Connect with us

Aktifitas nelayan yang disambut oleh sang senja di Dermaga Pertamina / Lhokseumawe (19/8/2020) - IG laodemuhammadiqbal

Lainnya

KAMI Tuntut Pemerintah Atasi Resesi Ekonomi: Selamatkan Rakyat Miskin, Petani, Nelayan dan UMKMK

Maklumat Nomor 3 KAMI yang “Menuntut Pemerintah bertanggung jawab mengatasi resesi ekonomi untuk menyelamatkan rakyat miskin.”

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia dengan akronim KAMI yang dideklarasikan 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, masih menjadi topik perbincangan publik.

Selain itu, tuntutan yang disampaikan KAMI masih sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Oleh karena itu, saya pandang perlu mengulas Maklumat Nomor 3 KAMI yang “Menuntut Pemerintah bertanggung jawab mengatasi resesi ekonomi untuk menyelamatkan rakyat miskin, petani dan nelayan, guru/dosen, tenaga kerja bangsa sendiri, pelaku UMKM dan koperasi, serta pedagang Menuntut Pemerintah bertanggung jawab mengatasi resesi ekonomi untuk menyelamatkan rakyat miskin, petani dan nelayan, guru/dosen, tenaga kerja bangsa sendiri, pelaku UMKM dan koperasi, serta pedagang sektor informal, daripada membela kepentingan pengusaha besar, asing dan aseng.”

https://twitter.com/musniumar/status/1296298742975311873
https://twitter.com/idtodayco/status/1297419608098447361

Selamatkan Rakyat Miskin

Para deklarator KAMI berpendapat bahwa Indonesia sudah mengalami resesi ekonomi.

Oleh karena itu, KAMI menuntut pemerintah bertanggung jawab mengatasi resesi ekonomi untuk menyelamatkan rakyat miskin.

Dr. Rizal Ramli saat menjadi narasumber dalam Webinar Internasional memperingati 75 tahun Indonesia merdeka yang dipandu Hersubeno Arief mengatakan bahwa Indonesia sudah merdeka 75 tahun. Akan tetapi, yang benar-benar sudah merdeka dan menikmati hasil kemerdekaan baru sebesar 20% Sebanyak 40%, baru setengah menikmati hasil kemerdekaan. Dengan resesi ekonomi yang dialami Indonesia, mereka bisa jatuh miskin, dan 40% menurut Rizal Ramli sama sekali belum menikmati hasil kemerdekaan.

https://twitter.com/RamliRizal/status/1296391408526348289
https://twitter.com/geloraco/status/1297197774962753537

Selamatkan Petani

Petani menghadapi masalah yang tidak mudah, karena pertama, lahan pertanian makin lama semakin menyempit akibat dijadikan tempat perumahan real estate.

Kedua, pembangunan industri banyak mengambil lahan pertanian yang produktif.

Ketiga, para petani tidak pernah meningkat kesejahteraannya. Akibatnya, mereka jual sedikit demi sedikit lahan pertanian mereka untuk menyambung hidup. Akhirnya lahan pertanian mereka dikuasai orang kota, dan mereka menjadi petani penggarap atau buruh tani.

Keempat, hasil produksi pertanian hanya bisa menghasilkan 3-4 ton beras/Ha. Seharusnya para peneliti di bidang pertanian diberi dana yang besar seperti “influencer” untuk melakukan penelitian, sehingga padi yang ditanam bisa menghasilkan produksi padi dan beras yang tinggi.

Kelima, pada saat panen padi, pemerintah dengan alasan untuk mengisi stok Bulog, sering impor beras, sehingga harga beras ditingkat petani jatuh.

Dalam keadaan Indonesia seperti sekarang, pemerintah sepatutnya memberikan perhatian besar pada petani dan sektor pertanian.

https://twitter.com/liputan6dotcom/status/1293130553298833408

Selamatkan Nelayan

Sudah 75 tahun Indonesia merdeka, nasib para nelayan tidak berubah, tetap tidak berpendidikan, miskin dan terkebelakang.

Oleh karena itu, pendidikan para anak nelayan merupakan solusi dan kunci untuk memajukan para nelayan di masa depan.

Maka, dana yang dialokasikan untuk memberdayakan para nelayan, dalam rangka covid-19, jangan hanya untuk keperluan konsumsi, tetapi sangat penting mengalokasikan dana untuk memberi beasiswa pada anak-anak nelayan guna belajar di berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Dengan berpendidikannya anak-anak mereka, maka orang tua mereka yang tidak berpendidikan bisa diajarkan untuk menggunakan teknologi penangkapan ikan serta pemasaran hasil tangkapan ikan melalui teknologi.

https://twitter.com/kumparan/status/1297365200010543105
https://twitter.com/mediaindonesia/status/1297445987686862848

Selamatkan UMKMK

Usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK) merupakan pilar ekonomi kerakyatan yang mengalami keterpurukan yang dahsyat akibat corona.

Untuk memulihkan UMKMK, kuncinya terletak pada penghentian corona. Kalau corona belum bisa diatasi, maka sangat sulit menggerakkan UMKMK.

Akan tetapi, tidak bisa menunggu berhentinya Corona baru kembali melaksanakan bisnis. Dalam keadaan Corona masih menghantam rakyat Indonesia, satu-satunya pilihan adalah menggerakkan bisnis melalui online.

Di dalam kesulitan, pasti ada peluang. Gunakan teknologi untuk pasarkan dagangan UMKMK.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).
https://twitter.com/musniumar/status/1297489058013184002

Baca Juga

DKI Jakarta

Pelaku usaha mikro kecil atau yang populer Pedagang kaki lima (PKL) diperbolehkan untuk berjualan di area CFD yang berada di sejumlah titik Ibu Kota...

DKI Jakarta

Sebanyak 260 UMKM didatangkan ke arena Formula E di Ancol Jakarta Utara. Ada yang merupakan binaan dari Jakpreneur, tetapi juga ada yang dari 10...

Politik

Salah satu kegiatan yang membuat perayaan Milad PKS ke-20 semarak dan meriah karena sangat banyak usaha mikro, kecil dan menengah yang berpartisipasi membuka stand.

DKI Jakarta

Kedatangan warga negara asing di Indonesia untuk menyaksikan Balap Mobil Listrik Formula E merupakan salah satu target dari penyelenggaraan event international di Jakarta.

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog saya apresiasi dimulainya perayaan HUT DKI Jakarta ke-495 yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dari pulau Bidadari, Kepulauan Seribu Jakarta...

DKI Jakarta

Sarinah yang terletak di pusat jantung kota Jakarta merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tahun 1962 di era Presiden Soekarno. BUMN...

DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Ramadhan Market atau Festival Ramadhan di berbagai kelurahan DKI Jakarta.

Dunia Usaha

Perbincangan publik di seluruh Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini sangat ramai karena krisis minyak goreng yang mengakibatkan emak-emak antri, 2 orang meninggal dunia.