Melawan Corona Usai Lebaran: Waspada Arus Balik Pemudik ke Jakarta

 In Covid-19, DKI Jakarta, Opini, Ramadhan 1441H, Sosial

Tadi malam (25/5/2820) dalam berita Indonesia malam TV ONE, Prof. Wiku Adisasmito, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memaparkan kondisi positif corona di Indonesia dalam satu minggu ini, yang tertinggi adalah Jawa Timur, sementara di DKI Jakarta dalam kondisi melandai.

Sementara itu, Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta di gedung PNPB menyatakan adanya kemajuan penanganan virus corona atau covid-19 di Jakarta.

Anies menilai kemajuan tersebut akibat hasil prilaku masyarakat Jabodetabek yang melakukan kegiatan pencegahan. Seperti halnya mengurangi kegiatan pertemuan.

Anies membeberkan analisis dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia “Hampir 60 persen masyarakat tidak bepergian dan tetap di dalam rumah, kendaraan pribadi tinggal 45 persen, MRT penumpang tinggal 5 persen, Bus, penumpang tinggal 10-12 persen, ada penurunan signifikan (Liputan6, 25 Mei 2020).

Disiplin Ditingkatkan

Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam Berita Indonesia Malam TV ONE (25/5/2020) memaparkan upaya melawan penularan Covid-19 di DKI Jakarta.

Dia menjelaskan 2 Pergub untuk melawan dan mencegah penularan Covid-19 di Jakarta. Pertama, Peraturan Gubernur Nomo 33 Tahun 2020 yang mengatur Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta. Aturan ini mulai diberlakukan mulai Jumat (10 Maret 2020).

Kedua, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020
Tentang SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) DKI Jakarta. Pergub ini mengatur masyarakat yang keluar masuk DKI Jakarta yang harus mendapat surat izin keluar masuk Jakarta. SIKM ini dapat diperoleh melalui Online.

Pengetatan keluar masuk warga DKI amat diperlukan karena ada dua momentum.

Pertama, mudik lebaran

Mudik lebaran telah dilarang oleh pemerintah, tetapi masih banyak yang mudik.

Media melaporkan, di bandara Soekarno Hatta, beberapa kali terjadi penumpukan massa yang mau mudik lebaran.

Demikian pula halnya, terjadi penumpukan massa dipelabuhan laut Tanjung Priok, termasuk di pelabuhan Merak, tempat penyeberangan menuju Sumatera.

Jasa Marga mencatat 430.993 keluar Jakarta menjelang lebaran. Turun 80% dibanding mudik lebaran 2019 (katadata.co.id, 24/5/2020).

Walaupun mengalami penurunan jumlah masyarakat yang mudik, tetapi masih tergolong banyak yang mudik karena sejak Januari 2020 sudah mulai banyak yang pulang kampung.

Kedua, momentum silaturrahim pasca puasa Ramadhan. Kebiasaan silaturrahim pada saat Idul Fitri berpotensi menciptakan penularan covid-19.

Cegah Penularan Corona

Pasca lebaran Idul Fitri 1441 H. arus balik mudik ke Jakarta melalui udara, laut dan darat pasti terjadi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama Polisi dan jika tidak salah dengan TNI, telah mengantisipasi arus balik mudik ke Jakarta dengan mengeluarkan Pergub Nomor 47 Tahun 2020 tentang SIKM.

Akan tetapi, 3 zona yang harus dijaga yaitu bandara, pelabuhan laut, dan jalur darat (mobil pribadi, kereta api, bus antar provinsi) pasti menyulitkan para petugas untuk melaksanakan di lapangan.

Oleh karena itu, warga DKI diminta selain tetap dirumah sampai 5 Juni 2020 sebagai batas pemberlakuan PSBB tahap ke-3, juga sangat diperlukan partisipasi Ketua RT dan Ketua RW untuk memplototi warganya yang mudik dan balik ke DKI.

Jika tidak terjaring petugas gabungan dari Pemprov. DKI, maka harap dilaporkan ke Lurah, Camat atau Walikota agar yang bersangkutan di tes dan dikarantina untuk mencegah penularan baru corona di Jakarta.

Kolaborasi semua pihak untuk mencegah dan memutus penularan baru corona di Jakarta yang bersumber dari pemudik yang kembali dari daerah ke Jakarta, amat diperlukan supaya PSBB tahap ke-3 di Jakarta yang diharapkan merupakan yang terakhir, dapat diwujudkan.

Berakhir tidaknya PSBB di DKI Jakarta sangat ditentukan warga DKI. Makin tinggi jumlah warga yang tinggal dirumah. Dan makin sukses mencegah arus balik mudik ke Jakarta, penularan covid-19 semakin habis, maka insya Allah mulai 6 Juni 2020, warga DKI memasuki masa transisi menuju New Normal.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search