Musni Umar Socmed

Search

plang gerbang masuk ke pangadilan agama jakarta selatan - twitter musniumar

Covid-19

Keluarga Pecah Akibat Pengangguran dan Kemiskinan, Kiat Mencegah dan Mengatasinya

Sejatinya tidak ada orang yang sudah berkeluarga, keluarganya yang sudah dibangun dan dibina apalagi sudah mempunyai anak menjadi pecah dan runtuh.

Wabah corona yang menghantam bangsa Indonesia dan berbagai bangsa di negara lain, telah menimbulkan krisis multi dimensi terhadap bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia.

Salah satu krisis yang dialami ialah krisis sosial. Wabah corona yang menyerang bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain telah memberi dampak hancurnya ekonomi.

Akibat kehancuran ekonomi, maka berbagai perusahaan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja.

Dampak lanjutan dari pemutusan hubungan kerja, terjadi pengangguran massal. Kalau terjadi pengangguran, maka dampaknya kepada yang bersangkutan tidak hanya kehilangan pendapatan, tetapi juga jatuh miskin.


https://twitter.com/tribunjabar/status/1298460431275630592

Keluarga Pecah

Sejatinya tidak ada orang yang sudah berkeluarga, keluarganya yang sudah dibangun dan dibina apalagi sudah mempunyai anak menjadi pecah dan runtuh.

Akan tetapi, keinginan kuat untuk mempertahankan keluarga, pasti akan gagal jika untuk makan saja tidak bisa dipenuhi.

Fenomena perceraian di Pengadilan Agama di Soreang, Bandung dan di berbagai tempat yang terjadi dimasyarakat belakangan ini seperti diberitakan media sosial dan menjadi viral, sungguh menyedihkan dan memprihatinkan.

Perceraian dalam keluarga, setidaknya disebabkan lima faktor.

Pertama, suami isteri kehilangan pekerjaan, sehingga tidak ada pemasukan dana untuk membiayai hidup bersama dalam keluarga.

Pandemi corona, memberi kontribusi yang terbesar runtuhnya rumah tangga yang diakhiri dengan perceraian.

Kedua, suami sebagai satu-satunya pemberi pendapatan bagi keluarga, mengalami pemutusan hubungan kerja, menyebabkan keluarga kehilangan penerimaan uang. Jika tidak kuat, tidak sabar dan tidak segera mencari jalan keluar untuk mendapatkan dana guna memenuhi kebutuhan minimal, maka keluarga pecah dan berantakan.

Ketiga, suami dan isteri tidak saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak mencari persamaan, hanya perbedaan, maka rumah tangga bisa pecah bersamaan dengan perjalanan waktu.

Keempat, suami atau isteri egois, tidak saling mau mengalah untuk kebaikan besama dan keutuhan rumah tangga, keluarga bisa bercerai.

Kelima, adanya pihak ketiga, terutama suami melirik yang lebih muda dan lebih cantik. Bisa juga isteri yang cantik, ada laki-laki yang menggoda, rumah tangga bisa berantakan.

Kiat Keluarga Utuh dan Bahagia

Keluarga yang utuh dan bahagia merupakan dambaan bagi manusia.

Berikut ini saya sampaikan kiat keluarga tetap utuh dan bahagia.

Pertama, bangun keluarga di atas landasan cinta kasih, iman dan takwa kepada Allah. Jangan atas landasan cinta dan harta semata.

Kedua, atasi masalah dengan mencari solusi secara bersama-sama. Kalau masalah ekonomi yang dihadapi, solusinya dengan ekonomi.

Ketiga, suami isteri harus saling membantu. Walaupun dirumah tangga yang tanggung jawab isteri, suami tidak ada salahnya kalau membantu, misalnya mencuci piring, menyapu, menyiram taman dan sebagainya.

Keempat, tumbuhkan rasa saling menyintai, rasa kasih sayang dan rasa empati suami isteri dan anak.

Kelima, kalau dapat masalah seperti terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), harus banyak berdoa, biasakan shalat wajib (shalat Magrib, Isya, Subuh, Zuhur dan Ashar) tepat waktu, shalat tajahud (shalat malam) dan shalat sunat rawatib. Minta tolong kepada Allah dengan sabar dan tabah semoga mendapatkan jalan keluar. Yakin dan percaya, di dalam kesulitan, ada kemudahan dan jalan keluar.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengkutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Covid-19

kata-kata Mari Semua Sehat, sangat menyentuh perasaan karena saat ini semua merasa khawatir sehubungan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang terpapar Corona, mengigat gejala Corona...

Covid-19

Salah satu kalimat yang penting diamalkan bangsa Indonesia saat ini ialah saling jaga. Kalimat itu sangat penting dibahas dan diamalkan bangsa Indonesia saat ini...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

In Memoriam

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

Covid-19

Tahun 2020 sebagai tahun kesedihan dan tahun yang amat sulit bagi sebagian warga DKI Jakarta, bangsa Indonesia, dan bangsa-bangsa lain di dunia telah dilewati.

Covid-19

Saya kemukakan tahun 2020 merupakan tahun kesedihan karena hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia terpuruk ditengah ancaman corona.

Covid-19

Universitas Ibnu Chaldun Jakarta bukan saja bisa survive (bertahan) ditengah badai Covid-19, tetapi bisa bangkit dan maju.

Covid-19

Program Studi Perbankan Syariah Universitas Ibnu Chaldun Jakarta pada 12 Desember 2020 telah menyelenggarakan Webinar dengan tema "Peran Perbankan Syariah Dalam Membantu UMKM Dimasa...