Maskapai Penerbangan Indonesia dan Dunia PHK Karyawannya Akibat Corona

 Di Covid-19, Dunia Usaha, Opini, Sosial

Wabah corona membawa dampak negatif yang amat luas bagi seluruh sektor kehidupan manusia.

Diantara sekian banyak sektor yang terpukul akibat corona, ialah maskapai penerbangan.

Sektor maskapai penerbangan Indonesia dan berbagai negara di dunia mengalami pukulan hebat akibat corona.

Setidaknya ada 3 penyebab sektor maskapai penerbangan mengalami pukulan dahsyat.

Pertama, negara-negara potensial yang warganya banyak melakukan perjalanan (tour) ke berbagai negara termasuk di Indonesia, semuanya stayAtHome karena takut tertular corona. Dampaknya, maskapai penerbangan tidak memperoleh penumpang yang cukup. Dampaknya lebih pengeluaran daripada pendapatan.

Kedua, warga asing yang selama ini banyak melancong ke Indonesia, tidak berani melakukan karena Indonesia sedang dilanda corona.

Ketiga, banyak negara melakukan lockdown akibat wabah corona, sehingga warganya tidak bisa keluar negeri.

Keempat, untuk mencegah penularan corona, banyak negara termasuk Indonesia menyetop penerbangan. Walaupun Indonesia menjelang Idul Fitri mengizinkan maskapai penerbangan untuk beroperasi kembali.

Kelima, dampak wabah corona, banyak warga negara asing menunda kegiatan melancong ke berbagai negara termasuk di Indonesia.

Dampak itu semua, income maskapai penerbangan merosot tajam. Sementara, biaya operasional yang sifatnya fixed cost sulit dikurangi seperti bayar bunga utang, gaji karyawan, maintenance dan sebagainya.

Oleh karena minus penerimaan, sementara pengeluaran tetap seperti dalam keadaan normal, maka karyawan dirumahkan. Setelah beberapa bulan kondisi belum menunjukkan normal, maka manajemen maskapai penerbangan, terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

PHK Karyawan

Untuk mengurangi biaya pengeluaran, maka yang paling sering dilakukan adalah merumahkan karyawan, kemudian melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

The Airlines of Garuda Indonesia-Garuda Indonesia merupakan salah satu maskapai penerbangan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Berita yang amat mengejutkan, manajemen maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pilot yang bekerja di maskapai tersebut.

Mereka yang dipecat khususnya yang berstatus karyawan kontrak. Menurut Ketua Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt. Bintang Muzaini, ada 181 pilot Garuda Indonesia yang terkena PHK pertanggal 1 Juni 2020 (tribunnews.com, 3 Juni 2020).

Maskapai penerbangan mengharapkan adanya insentif dari pemerintah untuk mengurangi beban biaya yang amat berat akibat corona seperti di Airport parking fee, landing fee, biaya navigasi, dan check in counter. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada dari pemerintah.

Tidak hanya maskapai penerbangan dalam negeri yang melakukan PHK, tetapi maskapai asing seperti Qantas Airline, pada pertengahan Maret 2020 merumahkan 2/3 dari 30 pribu karyawannya. Hanya sebagian yang dapat gaji. Begitu pula Finn Air, maskapai asal Finlandia merumahkan seluruh stafnya. Akibatnya 6.000 stafnya terdampak (katadata.co.id., 22 April 2020).

British Airways juga melakukan PHK 12.000 karyawannya (Warta Ekonomi.co.id, Rabu, 29 April 2020)

Maskapai penerbangan Easy Jet di Eropa berencana pangkas 30% pegawainya dari total 15.000 pegawai, 4.500 akan terkena PHK (detikfinance, 29 Mei 2020).

Begitu pula, Qatar Airways memecat 200 karyawannya (katadata.co.id , 22 April 2020)

Singapore Airlines memangkas gaji 10.000 stafnya.

Selain itu, banyak lagi maskapai penerbangan di dunia yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena mengalami kesulitan keuangan akibat corona.

Akhirnya saya berharap pemerintah melakukan penyelamatan maskapai penerbangan Indonesia terutama Garuda Indonesia, minimal memberi discount parking fee, landing fee, biaya navigasi, dan check in counter di Airport.

Semoga tulisan ini memberi manfaaf bagi bangsa Indonesia.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search