Connect with us

Masjid Hagia Sophia (Aya Sofya) di Istambul, Turki - unsplash adli wahid

Budaya

Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid: Kekuasaan Politik Bisa Ubah Segalanya

Hagia Sophia atau Ayasofia di Istanbul Turki merupakan bekas basilika (gereja) pada masa kekuasaan kekaisaran Byzantium selama 14 abad lamanya.

Hagia Sophia atau Ayasofia di Istanbul Turki merupakan bekas basilika (gereja) pada masa kekuasaan kekaisaran Byzantium selama 14 abad lamanya.

Masa pembangunannya cukup lama dari 537 M sampai 1453 M. Bangunan tersebut merupakan katedral ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenus Konstantinopel.

Bangunan bersejarah ini pernah diubah oleh pasukan salib keempat menjadi Katedral Katolik Roma pada 1204-1261.

Kekaisaran Byzantium selama 14 abad berkuasa dengan ibukota Konstantinopel, akhirnya ditaklukkan pada 1453 M oleh pasukan Islam Turki yang dipimpin oleh Mehmet ll yang populer dengan nama Muhammad Al Fatih.

Setelah kekaisaran Byzantium dikalahkan dalam perang yang amat dahsyat oleh pasukan Islam dibawah Daulah Ustmaniyah, yang populer dengan nama Ottoman Empire, katedral Hagia Sophia diubah menjadi Masjid.

Selain mengubah Katedral Hagia Sophia menjadi Masjid, juga Mehmet ll (Muhammad Al Fatih) menetapkan konstantinopel menjadi ibukota Daulah Ustmaniyah yang kemudian diubah namanya menjadi Istanbul.

Muhammad Al Fatih (Mehmet ll) menjadikan bangunan Katedral Katolik Roma ini menjadi Masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 M.

Akan tetapi, ketika kekaisaran Ustmaniyah diruntuhkan dan Turki diproklamasikan oleh Kemal Attaturk menjadi republik sekuler, melalui keputusan Presiden pada 1934 Masjid Ayasofia (Hagia Sophia) diubah menjadi museum.

Erdogan Ubah Jadi Masjid

Perjuangan untuk mengembalikan Hagia Sophia menjadi Masjid mendapat tantangan dari berbagai komunitas umat Nasrani di dunia dan berbagai negara barat, Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Akan tetapi, Recep Tayyib Erdogan melalui dukungan politik AKP dan masyarakat Turki yang mayoritas Muslim dan melalui jalur hukum terus diperjuangkan untuk mengembalikan Hagia Sophia atau Ayasofia menjadi Masjid.

Akhirnya pada Jumat 10 Juli 2020, Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan meresmikan kembalinya Hagia Sophia menjadi Masjid. Walaupun begitu, Turki tegaskan Hagia Sophia tidak akan kehilangan identitasnya.

Sebagaimana dikemukakan, setelah pasukan Turki dibawah pimpinan Muhammad Al Fatih (Mehmet ll) dari kekaisaran Ustmaniyah (Ottoman Empire) berhasil menaklukkan kekaisaran Byzantium, katedral Hagia Sophia diubah menjadi Masjid dan ibukota negara kekaisaran Ottoman (Daulah Ustmaniyah) dipindahkan ke Konstantinopel yang kemudian diubah namanya menjadi Istanbul.

Akan tetapi, setelah Kemal Attaturk meruntuhkan Daulah Ustmaniyah dan memerdekakan Turki menjadi negara moderen sekuler, Masjid Ayasofia (Hagia Sophia) dijadikan Attaturk sebagai Museum. Selain itu, Attaturk memindahkan ibukota Turki dari Istanbul ke Ankara.

Pelajaran Umat Islam

Bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim harus belajar dari sejarah bahwa kekuasaan politik sangat menentukan.

Recep Tayyib Erdogan, Presiden Turki, bisa membawa kembali masyarakat Turki kepada sejarah kejayaan Islam pada masa daulah Ustmaniyah, pertama, karena memiliki kekuasaan politik. Pada hal negara Turki amat sekuler di masa Kemal Attaturk dan sebelum Erdogan memegang kekuasaan politik.

Kedua, memiliki partai politik Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP/Adalet ve Kalkinma Partisi) yang memenangi pemilu 7Juni 2017 di Turki sebanyak 256 anggota parlemen.

Umat Islam Indonesia, harus memberi perhatian besar pada perjuangan politik, karena ternyata yang memegang kekuasaan politik bisa mengubah segalanya.

Rakyat yang besar dan mayoritas Muslim, harus memiliki kekuasaan politik jika ingin mewujudkan Pancasila dalam realitas.

Umat Islam Indonesia harus memiliki pemimpin politik yang hebat seperti Erdogan dan mempunyai partai politik yang akan mensupport pemimpin dalam menjalankan kebijakan.

Erdogan beruntung memiliki partai politik sendiri dan menang dalam Pemilu, sehingga agenda politiknya mengembalikan fungsi Hagia Sophia menjadi Masjid bisa diwujudkan walaupun banyak tantangan.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu dengan raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Kita...

Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi...

DKI Jakarta

Hadir secara daring dalam Dubai Expo 2020, Anies ajak investor untuk berinvestasi, beliau menjelaskan bahwa Jakarta akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan melalui...

Lainnya

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah suatu peristiwa yang sangat agung. Isra pengertiannya menurut bahasa adalah perjalanan di malam hari, sedangkan mi’raj adalah tangga...

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...

Opini

Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan negara-negara lain sangat yakin bahwa Rusia bakal melakukan invasi di Ukraina. Walaupun Rusia sudah berkali-kali menegaskan bahwa tidak ada...

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....