Connect with us

masjidil haram - IG sunnah_of_muslim_

Covid-19

Pembatalan Haji dan Umrah Beri Dampak Negatif Bangsa Indonesia

Haji dan umrah tidak lagi semata sebagai ibadah ‘mahdhah” bagi yang melaksanakan, tetapi telah menjadi bisnis bagi yang menyelenggarakan haji dan umrah serta petugas haji dan umrah.

Haji dan umrah tidak lagi semata sebagai ibadah ‘mahdhah” bagi yang melaksanakan, tetapi telah menjadi bisnis bagi yang menyelenggarakan haji dan umrah serta petugas haji dan umrah.

Ibadah mahdhah ialah ibadah dalam arti sempit yaitu aktivitas atau perbuatan yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya seperti haji, umrah, shalat.

Sedang ibadah ghairu mahdhah dalam arti luas ialah seluruh perbuatan baik yang dilakukan bukan ibadah mahdhah, tetapi diniatkan untuk ibadah kepada Allah seperti melayani jamaah haji dan umrah, menjadi penyelenggara haji ONH Plus, umrah, membangun Masjid dan lain-lain

Haji dan umrah adalah ibadah mahdhah, dan penyelenggara haji dan umrah jika berniat dalam rangka ibadah kepada Allah, maka pekerjaan yang dilaksanakan juga bernilai ibadah.

Penyelenggara haji, umrah dan petugas haji, ada dua manfaat yang diperoleh. Pertama, ibadah kepada Allah jika pekerjaan yang dilaksanakan diawali dengan niat untuk ibadah kepada Allah.

Kedua, bernilai bisnis. Mereka yang menyelenggarahan haji dan umrah jika dilaksanakan secara profesional disertai perhitungan yang matang, insya Allah memberi keuntungan materi kepada penyelenggaranya.

Begitu pula, petugas haji yang sudah diseleksi dan lulus, mendapat upah dan hal itu bisa juga disebut sebagai bisnis dengan memberi jasa pelayanan haji dan umrah.

Hilang Peluang Bisnis

Menteri Agama RI atas perintah Presiden Jokowi, telah membatalkan pemberangkatan haji tahun 1441 H (2020).

Alasan pembatalan haji tahun ini, pertama, covid-19 yang masih belum diketahui kapan akan berakhir. Jika dipaksakan untuk dilaksanakan, maka berpotensi terjadi penularan covid-19 karena tidak bisa menjaga jarak sesuai protokol kesehatan saat haji dan umrah

Kedua, belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi, apakah akan memberi kesempatan jamaah haji Indonesia untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Ketiga, persiapan haji yang sangat mepet waktunya jika dipaksakan untuk dilaksanakan.

Atas dasar itu, pemberangkatan haji tahun ini ditiadakan atau dibatalkan.

Akan tetapi pembatalan haji memberi dampak negatif bagi bangsa Indonesia.

Pertama, maskapai Garuda Indonesia yang setiap tahun mengangkut jamaah haji kehilangan peluang yang besar untuk mendapatkan keuntungan.

Kedua, perusahaan catering yang setiap tahun melayani jamaah haji kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Tidak hanya itu, tetapi juru masak dan para pembantu juru masak kehilangan pekerjaan. Pada hal hanya musim haji mereka mendapatkan pekerjaan yang memberi penghasilan lumayan untuk menghidupi keluarga.

Ketiga, travel Biro ONH Plus kehilangan peluang untuk meraup keuntungan. Pada hal haji hanya satu kali dalam setahun. Demikian juga belum dibolehkannya melaksanakan umrah semakin menyulitkan bisnis travel biro, sehingga berpotensi bubar atau setidak-tidaknya mereka merumahkan karyawan tanpa gaji atau bahkan memutuskan hubungan kerja (PHK).

Keempat, petugas haji kehilangan kesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari pelaksanaan haji.

Kelima, mahasiswa (i) Indonesia di Timur Tengah dan warga negara Indonesia di Arab Saudi kehilangan kesempatan untuk memberi layanan kepada jamaah haji Indonesia sekaligus kehilangan rezeki.

Dampak Ekonomi dan Solusi

Pembatalan haji dan umrah telah memberi dampak ekonomi bagi bangsa Indonesia dan umat Islam.

Pertama, ekonomi bangsa Indonesia terutama umat Islam semakin terpuruk di tengah banyaknya pemutusan hubungan kerja akibat memburuknya ekonomi sebagai dampak dari covid-19.

Kedua, meningkatnya kemiskinan bangsa Indonesia.

Ketiga, bertambah sulit kehidupan mayoritas bangsa Indonesia.

Adapun solusi yang ditawarkan antara lain: pertama, harus bersatu melawan dan mencegah penularan covid-19.

Kedua, pemerintah harus fokus mengatasi covid-19 sebagai akar masalah dari segala persoalan yang dihadapi pemerintah dan rakyat Indonesia.

Ketiga, berhentilah kisruh karena pembatalan haji adalah konsekuensi dari belum berhasilnya kita mengakhiri covid-19.

Semoga tulisan ini memberi manfaat.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Wisata

Pada pukul 11.00 WIT kami mengunjungi Istana Kesultanan Islam Bacan. Kesultanan Islam Bacan didirikan pada 1521 dan dibubarkan setelah Indonesia merdeka 1945. Kami diterima...

Wisata

Alhamdulillah kami silaturrahim ke Keraton Kesultanan Bacan di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Awalnya, Pak Abu, sang sopir yang menjemput, kemudian membawa kami keliling kota...

Wisata

Di sebutkan bahwa kesultanan Islam yang pertama dan tertua di Nusantara adalah kesultanan Ternate, yang didirikan Murhum tahun 1257. Kesultanan Gapi atau yang lebih...

Wisata

Sahabat saya Usman Sidik, SH, Bupati Halmahera Selatan terpilih yang akan dilantik Gubernur Maluku Selatan tanggal 24 Mei 2021, mengundang saya, Edy Haryanto, Ketua...

Opini

Isra Miraj merupakan peristiwa yang amat penting bagi umat Islam karena pada saat Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah untuk menunaikan...

Opini

Fahmi Idris mendirikan Akademi Alquran dan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa (i) untuk mengikuti program tahfiz (hafal Alquran).

Lainnya

Pemanfaatan social media dan internet untuk mempromosikan ajaran Islam di era digital yang sangat berkembang terutama saat wabah Corona, karena banyak yang pakai internet...

Lainnya

Mengapa kita bangga jadi seorang Muslim? Pertama, memiliki kitab suci Alqur'an yang sangat orisinal. Dihafal ribuan Muslim dan Muslimah (laki-laki dan perempuan) di seluruh...