New Normal VS Spirit Melawan Corona

 In Covid-19, Sosial, Top

Isu yang sangat banyak dibicarakan pubik adalah “New Normal.” Pasalnya dikemukakan Presiden Jokowi dalam banyak kesempatan termasuk saat meninjau Mal di Bekasi.

Pertanyaannya, apa itu New Normal? Menurut Wikipedia arti New Normal kenormalan baru adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan 2007-2008, resesi global 2008–2012, dan pandemi COVID-19.
https://id.wikipedia.org/wiki/Kenormalan_Baru_(bisnis)

Jadi istilah New Normal adalah satu konsep dalam bisnis dan ekonomi yang diterapkan usai krisis yang dialami seperti dikemukakan di atas.

Usai Corona

Jika berpijak dari arti New Normal yang dikemukakan di atas, maka yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat saat ini.

Pertama, memastikan PSBB sukses. Kalau corona masih merajalela di masyarakat, berarti PSBB diberlakukan gagal. Ini tidak boleh terjadi.

Kedua, keterbukaan. Semua harus terbuka terhadap data corona. Jangan ada yang menyembunyikan data atau mengurangi data ODP (Orang Dalam Pengawasan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), Pasien Positif Corona (PPC), jumlah yang sembuh dan jumlah yang mati.

Selama ini yang diberitakan mati akibat corona hanya mereka yang PPC (Pasien Positif Corona), pada hal begitu banyak yang mati dari ODP dan PDP.

Ketiga, satu komando. Dalam menangani wabah corona yang sudah mengancam seluruh lini kehidupan, negara yang sukses menangani corona, selalu dilakukan satu komando. Kelemahan selama ini tidak satu komando. Masing-masing menteri membuat kebijakan yang saling berlawanan dan melemahkan PSBB.

Keempat, rakyat disiplin. Dalam pemberlakuan PSBB di Jakarta sebagai contoh, menurut Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, 60 % masyarakat yang mematuhi protokol kesehatan dan PSBB.

Dengan demikian, sebesar 40 % masyarakat DKI yang belum mematuhi protokol kesehatan dan PSBB, harus disadarkan untuk disiplin. Pada saat yang sama, 60 % masyarakat yang sadar penting mematuhi protokol kesehatan dan PSBB didorong untuk tetap disiplin.

Kelima, kolaborasi menyukseskan PSBB. Semua harus bergotong royong menyukseskan PSBB dengan saling menasehati dan mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan dan PSBB.

Setelah Normal

Berdasarkan pengertian New Normal yang dikemukakan, maka dalam kaitan dengan corona, pemberlakuan konsep New Normal harus sesudah normal pandemi corona. Tidak ada lagi corona.

Kalaupun tidak normal 100%, kondisi penularan corona sudah bisa dikendalikan dengan tingkat penularan yang sangat minim.

Kalau penularan corona masih besar, kemudian ditutup-tutupi dengan alasan mau diberlakukan New Normal, maka dapat dikatakan bunuh diri karena corona bisa semakin merajalela dan dampak negatif pasti sangat besar.

Semoga tulisan ini menambah spirit dalam melawan corona sampai tuntas, sehingga hidup normal segera bisa diwujudkan.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search