Connect with us

Pagi tadi, Selasa (24/5), Gubernur @aniesbaswedan mendampingi Presiden RI, meninjau kondisi Stasiun MRT - IG dkijakarta

Covid-19

Elektabilitas Anies Turun Karena Corona: Hasil Survei Tergantung Siapa Pendananya

Kalau yang mendanai survei adalah penguasa merangkap pengusaha, maka pasti yang mendanai pelaksanaan survei mempunyai kepentingan politik dan ekonomi.

Survei calon Presiden di Indonesia memerlukan dana yang besar karena luasnya wilayah Indonesia dan besarnya populasi yang harus dijadikan sampel agar hasilnya bisa mewakili seluruh masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, lembaga survei yang melaksanakan survei memerlukan pendana yang memiliki dana besar untuk membiayai pelaksanaan survei.

Dilema yang dihadapi, pendana bersedia mendanai survei kalau kepentingannya diakomodir. Karena yang mau disurvei adalah calon Presiden 2024, maka kepentingan politik pendana, tidak mungkin diabaikan.

Apa kepentingan pendana? Kalau pengusaha yang mendanai survei, pasti kepentingan ekonomi, yaitu imperium bisnisnya ditopang Presiden yang akan datang.

Kalau yang mendanai survei adalah penguasa merangkap pengusaha, maka pasti yang mendanai pelaksanaan survei mempunyai kepentingan politik dan ekonomi.

Mereka yang mendanai sebuah survei bisa sebagai kelompok pengusaha besar dan bisa pula sebuah pengusaha besar yang tidak ingin kehilangan cantolan kepada penguasa yang akan datang, sehingga perlu mempromosikan calon Presiden baru yang bisa menopang imperium bisnis dan bahkan semakin membesarkan bisnis mereka.

Bisa juga yang mendanai survei, mereka yang ingin perubahan, dan mempunyai calon Presiden yang bisa memperbaiki Indonesia.

Dalam rangka mengorbitkan calon Presiden baru 2024, pendana bersedia membiayai pelaksanaan survei.

Dilema Para Ilmuan

Lembaga survei sudah menjadi industri, setiap survei yang dilakukan, harus bisa menghasilkan keuntungan.

Dengan demikian, lembaga survei merupakan entitas bisnis yang tidak lain adalah sebuah industri yang motifnya adalah mencari keuntungan.

Jasa yang ditawarkan adalah kegiatan survei. Mereka yang menggeluti bisnis survei adalah para ilmuan yang pada umumnya bergelar sarjana S2 dan bahkan banyak yang menyandang gelar Ph.D (Philosophy of Doctor) dari luar negeri.

Sejatinya sebagai ilmuan prinsip yang selalu dipegang dalam melakukan survei atau riset adalah mencari dan menemukan kebenaran.

Akan tetapi survei atau riset yang berkaitan dengan calon Presiden, belum tentu mencari dan menemukan kebenaran.

Dalam realitas, hasil survei bisa bertentangan dengan persepsi dan opini publik. Sebagai contoh, Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, mayoritas masyarakat Indonesia dan masyarakat Internasional memberi apresiasi atas keberhasilan Anies dalam menangani corona di Jakarta, sehingga 40 Gubernur dan Walikota di dunia mengundang Anies menjadi pembicara utama dalam membahas corona.

Akan tetapi, hasil survei yang dilakukan sebuah lembaga survei menyebutkan bahwa elektabilitas Anies turun karena Corona.

Patut diduga, kelompok kepentingan yang membiayai kegiatan survei tidak sejalan dengan kepentingan politiknya, sehingga harus mengorbitkan calon lain dengan elektabilitas yang tinggi melampaui Anies.

Kita berharap lembaga survei manapun tidak dijadikan sebagai alat untuk mempromosikan calon presiden 2024. Supaya kelihatan ilmiah, lembaga survei dibiayai untuk melakukan survei, yang hasilnya harus sesuai kepentingan pendana yang membiayai pelaksanaan survei.

Survei Capres 2024 yang mulai banyak dilakukan sejatinya untuk memotret aspirasi masyarakat. Kita berharap hasil survei tidak direkayasa dalam rangka mempromosikan calon Presiden 2024 yang sesuai kepentingan pendana.

Kita amat berharap rakyat sebagai pemegang kedaulatan rakya tidak dijadikan sebagai obyek dan sasaran operasi penggiringan opini publik untuk memuluskan rekayasa calon Presiden melalui lembaga survei.

Semoga tulisan ini memberi sumbangsih dalam upaya menyadarkan seluruh rakyat Indonesia agar tidak tersesat dari penggiringan opini calon Presiden 2024, yang tujuannya untuk melanggengkan kekuasaan politik dan ekonomi di Indonesia dengan mengabaikan aspirasi dan kepentingan mayoritas rakyat.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

DKI Jakarta

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta dengan bijak telah memberi jalan keluar dengan menyarankan umat Islam agar menggelar salat Idul Fitri dilokasi terbuka seperti lapangan...

Covid-19

Dalam upaya jaga jakarta dan mencegah berlanjutnya kerumunan massa untuk berbelanja di pasar Tanah Abang menjelang Idul Fitri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan...

DKI Jakarta

Saya menyaksikan tiap hari dengan sangat senang adanya fenomena kebangkitan ekonomi di Jakarta, walaupun Covid-19 belum berakhir. Banyak lagi fenomena yang dapat dijadikan indikator...

DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan mengemukakan beberapa indikator makro yang dicapai mengalami peningkatan, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) warga Jakarta tahun 2020 tercatat sebesar 80,77,...

DKI Jakarta

Pembangunan yang menghadirkan keterbukaan untuk dikritik dan didukung, menurut saya sangat baik, dan inilah ciri demokrasi yang baik kita harus lakukan di masa depan.

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

DKI Jakarta

Pembangunan di DKI Jakarta dari waktu ke waktu terus dipacu kemajuannya dalam berbagai bidang. Hasil pembangunan telah dirasakan oleh warga DKI Jakarta pada khususnya...

DKI Jakarta

Kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan UNU Indonesia patut diapresiasi karena pembangunan yang menghadirkan kolaborasi dengan dunia perguruan tinggi merupakan wujud dari pembangunan partisipatif. Hasilnya...