UIC 64 Tahun: Momentum Untuk Bangkit dan Maju

 In Pendidikan

Pada 11 Juni 1956 Universitas Ibnu Chaldun dengan akronim UIC genap berumur 64 tahun.

Universitas Ibnu Chaldun didirikan oleh Parada Harahap, wartawan senior, pendiri LKBN ANTARA, Zainal Abidin Ahmad, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Masyumi, dan Dr. Ali Akbar, tokoh Muhammadiyah.

Adapun yang memberi nama Universitas Ibnu Chaldun ialah
Prof Dr Osman Raliby, cendekiawan Muslim terkemuka kelahiran Aceh yang lama belajar di Mesir dan di Jerman, yang menguasai banyak bahasa asing.

Universitas Ibnu Chaldun diambil dari nama seorang cendekiawan Muslim terkemuka di dunia yang bernama Ibnu Khaldun yang nama lengkapnya Abu Zayd ‘Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami, yang lahir di Tunisia pada 27 Mei 1332 H dan meninggal 19 Maret 1406 H pada umur 73 tahun.

Ibu Khaldun dikenal secara luas sebagai seorang sejarawan muslim yang sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi danekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah.

Momentum Bangkit dan Maju

Dalam umur 64 tahun, Universitas Ibnu Chaldun pernah mengalami 2 kali turbulensi. Pertama, perbedaan pandangan dikalangan pengurus Yayasan yang mengakibatkan Fakultas Kedokteran UIC memisahkan diri yang kemudian dalam perkembangannya menjadi Universitas YARSI.

Kedua, ketua Dewan Pembina memberhentikan Ketua Yayasan sehingga harus berperkara di pengadilan. Dampaknya, UIC dinonaktifkan oleh pemerintah sebanyak 2 kali.

Sejak akhir 2016, saya diminta memimpin UIC. Alhamdulillah berkat kerjasama dengan Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun, seluruh pimpinan universitas, pimpinan fakultas secara bertahap persoalan akademik di atasi, jumlah mahasiswa ditingkatkan, masalah keuangan dibenahi, sarana prasarana diadakan, tri darma perguruan yaitu pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan.

Selain itu, citra UIC yang terpuruk akibat dinonaktifkan 2 kali oleh pemerintah (2009-2014 dan 2015) diperbaiki dengan melakukan berbagai kegiatan positif kemudian dipublikasikan di media sosial.

Sebagai contoh, Universitas Ibnu Chaldun berada digarda terdepan dalam kampanye melawan dan mencegah covid-19.

Pada saat memperingati HUT UIC, 11 Juni 2020, pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan seluruh karyawan bersama pimpinan pimpinan Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC) bertekad bangkit dan maju sesuai tema peringatan Hari Ulang Tahun Universitas Ibnu Chaldun ke-64.

Sebagai rektor Universitas Ibnu Chaldun merasa tidak puas kemajuan yang dicapai karena masih jauh dari yang diharapkan. Akan tetapi Thomas Alva Edison, penemu dan pendiri General Electric dari Amerika Serikat 1847-1931 pernah berkata “Merasa tidak puas adalah langkah pertama untuk kemajuan.”

Kami bertekad menjadikan momentum HUT Universitas Ibnu Chaldun ke-64, menjadi starting point untuk bangkit dan maju seperti universitas lain di Indonesia di berbagai negara di dunia.

Doa dan dukungan seluruh bangsa Indonesia sangat diharapkan.

Selamat HUT UIC ke-64. Semoga semakin maju dan jaya.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search