Umat Islam Agar Disiplin, Kuat Mental-Fisik dan Peduli Si Miskin

 In Covid-19, Lainnya, Opini, Ramadhan 1441H, Sosial

Umat Islam telah menjalani Training Center selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan.

Kewajiban selama 11 bulan mendatang adalah mengaplikasikan hasil training center di bulan Ramadhan untuk kemajuan pribadi, keluarga, bangsa dan negara.

Setidaknya ada tiga pelajaran yang bisa dipetik dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan yang harus diaplikasikan atau diwujudkan pasca bulan Ramadhan.

Pertama, disiplin

Pada saat sahur, kita bisa makan, minum dan sebagainya sebebas yang dimaui. Akan tetapi, ketika tiba imsak makan minum, wajib dihentikan. Jika dilakukan, maka batal puasa.

Seterusnya setelah imsak, pagi, siang dan sore, tidak boleh makan, minum, hubungan suami isteri dan sebagainya sampai tiba waktunya “ifthar” buka puasa pada saat Magrib.

Hal tersebut merupakan latihan “disiplin” yang wajib diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari selama 11 bulan mendatang.

Kalau kita bisa disiplin dalam hidup mulai dari disiplin waktu, disiplin kerja, disiplin berlalu lintas, disiplin belajar dan sebagainya, maka sebagainya pribadi, kelompok dan bangsa pasti maju.

Kedua, kuat mental dan fisik

Bulan Ramadhan tak obah training center bagi umat Islam. Selama ini ibadah di bulan Ramadhan yang dikejar baru sebatas pahala. Sejatinya hikmah shaum Ramadhan yang melatih mental dan fisik di transformasikan dalam hidup sehari-hari.

Pada malam hari kita bangun untuk shalat malam, sahur, dan mengaji Alqur’an. Kegiatan semacam itu membentuk dan membina mental dan fisik umat Islam supaya kuat dan tangguh.

Begitu pula pada siang hari tidak makan, tidak minum dan sebagainya, melatih fisik dan mental, sehingga kita menjadi manusia yang kuat dan hebat.

Akan tetapi, kelemahan selama ini, ibadah Ramadhan hanya dimaknai sebagai sarana ibadah belaka untuk meraup pahala sebanyak-banyaknya.

Oleh karena itu, ditengah kesulitan yang dihadapi sebagian besar bangsa Indonesia, hikmah shaum Ramadhan, sudah saatnya ditransformasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Ramadhan sebagai training center yang melatih mental dan fisik, momentumnya sangat tepat diaplikasikan ke dalam hidup sehari-hari, sehingga menjadi manusia yang kuat, sabar, tabah dan mampu menghadapi masalah yang dihadapi dan bisa menemukan jalan keluar.

Hal tersebut sangat penting karena dalam hidup ini tidak selamanya seperti hamparan karpet yang mulus dan tidak ada masalah. Dalam realitas, hidup ini bergelombang dan bahkan tidak jarang badai datang menerpa. Maka diperlukan mental dan fisik yang kuat agar tidak tumbang diterpa badai. Inilah pembinaan dan latihan selama Ramadhan.

Dampak Covid-19 yang menerpa bangsa Indonesia, menghadirkan kesulitan hidup dan banyak masalah. Insya Allah hasil pembinaan selama Ramadhan, terbangun manusia yang disiplin, bermental kuat dan fisik yang siap menghadapi badai Corona.

Ketiga, peduli si miskin

Bagi yang berpuasa, pasti merasakan pada siang dan petang hari rasa lapar dan haus.

Shaum (puasa) menyadarkan bahwa orang-orang miskin sepanjang hidup mereka selalu mengalami kesulitan.

Mereka yang berpuasa jika menghayati lapar yang dirasakan, pasti sadar bahwa orang miskin penting dikasihani.

Wujud shaum Ramadhan, sejatinya menghadirkan kepedulian kepada orang-orang miskin dan anak-anak yatim.

Covid-19 yang menyerang bangsa Indonesia, mengakibatkan ekonomi runtuh. Dampaknya banyak yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), pengangguran, kemiskinan dan kesulitan hidup.

Manifestasi dari kepedulian terhadap orang-orang miskin, umat Islam diwajibkan membayar zakat harta, zakat fitrah, infak, sadaqah.

Allah mengingatkan dalam Alqur’an “wafii amwaalim haqqun lissaaili wal mahrum” (Dan pada harta-harta mereka ada hak orang miskin (peminta-minta) dan yang tidak mendapat bagian (Q.S. Az Zariyat, ayat 191).

Semoga hikmah Ramadhan kita bisa amalkan untuk kemajuan seluruh bangsa Indonesia.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search