Bintang Emon, Milenial Cerdas dan Berani Diserang BuzzerRp: Pantaskah Tidak Dibela?

 Di Lainnya, Opini, Sosial, Top

Bintang Emon dengan nama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra, sedang naik naun.

Namanya sangat populer di dunia maya dan memuncaki trending twitter setelah mengeritik tuntutan jaksa terhadap 2 polisi yang menyerang Novel Baswedan.

Saya termasuk yang suka pernyataannya di You Tube dalam banyak persoalan, misalnya mengenai covid-19, dan paling terkini mengenai Novel Baswedan.

Mengapa Publik Suka?

Menurut saya, setidaknya ada 5 hal yang membuat publik suka berbagai komentar dan kritikan sosial Bintang Emon.

Pertama, orangnya milenial dan cerdas dalam mengemukakan kritikan sosial.

Kedua, Bintang Emon berani menyampaikan kritikan secara terbuka dan apa adanya.

Ketiga, tutur kata dan kalimat yang dipergunakan dalam menyampaikan pandangan cukup sederhana dan mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.

Keempat, dalam menyampaikan pandangan banyak berisi nasihat yang bernuansa religius.

Kelima, Bintang Emon nampak santun dan tidak arogan.

Bela Bintang Emon

Sebagai akademisi dan sosiolog, saya merasa bangga ada anak milenial seperti Bintang Emon.

Pertama, Bintang Emon masih muda dan pernah nyantri di salah satu pesantren di Jawa Timur, sehingga diharapkan memiliki karakter yang baik dan menjadi contoh teladan di masyarakat.

Kedua, tuduhan para penyerang Bintang Emon bahwa dia pengonsumsi Narkoba, saya yakin tidak benar, hanya fitnah untuk menjatuhkan namanya.

Ketiga, Bintang Emon harus dibela karena dia anak milenial yang tidak banyak jumlahnya seperti dia.

Keempat, Bintang Emon harus dipandu terus agar tidak salah jalan yang bisa menghancurkan nama dan masa depannya.

Kelima, Bintang Emon harus dilindungi dan dibela dari serangan buzzerRp. Diharapkan tetap sabar dan tidak emosi dalam menghadapi serangan buzzerRp yang tidak jarang membabi-buta.

Harapan ke Depan

Indonesia adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi adanya perbedaan pendapat, kebebasan, toleransi dan keterbukaan terhadap kritik.

Di negara yang menganut asas demokrasi, sangat wajar ada yang mengeritik penguasa dan membela penguasa.

Para pembela penguasa, sebaiknya tidak menghina, menfitnah, membully, mencaci maki mereka yang mengeritik penguasa.

Sebaliknya yang mengeritik penguasa, berikan kritikan dengan kata dan kalimat yang penuh dengan hikmat kebijaksanaan. Tidak ada kata dan kalimat yang menghina, merendahkan, mencemarkan nama baik apalagi yang menjatuhkan.

Saya ikuti berbagai pernyataan Bintang Emon dalam mengeritik penuh dengan bahasa yang santun, tetapi tegas, terbuka dan mengena.

Itulah sebabnya publik menyukai dan menyenangi Bintang Emon. Maka, tidak pantas kita biarkan Bintang Emon diserang buzzerRp, kita tidak bela.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search