Musni Umar Socmed

Search

Dewan Negara in the Malaysian Houses of Parliament - wikipedia Parliament of Malaysia

Opini

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin Diujung Tanduk: Mahathir Ramal Akan Jatuh

Dewan Rakyat atau Parlemen Malaysia pada 13 Juli 2020 akan bersidang. Media memberitakan bahwa ada 4 agenda yang akan dibahas.

Dewan Rakyat atau Parlemen Malaysia pada 13 Juli 2020 akan bersidang. Media memberitakan bahwa ada 4 agenda yang akan dibahas, diantaranya mengganti Ketua Parlemen Mohd Ariff Yusof dari (Pakatan Harapan-Amanah), Wakil Ketua Parlemen Mohd Rashid Hasnon (Pakatan Harapan-PKR) dan Wakil Ketua, David Nga (Pakatan Harapan-DAP).

Penggantian Ketua dan 2 Wakil Ketua Parlemen Malaysia dari Pakatan Harapan merupakan batu ujian pertama bagi Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia, apakah berhasil atau gagal.

Kalau sukses mengganti Ketua Parlemen dan 2 Wakil Ketua Parlemen Malaysia dari Pakatan Harapan, dapat dimaknai bahwa Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memiliki dukungan yang kuat dan solid di parlemen.

Sebaliknya, jika gagal mengganti Ketua Parlemen dan 2 Wakil Ketua Parlemen, yang semuanya dari Pakatan Harapan yang memenangi Pimilu Malaysia 9 Mei 2018, berarti Perdana Menteri Muhyiddin Yassin tidak memiliki dukungan parlemen dan akan jatuh.

Dukungan Sangat Minim

Sebagaimana diketahui bahwa jumlah anggota parlemen Malaysia sebanyak 222 orang. Dari jumlah tersebut, hanya 113 anggota parlemen yang mendukung Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Kecilnya dukungan anggota parlemen Malaysia terhadap Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Malaysia sangat mudah dijatuhkan.

Apalagi dalam krisis pandemik covid-19, sangat mudah menggoyang Perdana Malaysia.

Oleh karena itu, sangat menarik ramalan Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia yang juga anggota parlemen Malaysia bahwa Muhyiddin Yassin, Perdana Menteri Malaysia akan jatuh.

Pertanyaannya, apa yang membuat anggota parlemen Malaysia tidak mendukung PM Muhyiddin Yassin?

Setidaknya ada tiga alasan mayoritas anggota parlemen tidak mendukung Muhyiddin Yassin.

Pertama, Anggota parlemen Malaysia sudah terikat dengan partai politik mereka. Mereka tidak mau berkhianat.

Kedua, proses terpilihnya Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri bukan melalui pemilihan umum (pilihan raya), tetapi melalui pintu belakang, setelah beberapa anggota parlemen dari PKR dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) khianat dengan bergabung bersama anggotan parlemen dari UMNO, PAS dan partai-partai kecil lainnya untuk membentuk pemerintahan baru.

Ketiga, secara etik dan moral banyak yang menyesalkan karena melalui pengkhianatan, Malaysia berada dalam proses politik yang gaduh dan tidak menguntungkan Malaysia dalam pengamalan demokrasi.

Akan tetapi, semuanya telah terjadi, pemerintahan Mahathir Mohamad hasil pilihan raya (pemilu) ke-14 yang dimenangi Pakatan Harapan telah digantikan oleh pemerintahan Perikatan Nasional dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Pertanyaannya? Apakah Muhyiddin Yassin dapat mempertahankan kedudukannya sebagai Perdana Menteri Malaysia dalam sidang parlemen Malaysia yang akan dimulai 13 Juli 2020, atau akan menjadi Perdana Menteri Malaysia paling singkat dalam sejarah politik Malaysia? Kita ikuti perkembangannya.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Covid-19

Langkah keadaan darurat diberlakukan setelah demonstran pro-Trump menyerbu gedung Capitol Amerika Serikat dan melakukan kerusuhan (6 Januari 2020) untuk mencegah kongres mensahkan Joe Biden...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

Opini

Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah setelah bermusyawarah dengan Raja-raja dari berbagai Negara Bahagian di Malaysia menegaskan dirinya tidak melihat perlunya keadaan darurat.

Opini

Datuk Anwar Ibrahim, Pemimpin Oposisi yang juga Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) telah menghadap Raja Malaysia.

Opini

Datuk Zahid Hamidi, Presiden UMNO dan Barisan Nasional (BN) mengatakan, Umno dan BN tidak dapat menghalang mana-mana anggota parlimennya yang mengambil keputusan untuk menyokong...

Opini

Saat ini, parlemen Malaysia sedang bersidang yang akan berakhir 27 Agustus 2020. Salah satu agenda yang akan dibahas dalam sidang parlemen Malaysia ialah mosi...

Opini

Lebih dari US$4,5 miliar atau Rp63 triliun dicuri dari 1MDB.

Opini

Selama 25 hari yaitu mulai 13 sampai 27 Juli 2020, parlemen Malaysia bersidang.