Tahun Baru Islam: Tumbuhkan Perilaku Berhijrah untuk Mewujudkan Perubahan dan Kemajuan

 In Lainnya, Opini

1 Muharram 1442 H adalah Tahun Baru Islam. Tahun Baru Islam menurut para pakar sejarah ditetapkan oleh Umar Bin Khattab ketika menjadi khalifah pada tahun 17 Hijriah yaitu 7 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Hijrah berarti berpindah. Nabi Muhammad SAW. dan kaum Muslimin berhijrah dari Makkah ke Madinah merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam karena merupakan tonggak perubahan, kebangkitan dan kemajuan umat Islam.

Nabi Muhammad SAW. telah menyebarkan Islam di Makkah selama 13 tahun. Semula sembunyi-sembunyi, kemudin penyebaran Islam secara terang-terangan.

Ancaman, tantangan, hambatan, gangguan, luar biasa, tidak hanya dialami Nabi Muhammad SAW, tetapi juga para sahabat dan pengikutnya.

Sejarawan Muslim Arab, Ibn Ishaaq (150-159 H/761-770 M) menjelaskan bahwa selama tiga tahun pertama Rasulullah SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Mereka yang masuk Islam pada periode ini adalah Khadijah, Waraqah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakr, Zaid bin Haritsah, Sa’ad bin Abi Waqas, Utsman bin ‘Affan, Zubair bin Awwam, Abd al-Rahman bin ‘Auf, Abdullah bin Mas’ud, dan beberapa orang budak (termasuk Bilal bin Rabah).

Selama 13 tahun Nabi Muhammad SAW berdakwah di Makkah, mereka yang masuk Islam tidak signifan jumlahnya. Akhirnya Nabi Muhammad SAW memutuskah berhijrah (berpindah) ke Madinah.

Perubahan dan Kemajuan

Berhijrah atau berpindah merupakan cara yang amat diperlukan untuk melakukan perubahan untuk menggapai kebangkitan dan kemajuan.

Nabi Muhammad SAW menyadari kalau berdakwah tanpa memiliki kekuasaan politik sangat berat dan banyak gangguan. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW setelah berhijrah ke Madinah, beliau bersama para sahabat dari kalangan Muhajirin (yang menyertai Nabi Muhammad SAW berhijrah) dan kalangan anshar (penduduk Madinah yang menjadi penyokong Nabi Muhammad SAW) mendirikan negara Islam yang disebut dalam sejarah “Madinah Al Munawwarah).

Untuk menjadi pegangan bersama dalam bernegara samada kaum Muhajirin, kaum Anshar, maupun kaum Yahudi dan yang lain, Nabi Muhammad SAW membuat perjanjian yang kemudian dikenal “Piagam Madinah” yang merupakan konstitusi tertulis pertama di dunia, yang memberi perlindungan, hak dan kewajiban yang adil dan sama bagi setiap penduduk Madinah.

Hijrah ke Madinah dan pembentukan negara Islam Madinah Al Munawwarah merupakan starting point bagi terwujudnya perubahan, kebangkitan dan kemajuan. Tanpa hijrah tidak mungkin umat Islam bangkit dan maju.

Umat Islam pasca Nabi Muhammad SAW sejatinya bisa berhijrah misalnya dari Indonesia ke kota-kota peradaban di dunia. Dari desa ke ibukota provinsi, ibukota negara atau negara lain guna mengubah nasib, meraih kebangkitan dan kemajuan.

Dalam berhijrah 3 hal yang harus dilakukan umat Islam. Pertama, kaum muda berhijrah untuk menuntut ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan merupakan kunci untuk mewujudkan perubahan, kebangkitan dan kemajuan.

Kedua, pekerja, pedagang dan usahawan berhijrah untuk mengubah nasib, meningkatkan bisnis demi mewujudkan kebangkitan dan kemajuan.

Ketiga, berhijrah dengan mengubah mentalitas dari malas menjadi rajin, tidak disiplin menjadi disiplin, dari pesimis menjadi optimis, dari bodoh menjadi pintar dan berilmu, dari tidak bersemangat menjadi bersemangat, dari tidak shalat menjadi shalat, dari miskin menjadi kaya.

Di era sekarang, setiap orang, kelompok, rakyat dan mereka yang berkuasa, merupakan keniscayaan untuk selalu hijrah secara maknawi karena tanpa hijrah, tidak ada perubahan, kebangkitan dan kemajuan.

Akhirnya saya ucapakan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H. Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada seluruh rakyat Indonesia dan umat Islam di manapun berada untuk selalu berhijrah demi mewujudkan perubahan, kebangkitan dan kemajuan.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search