Connect with us

pesan idul fitri 1441H rektor universitas ibnu chaldun jakarta - youtube musniumar

Covid-19

PESAN IDUL FITRI 1441 H REKTOR UNIVERSITAS IBNU CHALDUN JAKARTA

Dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H., perkenankan saya selaku Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) menyampaikan pesan.

Assalamu’alaikum W. W.
Bismillahirrahmanirrahim

Dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H., perkenankan saya selaku Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) menyampaikan pesan Idul Fitri 1441 H kepada keluarga besar Universitas Ibnu Chaldun, seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia.

Pertama, saya menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Mohon maaf atas kekhilafan dan kesalahan. Semoga ibadah Ramadhan kita di tengah pandemi Covid-19, diterima oleh Allah dan kita menjadi hamba-hamba Allah yang muttaqiin.

Kedua, dampak kebebasan berpendapat, penggunaan media sosial, keterbukaan informasi serta perbedaan kepentingan, umat Islam sering pecah belah. Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, saya berpesan kita saling memaafkan, saling mengasihani, semakin memperkokoh ukhuwah Islamiyah, semakin bersatu dan bersinergi untuk memajukan seluruh bangsa Indonesia.

Ketiga, dampak pandemi Covid-19, bangsa Indonesia menghadapi sangat banyak masalah dalam bidang ekonomi, sosial, keamanan dan sebagainya. Saya berpesan dan berharap kepada seluruh bangsa Indonesia untuk bersatu dan bersama mengatasi masalah wabah Covid-19 sebagai akar masalah dengan menaati protokol kesehatan dan PSBB.

Keempat, bangsa Indonesia sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat Covid-19. Saya perpesan kita sabar, terus berusaha dan mengobarkan optimisme serta saling membantu, karena di dalam kesulitan selalu ada kemudahan dan jalan keluar.

Kelima, dalam keadaan sulit dan tidak berdaya, pendidikan harus tetap menjadi prioritas karena pendidikan kunci untuk membawa bangsa Indonesia bangkit dan maju. Oleh karena itu, saya berpesan tidak ada anak bangsa Indonesia yang tidak sekolah karena orang tua dan keluarga terpapar kesulitan ekonomi akibat Covid-19.

Demikianlah pesan Idul Fitri 1441 H ini, semoga Allah selalu melindungi seluruh bangsa Indonesia dan negara kesatuan republik Indonesia serta segera terbebas dari Covid-19.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum W. W.
Rektor Universitas Ibnu Chaldun,

Prof. Dr. Musni Umar, SH., M.Si., Ph.D

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Covid-19

Setidaknya ada lima alasan pentingnya PPKM diperpanjang: Pertama, Covid-19 belum bisa dikendalikan. Jumlah yang meninggal masih sangat banyak.

Covid-19

Pada 22 Juli 2021, saya dan Arteria Dahlan, Anggota DPR RI dari PDIP berdiskusi tentang Covid yang gonta-ganti namanya dan tidak kunjung selesai. Karni...

Covid-19

Penuhi kebutuhan pangan mereka selama PPKM Darurat diberlakukan. Jika tidak, maka PPKM sulit sukses kalau kebutuhan dasar rakyat yaitu "pangan" dalam bentuk sembako tidak...

Covid-19

Setelah Covid-19 menghantam Indonesia mulai Maret 2020 sampai Juli 2021, nampaknya skala prioritas yang super urgent ialah penyelamatan nyawa dengan high priority pada kesehatan...

Covid-19

Karena masih suasana Covid-19 pada Idul Adha 1442H ini, umat Islam yang sudah siap melaksanakan ibadah haji di Mekah, kembali di urungkan tahun ini.

Covid-19

Covid-19 dan variannya sudah menjangkiti rakyat di seluruh Indonesia. Tidak ada provinsi yang bebas dari Covid-19. Tren peningkatan positif Covid-19 rakyat Indonesia terus meningkat...

Covid-19

PPKM Darurat sejatinya menyadarkan pemerintah bahwa dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia sesuai Pembukaan UUD 1945 yang merupakan salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia....

Covid-19

Saya mendesak supaya Indonesia menghentikan seluruh penerbangan internasional sementara. Demi kesuksesan PPKM Darurat dan terhindarnya Indonesia sebagai negara Episentrum Covid-19 Se-Dunia.