Connect with us

ketika mengunjungi lahan perkebunan - twitter musniumar

Dunia Usaha

Bangun Rakyat Indonesia di Desa: Fak. Pertanian UIC Berpartisipasi

Potensi alam tersedia di kampung pasir, desa selaawi, kecamatan pasawahan, kabupaten Purwakarta, seluas 12 HA

Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah telah menggelontorkan dana yang amat besar yang disebut “dana desa” untuk membangun desa.

Bahkan pemerintah telah mendirikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.

Hal tersebut sangat tepat karena penduduk Indonesia mayoritas berada di desa dan mereka wajib dibangun.

Akan tetapi, jargon membangun Indonesia dari desa tidak direalisasikan. Dalam realitas, para pejabat lebih suka impor segala macam kebutuhan pangan ketimbang memproduksi pangan untuk kebutuhan sendiri.

Dampaknya rakyat di desa hilang gairah untuk membangun desa untuk menanam berbagai macam kebutuhan bangsa Indonesia. Setidaknya ada 5 penyebabnya.

Pertama, para pejabat lebih suka impor ketimbang menyediakan berbagai macam keperluan rakyat desa untuk menanam agar swasembada pangan, karena diduga kalau impor ada komisinya.

Kedua, tidak ada political will untuk mewujudkan kemandirian Indonesia dalam bidang pangan seperti yang pernah dilakukan Presiden Soeharto di masa Orde Baru.

Ketiga, di duga kekuasaan dikendalikan para taipan, sehingga program yang pro rakyat hanya penghias bibir.

Keempat, pemerintahan tidak satu komando, sehingga para menteri bisa mengeluarkan kebijakan yang saling bertabrakan.

Kelima, pemerintah lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, sehingga melupakan janji dalam kampanye mau membangun Indonesia dari desa.

Krisis Pangan

Indonesia sedang alami krisis kesehatan, krisis sosial akibat banyak rakyat yang menganggur lantaran mengalami pemutusan hubungan kerja dan banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang ke Indonesia karena negara tempat mereka bekerja mengalami kesulitan ekonomi, sehingga terjadi pengakhiran hubungan kerja.

Selain itu, Indonesia berpotensi mengalami krisis. Penyebabnya.

Indonesia lebih suka lmpor daripada memproduksi. Saat sekarang ini, berbagai negara di dunia mendekati krisis ekonomi, sehingga setiap negara berusaha melindungi warganya agar tidak kelaparan. Maka, negara importir beras, sekitar 70-80% hasil produksi mereka di stock untuk kepentingan dalam negeri.

Indonesia bisa mengalami kesulitan mengimpor beras, sementara kebutuhan dalam negeri jauh lebih besar ketimbang dengan kemampuan memproduksi beras.

Selain itu, kebutuhan primer lain yang selama era Orde Reformasi lebih banyak diimpor daripada menggenjot produksi dalam negeri.

Oleh karena itu, momentum menjelang krisis ekonomi yang hampir pasti dialami Indonesia dan banyak negara, sudah saatnya bangsa Indonesia memproduksi kebutuhan pangan secara masif.

Kalau ada kelebihan dari hasil produksi pangan dalam negeri bisa di ekspor ke negara lain yang pasti amat memerlukan pangan untuk memastikan warganya terhindar dari kelaparan.

Dalam rangka itu Fakultas Pertanian Universitas Ibnu Chaldun, merasa bertanggungjawab untuk mengambil bagian dalam membangun rakyat Indonesia di desa.

Potensi alam tersedia di kampung pasir, desa selaawi, kecamatan pasawahan, kabupaten Purwakarta, seluas 12 HA yang dimiliki keluarga H. Edy Haryanto, SH., MH., Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun, yang pada 18 Juni 2020, saya selaku rektor UIC, Dr. Baharuddin, wakil Rektor bidang akademik, Dr. Sulhan, kepala LPM dan Dr. Akrab Najamuddin, dekan Fak. Pertanian UIC telah meninjau lokasi untuk pengembangan Fakultas Pertanian Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Covid-19

Pada 22 Juli 2021, saya dan Arteria Dahlan, Anggota DPR RI dari PDIP berdiskusi tentang Covid yang gonta-ganti namanya dan tidak kunjung selesai. Karni...

Covid-19

Penuhi kebutuhan pangan mereka selama PPKM Darurat diberlakukan. Jika tidak, maka PPKM sulit sukses kalau kebutuhan dasar rakyat yaitu "pangan" dalam bentuk sembako tidak...

Covid-19

Setelah Covid-19 menghantam Indonesia mulai Maret 2020 sampai Juli 2021, nampaknya skala prioritas yang super urgent ialah penyelamatan nyawa dengan high priority pada kesehatan...

Covid-19

PPKM Darurat sejatinya menyadarkan pemerintah bahwa dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia sesuai Pembukaan UUD 1945 yang merupakan salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia....

Covid-19

Sebagai bentuk keprihatinan, Civitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menggelar Istighotsah doa bersama. Dengan harapan, semoga Allah mengabulkan doa kita sehingga bangsa Indonesia yang...

Covid-19

Indonesia Hadapi Krisis besar yaitu krisis pandemi covid, krisis kemiskinan, krisis utang yang sudah luar biasa besar, krisis korupsi dan krisis demokrasi.

Pendidikan

Pada 11 Juni 2021 Universitas Ibnu Chaldun dengan akronim UIC, memperingati milad ke-65 tahun secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan.

Covid-19

Pemerintah merencanakan untuk mengenakan PPN terhadap Sembilan Bahan Pokok (Sembako) sebesar 12%. Hal tersebut diketahui dari Draft RUU Perubahan Kelima Atas UU No.6 Tahun...