Alquran Dibakar: Swedia dan Norwegia Membara Protes Sosial

 In Lainnya, Opini, Sosial, Top

Swedia dengan ibukota Stockholm merupakan negara yang amat makmur. Product domestic bruto (PDB) perkapita sebesar $ 58.000. Jumlah penduduk Swedia sebanyak 10,23 juta (2019). Jumlah populasi Muslim di Swedia sekitar 8,1%.

Negara itu mengalami bentrokan sosial setelah terjadi pembakaran Alqur’an di kota Malmo, Swedia.

Tindakan membakar Alqur’an tersebut dilakukan para aktivis sayap kanan Swedia, yang memicu kerusuhan. Hal itu terjadi setelah sekitar 300 orang berkumpul untuk menggelar demonstrasi guna memprotes pembakaran Alqur’an.

Pada Jumat (28/8) malam pengunjuk rasa menyalakan api dan melempari polisi dan tim penyelamat dengan berbagai benda. Peristiwa itu membuat sejumlah petugas polisi terluka dan beberapa demonstran ditangkap.

Alquran Dibakar di Norwegia dan Protes Sosial

Norwegia merupakan negara yang bertetangga dengan Swedia. Negara ini juga sangat makmur dengan PDB perkapita $ 46,363. Total penduduk Norwegia sebanyak 5,43 juta (2020). Agama mayoritas Kristen Lutheran 69,9%, Kristen Katolik sebesar 3.0%, Islam 3,3%, dan lain-lain.

Demonstrasi juga terjadi di Oslo, Ibu kota Norwegia, setelah seorang demonstran anti-Islam merobek-robek dan membakar halaman-halaman Alquran.

Tindakan para demonstran anti Islam itu dilawan dengan demonstrasi tandingan yang dilakukan umat Islam, sehingga Kepolisian Norwegia menembakkan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok yang bentrok.

Dilaporkan kantor berita DPA ratusan demonstran tandingan berkumpul dengan meneriakan tidak ada rasis di jalanan. Situasi semakin memuncak ketika seorang wanita yang merupakan anggota SIAN merobek halaman Alquran dan meludahinya. Wanita itu mengatakan kepada para demonstran “lihat sekarang saya akan menodai Alquran.”

Merebak Anti Islam

Islam adalah agama yang dianut oleh minoritas Muslim di Swedia maupun di Norwegia. Mereka bisa menyesuaikan diri dan hidup damai di Swedia dan Norwegia.

Pertanyaannya, mengapa mereka dimusuhi? Tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa Muslim di Swedia maupun di Norwegia sering melakukan pelanggaran hukum, yang mengakibatkan kelompok tertentu di Swedia maupun di Norwegia memusuhi mereka.

Laporan tentang Islam di dua negara itu, yang membuat kelompok tertentu ketakutan ialah perkembangan kemajuan Islam yang amat pesat di Swedia dan Norwegia.

Tercatat, Muslim pertama di Swedia ialah etnis Tatar Finlandia. Mereka bermigrasi dari Finlandia dan Estonia tahun 1940-an. Populasi Muslim di Swedia meningkat secara signifikan selama kuartal terakhir abad ke-20.

Dari hanya beberapa keluarga tahun 1950-an, melonjak ke angka ratusan ribu akhir tahun 1980-an. Eksistensi Muslim di Swedia semakin kukuh setelah masuknya migran asal Timur Tengah tahun 1970-an.

Demikian pula, Muslim di Norwegia, walaupun minoritas, tetapi populasi Muslim di negara itu terus meningkat jumlahnya.

Respon kalangan tertentu, yang ketakutan atas meningkatnya jumlah Muslim di Swedia dan Norwegia ialah melakukan kampanye anti Islam, tetapi Islam tetap bergema dan tidak menghalangi penduduk Swedia dan Norwegia yang banyak ateis untuk memeluk Islam.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search