Demo Besar-besaran Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila Akan Digelar

 In Opini, Politik, Sosial, Top

Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) sangat ramai diprotes dan ditolak. Berbagai Ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, MUI, Purnawirawan TNI-POLRI, Ormas Pemuda, LSM dan mahasiswa menolak RUU tersebut.

Sehubungan kerasnya penolakan masyarakat terhadap RUU Usul Inisiatif DPR RI itu, terpaksa Presiden Jokowi menunda pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila tersebut.

Adanya penundaan RUU HIP, tidak otomatis menghentikan protes dan penolakan RUU tersebut karena PA 212, FPI dan berbagai Ormas Islam pada Rabu, 24 Juni 2020 akan menggelar demo besar-besaran di depan DPR RI.

Umat Islam Bergerak

Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila dengan akronim RUU HIP merupakan RUU inisiatif DPR.

Dilihat dari konsep dan narasi RUU HIP, dapat diduga bahwa RUU HIP ini dirancang oleh PDI Perjuangan kemudian dimintakan dukungan kepada fraksi-fraksi di DPR RI.

Sebagai pimpinan koalisi yang mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, tentu mudah mendapat dukungan dari berbagai Ketua Umum Partai-Partai Politik.

Akan tetapi, tanpa diduga begitu keras penolakan umat Islam yang diwakili berbagai Ormas Islam terhadap RUU HIP.

Pertanyaannya, mengapa penolakan umat Islam sangat keras terhadap RUU tersebut.

Pertama, umat Islam mensinyalir bahwa RUU HIP ada agenda jahat untuk mengubah Pancasila. Alasannya ada kata Trisila dan Ekasila dalam RUUb itu. Dalam Trisila terdapat kalimat Ketuhanan yang berkebudayaan.

Kedua, umat Islam menduga bahwa RUU HIP ada maksud untuk menghidupkan kembali marxisme, komunisme dan leninisme. Karena Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 Tentang PKI Sebagai Partai Terlarang tidak dicantumkan dalam konsideran RUU HIP.

Ketiga, umat Islam yang diwakili berbagai Ormas Islam menduga keras bahwa komunisme telah bangkit dan menyusup di pemerintah dan parlemen.

Oleh karena itu, untuk menyelamatkan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, umat Islam yang diwakili berbagai Ormas Islam harus turut tangan ke medan perjuangan.

Tuntutan Umat Islam

Tuntutan umat Islam sangat keras dan tegas, bukan hanya menunda pembahasan RUU HIP tetapi membatalkan RUU tersebut.

Dalam rangka menuntut pembatalan RUU HIP, maka demo besar-besaran akan digelar di depan Gedung DPR RI.

Apa tuntutan utama mereka? Berdasarkan pemberitaan di media sosial bahwa para pendemo akan menuntut supaya RUU HIP dicabut dari program legislasi nasional (Proglegnas) DPR RI.

Saya pikir, tuntutan tersebut sangat wajar dan sebaiknya diakomodir dan diterima oleh pimpinan partai politik di DPR terutama para Ketua Umum Partai Politik.

Menurut saya, tidak ada urgensinya membahas apalagi mengesahkan RUU HIP menjadi Undang-Undang.

View this post on Instagram

[KASTRAT FSPI INFOMATION] . Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. . Pembahasan mengenai RUU HIP dalam masa pandemi menuai berbagai kontroversi. Selain dinilai kurang relevan dengan urgensi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, RUU HIP dinilai sebagai downgrade Pancasila yang sudah final sebagai Dasar Negara. RUU HIP sendiri merupakan Rancangan Undang-Undang terhadap haluan Ideologi Pancasila yang menjadi inisiatif DPR. Selain waktu kemunculan pembahasan yang dinilai kurang etis, beberapa kontroversi yang muncul dalam RUU HIP adalah sebagai berikut: 1. Upaya yang ditengarai sengaja untuk tidak mencantumkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sebagai dasar keberlakuan UUD 1945 yang memuat Pancasila Dasar Negara; 2. Tidak memuat Tap MPRS No. XXV/1966 yang berisi tentang Pembubaran dan pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pelarangan penyebaran dan pengembangan ideologi komunisme/marxisme-leninisme di seluruh wilayah NKRI; 3. Upaya memeras Pancasila menjadi Trisila hingga Ekasila. . Bismillahirrahmanirrahim.. . Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh untuk berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. – (Q.S Ali Imran: 104) . “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangan (tindakan atau kekuasaan)nya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya. Barang siapa yang tidak mampu melaksanakannya, maka hendaklah ia mengubahnya dengan hatinya. Dan yang terakhir itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim). . Sumber: Kompas.com Telusur.co.id . Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh #RUUHIP #MUI #FSPI2020 #KoalisiQurani

A post shared by LDF FSPI FISIP UNILA (@fspi_fisipunila) on

Justru kalau RUU HIP diteruskan pembahasannya dan dijadikan sebagai Undang-Undang, maka sangat berbahaya.

Pertama, kemarahan umat Islam akan semakin memuncak dan tidak tertutup kemungkinan demo yang dilakukan semakin membesar.

Kedua, demo menolak RUU HIP bisa merembet ke mana-mana dan tidak mustahil berubah menjadi konflik politik.

Ketiga, dalam suasana krisis multi dimensional yang dialami bangsa Indonesia akibat covid-19, harus dijauhi hal-hal yang bisa memancingkan kemarahan umat Islam.

Oleh karena itu, saya mendukung tuntutan umat Islam yang disuarakan berbagai ormas Islam supaya RUU HIP ditarik atu dicabut dari RUU Prolegnas DPR RI.

Semoga perjuangan umat Islam dalam menjaga dan melindungin Panca Sila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia memperoleh kesuksesan.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search