Connect with us

Hari ini saya menghubungi rakan sejawat saya Tuan Yang Terutama Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura - twitter Muhyiddin Yassin

Opini

Politik di Malaysia Tidak Pasti, Apakah PM Muhyiddin Yassin Dapat Bertahan?

Selama 25 hari yaitu mulai 13 sampai 27 Juli 2020, parlemen Malaysia bersidang.

Selama 25 hari yaitu mulai 13 sampai 27 Juli 2020, parlemen Malaysia bersidang. Pada hari pertama bersidang, pemerintah Malaysia dari Perikatan Nasional (PN) yang dipimpin Muhyiddin Yassin berhasil mengganti ketua dan wakil ketua parlemen dari Pakatan Harapan (PH).

Dalam pemilihan ketua dan wakil ketua parlemen baru Malaysia, pihak pemerintah berhasil memenangkan pemilihan tersebut dengan jumlah dukungan suara sebanyak 111 suara dari 222 anggota parlemen Malaysia.

https://twitter.com/bermanadotcon/status/1284706376682369025

Dukungan Minim (Terbatas)

Pemilihan ketua dan wakil ketua parlemen Malaysia tersebut memberi gambaran bahwa dukungan terhadap pemerintahan Muhyiddin Yassin sangat minim (terbatas).

Pada sidang parlemen pertama Malaysia untuk mendengar pidato raja Malaysia Yang di Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, jumlah kursi bagi penyokong pemerintah (kerajaan) dari anggota parlemen sebanyak 113 kursi, sisanya adalah anggota parlemen dari kalangan oposisi (pembangkang).

Akan tetapi, amat mengherankan jumlah anggota parlemen Malaysia yang menyokong pemerintah dalam mengganti ketua dan wakil ketua parlemen tinggal 111 orang dari 222 anggota parlemen Malaysia.

Minimnya dukungan anggota parlemen Malaysia terhadap penggantian ketua dan wakil ketua parlemen, merupakan indikator bahwa Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sangat lemah, karena sokongan anggota parlemen amat kecil dan terbatas jumlahnya.

Mosi Tidak Percaya

Sebagaimana telah diberitakan media bahwa Mahathir Mohamad, anggota parlemen dari Langkawi telah mengajukan mosi tidak percaya kepada Muhyiddin Yassin, Perdana Menteri Malaysia.

Jika tidak salah pada hari terakhir sidang parlemen Malaysia 27 Juli 2020 akan dilakukan undi mosi tidak percaya.

Jika melihat peta kekuatan penyokong pemerintah dan oposisi (pembangkang) di parlemen Malaysia, maka peluang jatuhnya pemerintahan Muhyiddin Yassin terbuka lebar.

Pertanyaannya, apakah pihak pembangkang (oposisi) solid? Inilah masalah besar yang dihadapi pembangkang (oposisi). Mahathir Mohamad masih ingin menjadi Perdana Menteri. Alasannya, masih banyak rakyat yang menghendaki dia menjadi Perdana Menteri.

Sementara, Anwar Ibrahim yang sekarang ini menjadi ketua pembangkang (oposisi) tidak mau karena sudah terbukti janji Mahathir tidak pernah bisa dipegang.

Para penyokong Anwar Ibrahim menghendaki bahwa Anwarlah yang harus menjadi Perdana Menteri.

Akan tetapi, Mahathir mengatakan bahwa popularitas Anwar sudah merosot. Ramai orang yang tidak bersetuju kalau Anwar menjadi Perdana Menteri.

Namun, jika melihat hasil pemilihan umum (Pilihan Raya Umum) ke-14, Partai Keadilan Rakyat (PKR) memperoleh dukungan suara yang cukup besar. Semua partai politik yang bergabung dalam Pakatan Harapan, PKR adalah yang terbesar memperoleh kursi di Dewan Rakyat (Parlemen) Malaysia dalam pilihan raya umum 9 Mei 2018.

Jadi, tidak sepenuhnya benar pernyataan Mahathir bahwa ramai orang Malaysia tidak bersetuju Anwar Ibrahim menjadi Perdana Menteri. Kalau ramai rakyat Malaysia tidak bersetuju Anwar menjadi Perdana Menteri, mengapa PKR yang secara defacto dipimpin Anwar memperoleh dukungan suara terbesar dalam pemilihan umum (PRU-14)?

Kalau benar, Mahathir memperoleh dukungan suara yang ramai di Malaysia, Partai Pribumi Bersatu Malaysia atau sering disebut Partai Bersatu, tentu memperoleh suara terbesar dalam Pakatan Harapan pada pemilihan umum (PRU) ke-14 lalu. Akan tetapi hal itu tidak terjadi.

Politik Tidak Menentu

Perpecahan di tubuh Partai Bersatu yang dipimpin Mahathir dan Muhyiddin Yassin dan pengkhianatan yang terjadi di PKS telah menyebabkan pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad jatuh.

Akan tetapi pemerintahan baru “Perikatan Nasional” yang dipimpin Muhyiddin Yassin sangat lemah.

Pertanyaan terakhir, apakah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin bisa lolos dari mosi tidak percaya yang dilancarkan Mahathir Mohamad yang akan diundi pada sidang terakhir parlemen Malaysia, 27 Juli 2020, wallahu a’lam.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Politik

Muhyiddin Yassin, Perdana Menteri Malaysia telah resmi mengundurkan diri, Senin (16/8/2021) waktu setempat - setelah menyampaikan surat resmi kepada Raja Malaysia Al Sultan Abdullah...

Politik

Muhyiddin Yassin mengatakan kepada Agong bahwa dia masih mendapat sokongan dari para anggota parlemen, sehingga tidak mau mundur sebagai Perdana Menteri. Dia menyampaikan kepada...

Covid-19

Untuk melawan covid-19, Raja Malaysia mengundang semua tokoh penting di negara itu dan Raja-Raja Negara Bahagian. Raja Malaysia ingin membahas cara-cara yang diperlukan untuk...

DKI Jakarta

Media memberitakan bahwa Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bakal hadir dalam KTT ASEAN yang digelar di Jakarta pada Sabtu ini, 24 April 2021. Kehadiran...

Covid-19

Langkah keadaan darurat diberlakukan setelah demonstran pro-Trump menyerbu gedung Capitol Amerika Serikat dan melakukan kerusuhan (6 Januari 2020) untuk mencegah kongres mensahkan Joe Biden...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

Opini

Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah setelah bermusyawarah dengan Raja-raja dari berbagai Negara Bahagian di Malaysia menegaskan dirinya tidak melihat perlunya keadaan darurat.

Opini

Datuk Anwar Ibrahim, Pemimpin Oposisi yang juga Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) telah menghadap Raja Malaysia.