Meneladani Perjuangan Nabi Ibrahim Dalam Menegakkan Kebenaran

 Di Lainnya, Top

Setiap kita merayakan Idul Adha selalu terkenang perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim.

Ibrahim dalam Alqur’an disebut إِبْرَاهِيْم (Ibrāhīm‎). Dalam Alkitab (Agama Nasrani) dan Tanakh Agama Yahudi, Ibrahim disebut Abraham. Dia adalah tokoh yang sangat dihormati dan menjadi sosok teladan dalam agama Islam, Kristen, dan Yahudi.

Ketiga agama samawi itu memiliki keterikatan yang sangat erat dengan sosok Ibrahim yang kerap disebut dengan agama Abrahamik.

Perjuangan Ibrahim

Hidup Ibrahim sarat dengan perjuangan. Setidaknya ada empat perjuangan yang dilakukan.

Pertama, melawan ayahnya Azar sebagai penyembah patung berhala, bahkan pembuat patung berhala. Ibrahim mengingatkan ayahnya sebagai perbuatan yang sesat.

Allah menggambarkan dalam Alqur’an surat Al An’am, ayat 74 “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada “Orang tuanya” Azar: “Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”

Ayah Ibrahim “Azar” sangat marah sehingga mengusirnya. Akan tetapi Ibrahim tidak menghentikan perjuangannya menegakkan tauhid.

Kedua, menghadapi kekejaman raja Namrud dan pengikutnya sebagai penyembah berhala.

Suatu tindakan Ibrahim yang membuat Raja Namrud sangat marah, patung-patung sesembahan mereka yang dibuat semuanya dirusak oleh Ibrahim kecuali sebuah patung besar yang tidak dirusak, tapi dilehernya digantung sebuah kampak besar.

Ketika raja Namrud mengetahui bahwa yang merusak patung-patung itu adalah Ibrahim, raja Namrud sangat marah.

Akan tetapi, pada saat Ibrahim dipanggil menghadap raja Namrud, Ibrahim membantah dan mengatakan bahwa yang merusak patung-patung tersebut adalah patung besar. Akan tetapi raja Namrud tidak percaya. Akhirnya Ibrahim dihukum dengan dibakar ditumpukan kayu yang menggunung, tetapi Ibrahim selamat dengan membaca doa “qul yaa naaru kuunii bardan wa salaaman ‘alaa Ibrahim” (katakanlah hai api jadilah engkau dingin untuk keselamatan atas Ibrahim).

Ketiga, Ibrahim tidak mempunyai anak yang akan melanjutkan perjuangannya.

Ibrahim berdoa kepada Allah agar diberi keturunan yang saleh. Akhirnya Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim dengan memiliki dua putra yaitu Ismail dan Ishak,

Kedua putera Nabi Ibrahim lahir dari rahim ibu yang berbeda. Ismail anak pertama Nabi Ibrahim lahir dari isteri kedua Siti Hajar, sedang anak kedua yaitu Ishak lahir dari isteri pertama Nabi Ibrahim yaitu Siti Sarah. Kedua putera Nabi Ibrahim bukan hanya menjadi anak saleh, tetapi keduanya menjadi Nabi.

Keempat, perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembeli putera kesayangannya Ismail. Walaupun sangat berat pengorbanan yang harus dilakukan Nabi Ibrahim, tetapi demi ketaatan kepada Allah, Nabi Ibrahim dan puteranya Ismail, pasrah dan patuh, akhirnya Allah mengganti Ismail dengan seekor binatang “kibas” dan selamatlah Ismail.

Pengorbanan Dalam Hidup

Hidup ini adalah arena perjuangan. Tidak ada kehidupan yang sejati tanpa perjuangan.

Di dalam perjuangan memerlukan pengorbanan. Penyembelihan kurban yang dilakukan pada 10, 11, 12 Zulhijjah Yang sering disebut “ayyamut tasyriq” merupakan manifestasi dari pengorbanan

Nabi Ibrahim yang sering disebut khalilullah (kekasih Allah) telah memberi contoh kepada kita bahwa dalam perjuangan memerlukan pengorbanan. Setiap perjuangan harus selalu disertai dengan kesabaran dan ketabahan. Tanpa kesabaran dan ketabahan sulit mewujudkan perintah Allah dalam menegakkan Islam sebagai diinul haq.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search