Connect with us

Stasiun Kereta Bogor pkl 06.49 pagi (3/8/2020) #jakarta - IG commuterline

Dunia Usaha

Masyarakat Tidak Punya Daya Beli: Presiden Mau Bagi Uang ke Pegawai Swasta

Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditransfer ke daerah hanya gaji pegawai. Dampaknya tidak ada pembangunan di daerah. Kalau tidak ada pembangunan, maka rakyat tidak dapat uang.

Teman-teman di berbagai daerah memberitahu saya bahwa ekonomi di daerah lesu. Toko-toko sepi tidak ada yang membeli jualan mereka.

Saya diberitahu, masyarakat tidak memiliki daya beli, tidak ada uang yang beredar di masyarakat.

Selain itu, saya diberitau, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditransfer ke daerah hanya gaji pegawai. Dampaknya tidak ada pembangunan di daerah. Kalau tidak ada pembangunan, maka rakyat tidak dapat uang.

Melalui pembangunan, rakyat bisa berpartisipasi. Dampak dari berpartisipasi, rakyat dapat uang, dan bisa berbelanja.

Dari kegiatan pembangunan, ekonomi bisa berputar dan terjadi pertumbuhan ekonomi.

Presiden Mau Bagi Uang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana memberi bantuan berupa bantuan uang tunai atau gaji kepada setiap pegawai swasta. Pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu skema dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) (kontan.co.id, Rabu, 05 Agustus 2020 10:26 WIB).

Rencana tersebut bagus saja, tetapi bagaimana dengan mereka yang sudah di PHK, yang menurut Kamar Dagang dan Industri sudah berjumlah 6 juta orang?

Menurut saya, bantuan tunai yang direncanakan Presiden Jokowi akan menimbulkan masalah di lapangan karena kalau diberikan kepada pegawai swasta yang bergaji Rp 5 juta ke bawah, bagaimana dengan pengusaha mikro, kecil, menengah dan koperasi, usahawan mandiri yang gulung tikar, mereka yang di PHK, para pengangguran, 67 juta keluarga miskin yang disebutkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Transfer DAU & DAK ke Daerah

Menurut saya, sebaiknya dana yang direncanakan akan diberikan ke pegawai swasta yang bergaji Rp 5 juta ke bawah lebih baik dananya di transfer ke daerah dalam rangka DAU dan DAK.

Penggunaan DAU dan DAK ditetapkan di pusat untuk menggerakkann ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pada saat yang sama, diawasi penggunaannya agar tidak dikorupsi. Juga dikontrol peruntukan dana yang ditransfer ke daerah harus diawasi agar tepat sasaran.

Akhirnya, saya mengusulkan supaya dana yang disediakan pemerintah haruslah didayagunakan untuk menggerakkan ekonomi, mendorong meningkatnya daya beli masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi agar Indonesia tidak mengalami resesi ekonomi seperti yang dialami negara-negara lain.

Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi kebaikan bangsa dan negara.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

DKI Jakarta

DKI Jakarta sebagai kota jasa, sumber penerimaan yang amat signifikan adalah dari sektor jasa. Salah satu sektor yang sangat potensial ialah pariwisata (pelancongan).

DKI Jakarta

Warga DKI Jakarta patut bersyukur kepada Allah karena berkat kolaborasi, pandemi Covid-19 dapat dikendalikan, sehingga pelonggaran aktivitas masyarakat diberlakukan. Terjadi peningkatan penggunaan Transjakarta dan...

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog, saya amat bergembira menyaksikan mulai bangkitnya kembali ekonomi DKI Jakarta setelah terpuruk akibat hantaman Covid-19.

DKI Jakarta

Suhu politik di DKI Jakarta, Ibukota negara Republik Indonesia memanas, setelah 2 Fraksi secara resmi mengajukan interpelasi kepada Gubernur Anies Baswedan menyangkut Formula E.

Covid-19

Indonesia Hadapi Krisis besar yaitu krisis pandemi covid, krisis kemiskinan, krisis utang yang sudah luar biasa besar, krisis korupsi dan krisis demokrasi.

DKI Jakarta

Walaupun Jakarta sedang mengalami kegentingan pandemi Covid-19, namun perayaan HUT Jakarta tetap dilaksanakan dengan berbagai kegiatan.

Opini

Salah satu warisan Orde Reformasi 23 tahun lalu yang disambut gembira adalah otonomi daerah. Melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang...

DKI Jakarta

Saya menyaksikan tiap hari dengan sangat senang adanya fenomena kebangkitan ekonomi di Jakarta, walaupun Covid-19 belum berakhir. Banyak lagi fenomena yang dapat dijadikan indikator...