DKI Jakarta pada khususnya dan berbagai daerah di Indonesia, maka mudik untuk bersilaturrahim di kampung halaman serta bersilaturrahim dengan tetangga dan keluarga dekat di mana kita bermukim sebaiknya tidak dilakukan.
Solusinya?
Saat ini teknologi komunikasi kemajuannya luar biasa.
Untuk bersilaturrahim dengan orang tua jika masih hidup, tetangga, keluarga dekat, famili, sahabat, teman dan banyak orang, karena keadaan tidak memungkinkan, maka solusinya banyak cara.
Pertama, melalui zoom. Kedua belah pihak bisa saling berhadapan dan bermaaf-maafan melalui layar kaca
Kedua, melalui video chart Whatsapp biisa berkomunikasi langsung dan juga bisa menulis pesan melalui Whatsapp (WA).
Ketiga, melalui facebook. Setiap orang yang mau bersilaturrahim dengan orang tua, keluarga, sahabat dan siapapun, bisa menulis pesan silaturrahim di facebook.
Keempat, melalui instagram. Setiap orang jika mempunyai akun di instagram bisa menulis pesan silaturrahim.
Kelima, melalui twitter. Setiap orang yang ingin menyampaikan pesan silaturrahim bisa menulis di twitter jika sudah mempunyai akun.
Oleh karena itu, tanpa mudik dan tanpa silaturrahim secara langsung karena kendala wabah corona, kita masih bisa bersilaturrahim virtual (maya).
Insya Allah rindu silaturrahim dalam rangka Idul Fitri bisa digantikan dengan silaturrahim virtual tanpa bertatapan muka langsung sebagaimana lumrah dilaksanakan.
Asalkan dengan niat tulus dalam rangka ibadah kepada Allah, pahalanya sama dengan silaturahim virtual dan silaturrahim langsung.
Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).
Hari Raya Idul Fitri adalah Hari Raya Kemenangan setelah puasa sebulan penuh. Untuk menyempurnakan hari kemenangan diwajibkan silaturrahim. Mudik dlm rangka silaturrahim. Sila baca tulisan ini.https://t.co/WqBJXtPuKJ
— Musni Umar (@musniumar) May 24, 2020

Musni Umar adalah Sosiolog dan Warga DKI Jakarta.
