Warga DKI Dilarang Keluar – Masuk Jakarta, Bagaimana Pelajar dan Mahasiswa?

 Di Covid-19, DKI Jakarta, Pendidikan, Sosial, Top

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang keluar masuk DKI harus miliki SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) dan penuhi syarat.

Peraturan Gubernur tersebut telah diberlakukan dalam rangka mencegah keluar masuk warga DKI menjelang dan pasca lebaran Idul Fitri 1441 H.

Polda Metro Jaya mencatat 30.900 kendaraan telah ditindak untuk putar balik ke Jakarta hingga hari ke-29 operasi pelarangan mudik lebaran (tribunnews.com, 23 Mei 2020).

Kita apresiasi kerja keras petugas gabungan Satpol PP, LLAJR, Polri dan TNI dalam mengamankan larangan mudik dan keluar masuk Jakarta.

Kebijakan tersebut pasti ada warga yang merasa tidak nyaman, tetapi semua itu dilakukan untuk melindungi warga DKI dari penularan corona yang menurut para pakar epidemologi sangat ganas dibanding SARS.

11 Sektor Boleh Beroperasi

Peraturan Gubernur DKI Nomor 47 tahun 2020 tersebut mengecualikan untuk tetap beroperasi yaitu sektor

1. Kesehatan
2. Bahan pangan/makanan/minuman
3. Energi
4. Komunikasi dan teknologi informasi
5. Keuangan
6. Logistik
7. Perhotelan
8. Konstruksi
9. Industri strategis
10. Pelayanan dasar/obyek vital
11. Kebutuhan sehari-hari

Mahasiswa Dari Luar DKI

Salah satu persoalan yang harus diatasi adalah mahasiswa yang belajar di berbagai perguruan tinggi dari luar DKI Jakarta.

Mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi di wilayah lll DKI Jakarta dari berbagai daerah luar Jakarta sangat besar jumlahnya.

Setidaknya ada 5 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di DKI Jakarta tempat belajar mahasiswa dari luar Jakarta. Selain itu, mereka belajar di sekitar 91 perguruan tinggi swasta (PTS) bertaraf universitas. Disamping itu, di 15 PTS bertaraf institut, serta kurang lebih 250-an lebih PTS bertaraf Sekolah Tinggi, dan Akademi di DKI Jakarta.

Sebagian mahasiswa PTN dan PTS di Jakarta berasal dari luar DKI Jakarta.

Pertanyaannya, apakah jumlah mahasiswa dalam jumlah yang amat besar tidak boleh masuk Jakarta pasca lebaran untuk melanjutkan pendidikan?

Saya mengusulkan para mahasiswa dari berbagai daerah diperbolehkan masuk ke Jakarta pasca Idul Fitri 1441 H.

Alasanya, pertama, para mahasiswa kembali ke daerah untuk mengisi libur kuliah setelah ujian akhir smester (UAS) sehingga bisa merayakan Idul Fitri bersama orang tua di kampung.

Kedua, karena faktor pandemi corona, banyak PTS yang baru akan menyelenggarakan Ujian Akhir Smester (UAS) pasca lebaran Idul Fitri.

Ketiga, mahasiswa segera kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan.

Oleh karena itu, saya apresiasi kebijakan Gubernur DKI Jakarta untuk melindungi warga DKI dari penularan corona, akan tetapi untuk memastikan kelangsungan pendidikan para mahasiswa dari luar DKI Jakarta terutama dari luar Jawa, sangat penting mereka diberi kebijakan khusus.

Untuk memastikan mereka tidak terinfeksi corona selama di daerah, maka harus di tes kesehatan (rapid test) setelah tiba di Jakarta.

Dengan demikian, warga DKI yang tidak mudik selamat dari penularan corona dari para mahasiswa.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search